Nusantara      
Rabu, 14 Februari 2007

Hutan dan Lahan Mulai Terbakar

Pemerintah Belum Punya Solusi Cegah Pembakaran

Pekanbaru, Kompas - Di saat banyak daerah di Indonesia
dilanda bencana banjir dan longsor, hutan dan lahan di
Provinsi Riau sudah beberapa hari ini terbakar. Hari
Selasa (13/2) kemarin, terpantau 153 titik api yang
sebagian besar berada di lahan gambut.

Dari data citra satelit yang diperoleh Pusat
Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan
(Pusdalkarhutla) Riau, lokasi titik api tersebar di 11
kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Titik api itu,
antara lain, terdapat di Kabupaten Pelalawan sebanyak
37 lokasi, Kabupaten Siak (23), Kota Dumai (16),
Kabupaten Bengkalis (15), dan Kabupaten Indragiri Hulu
(14).

Sekretaris Pusdalkarhutla Riau Khairul Zainal
mengatakan, pembakaran hutan dan lahan sulit diatasi
karena lahan yang terbakar sebagian besar adalah lahan
gambut, terutama di daerah pesisir pantai timur. Luas
wilayah gambut di Riau mencapai 52 persen atau sekitar
4,3 juta hektar dari wilayah Riau.

Dari pantauan awal, pembakaran hutan dan lahan
dilakukan terutama untuk membuka lahan baru bagi
perkebunan kelapa sawit. "Perizinan membuka lahan
untuk perkebunan kelapa sawit menjadi wewenang
kebijakan lokal di tiap kabupaten atau kota. Karena
itu, untuk mencegahnya, perlu dilakukan tiap-tiap
kabupaten atau kota," kata Khairul.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau Rahman
Sidik menambahkan, potensi kebakaran hutan dan lahan
akan bertambah besar karena masyarakat sudah mulai
menyiapkan lahan yang akan dijadikan perkebunan kelapa
sawit.

"Di lapangan, kayu-kayu tebangan sudah bersusun-susun.
Kegiatan persiapan musim tanam kelapa sawit sudah
mulai dilakukan. Inilah potensi kebakaran hutan dan
lahan. Karena itu, perlu perhatian dari pihak
perkebunan untuk menghindari pembakaran hutan dan
lahan," kata Rahman.

Pembakaran hutan dan lahan, menurut Rahman, dilakukan
oleh masyarakat yang sudah menandatangani kesepakatan
dengan perusahaan untuk melakukan pembukaan lahan
perkebunan kelapa sawit.

Belum ada solusi

Di sisi lain, upaya mencegah pembakaran hutan dan
lahan masih terhambat ketiadaan solusi yang sepadan
dalam membuka hutan atau lahan. Khairul mengatakan,
sejauh ini membakar hutan dan lahan menjadi solusi
yang paling murah dan cepat.

"Saya belum punya solusi untuk membuka lahan dengan
murah dan cepat. Kalaupun ada solusi lain, prosesnya
memakan waktu lebih lama dan biaya besar," tuturnya.

Sebagai contoh, upaya membentuk humus dan pupuk dengan
membakar hutan belum bisa diimbangi dengan penyediaan
mesin pemupukan kompos karena banyaknya jumlah wilayah
yang membutuhkan. (ART) 


 
____________________________________________________________________________________
Yahoo! Music Unlimited
Access over 1 million songs.
http://music.yahoo.com/unlimited

Kirim email ke