Betul pak semua harus diatur, tapi peraturan yg dibuat harus tidak berpihak kemanapun, seharusnya perusahaan yg berlisensi NAP tidak boleh lagi punya ijin ISP demikian pula sebaliknya, hal ini agar jelas porsinya masing-masing. Ini perusahaan sebesar plat merah bisa punya ijin dua duanya, sementar kita perusahaan yg kecil selalu dikejar peraturan yg bermacam macam, jangan2x nanti anggota APJII hanya tinggal 3 perusahaan doang .....

Agus Supriadhie wrote:
Semua aturan yang di buat pasti ada pro & kontra ..
Semua mau ini, mau itu .. Mau murah, mau cepet... tanpa mikir yg lain lain .. Kalau ga mau di atur, apa guna pemerintahan .. saya yakin semua ingin dalam ke adaan teratur, cuma yg bagaimana itu yg perlu di pikirkan masing2..

Saya juga yakin .. yang di penjara pun mau di BEBAS kan .. siapa seh yg ga mau bebas melakukan sekehendak diri nya di dunia ini .. Dari beberapa tahun sebelum ada sejarah juga ada peraturan .. contoh, peraturan Agama, sampai sekarang masih ada, bukti nyata peraturan yang lama yang masih perlu.

Orang pinter pun harus di atur, kalau ga di atur ama pemerintah, nanti luar negri yang atur indonesia.

Bermartabat kok ga mau di atur ..

johanfirdi wrote:
daripada saling iri, sakit hati...sdh bayar ijin bhp, dsbnya.
udah bebaskan semuanya dari ijin isp dan nap. semua bebas ambil bw internet dan jual bw internet dari siapa dan kemana. postel gak repot2 razia... gak perlu tarik bhp, dengan dibuka industri sebesar-besarnya...akan membuka lapangan pekerjaan. Itu lebih LUHUR dan BERMARTABAT daripada satu ditarik bhp, isr, dll, sedangkan yang lain tidak. Yg buat rt-rw net saya yakin mencari sesuap nasi, karena nasib tidak beruntung aja mereka tidak duduk di postel atau duduk di operator seluler, saudara tua, saudara muda yg orang-orang yg didalamnya cukup kenyang sehingga mengatasnamakan keadilan memberangus mereka.
kalau sdh beginikan kan betul2 equal treatment.
Indonesia dari sabang sampai merauke....
apa postel akan sanggup mengawasi setiap jengkal kecamatan di seluruh Indonesia ?. dari dulu sampai yg sekarang yg katanya praktek monopoli dibuka hingga tinggal 2 operator aja...tetap tidak meningkatkan teledensitas pengguna telpon maupun internet. Bisnis internet/isp bisa dimulai dengan modal 150 jt, so siapa yg punya uang dan keahlian bisa berusaha. Tidak perlu butuh modal otak dalam-dalam. Jangan berlindung dibalik perlindungan konsumen, ijin isp/nap dikomersialisasikan. Konsumen lebih pintar...dan lebih punya banyak pilihan untuk memilih. Postel fokus aja bagaimana menumbuhkan industri IT hardware & software yg lebih berbasis brain knowledge. Menumbuhkan pusat riset-riset unggulan dan enteprenur muda shg mampu mencetak alat wifi sendiri, buat chipset sendiri.
itu lebih BERMARTABAT.

Johan




Meneer Tutut wrote:
kalo kamu di posisi yg di rugikan gimana jo ?

----- Original Message ----- From: "johanfirdi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, May 01, 2007 11:11 AM
Subject: [dirpji] Re: Postel: Peralatan ISP dan NAP Curang Akan Disita


maaf, saya mewakili end-user atau rakyat biasa....
sebetulnya yg diuntungkan itu adalah kami...rakyat biasa....dapet banyak pilihan, dgn harga semurah mungkin. saya gak mau pusing...kalian punya ijin nap, isp, ijin rt, ijin rw, ijin mbah maridjan pun.. saya gak mau.
yg penting layanan bagus, support bagus, harga terjangkau.
kalau gak puas....
saya pindah ke yang lain..
kata eyang gus dur: gitu aja kok repot.
wong cuman bisnis "pipa" aja kok ribut....
inilah akibatnya kalau industri IT hampir identik dengan internet/pipa.
Tapi gpp ini masih euforia internet...
apakah bisnis internet masih gemuk ada dagingnya atau sdh tinggal tulang belulang ?.


peace,...

Johan



-- Informal ISP Technical ( sometimes dirpji :p ) Discussion.


-- Informal ISP Technical ( sometimes dirpji :p ) Discussion.






-- Informal ISP Technical ( sometimes dirpji :p ) Discussion.







-- Informal ISP Technical ( sometimes dirpji :p ) Discussion.




-- Informal ISP Technical ( sometimes dirpji :p ) Discussion.

Kirim email ke