|
Dear Mbak Rosi...
Mbak Rosi ini ketauan sekali yah kampanye
nya....
Takut kalo SBY yang jadi presiden...
Apa emang milis e-ketawa emang cocok jadi ajang
kampanye negatif seperti itu ?
Sekedar informasi buat mbak Rosi, di kalangan non
muslim, SBY dijelek jelekin juga karena dia kerjasama dengan PBB dan akan pro
terhadap syariat islam. (Sbg bukti, email tsb saya sertakan dibawah signature
saya)
Jadi, menurut saya, kalo emang pada ngga tau yang
asli (apakah SBY pro Islam atau justru kontra Islam) mbok ga usah jadi
perpanjangan tangan untuk nyebar fitnah.
Udah, mendingan kirim humor aja, ga usah ngomong
politik disini... kalo mau ngomongin politik kayaknya salah milis deh Mbak
Rosi....
Cheers...
:: firman ::
===================================
Special untuk mbak Rosi...
FWD :... Jangan pilih SBY sebab ada statementnya di
sebuah Koran tempo tanggal 18-05-04 hal. 4 menyatakan menyetujui diperlakukan
Syarikat Islam di NKRI Indonesia... " mungkin ada anda-2 ini pernah
mendengarnya.... dan yang lainnya : SBY waktu talk show di METRO dapet
telpon dari seorang ibu pertanyaan si ibu : Saya adalah seorang Kristen;
saya mau tanya to the point saja; apa jika Bapak nanti jadi Presiden; apakah
anda akan menjadi Bapaknya kita-kita kaum minoritas? sebab selama ini ada
banyak sekali gereja ditutup, dibakar, pembangunan gereja baru tidak dapat
ijin dll Jawaban SBY : Indonesia telah mempunyai undang-undang; bahwa
tidak ada diskriminasi terhadap pemeluk agama-agama. bla bla bla.....
(ngomong mbulet tentang birokrasi hukum tapi tidak ada point-nya) tentang
pembangunan gereja yang ditentang; sebagai kaum minoritas tentulah harus bisa
menempatkan diri terhadap ketentraman lingkungan; jika minoritas berada di
mayoritas yang tidak setuju terhadap hal-hal yang meresahkan mereka komen
saya: si bapak bicara hukum yang sebenarnya tidak permanen; lha nanti
kalo hukum-nya diamandemen? dengan alasan supaya kaum mayoritas tidak resah?
bagaimana jika ada tuntunan pelaksanaan humum syariah dengan atas nama
tuntutan mayoritas? nah bagaimana dengan Istiqal dan Katedral?
yang berhadap2an boleh juga dianggap meresahkan donk; bisa dibongkar dg
alasan tersebut beliau ini memang bicaranya halus; but nggak pernah jelas (as
far as iknow) Saya mengerti; Tentu saja SBY tidak bisa memberikan sikap
seperti ini misalnya "Selama saya jadi Presiden, saya akan melindungi kaum
minoritas sekalipun!" karena kalo ngomong ini............. Kalla yang ICMI
itu PBR PBB PKS sebagian dan partai2 hijau yang mendukungnya bakal
ngacir he he he.... wake up! don't be so naive diantara semuanya; memang PDI
masih lumayan lah disamping menjadi satu2nya partai yang menolak UU
SISDIKNAS Mega juga gandeng H Muzadi (Islam abangan) mendingan deh bukannya
elemen taliban memang kalau dengan MEGA kita tidak bisa mengharap banyak atau
minta cepet2 Indonesia berubah drastis Ingin mengeleminasi elemen ORBA
secara revolusioner? itu tidak gampang dan ongkosnya mahal sekali Kalau ingin
Indonesia cepat berubah, hendaklah itu dimulai dari kita-kitajuga, masing2
rakyat berpikir maju dimulai dari keluarganya, pekerjaannya, lingkungannya
dan tentu itu akan memberi dampak kepada arah yang lebih makro. Hubert
Neiss bilang "she's slow, but ok" biasanya orang ini omongannya sakti Dulu
waktu orang2 nggak kepikir Gusdur jadi Presiden; sebelumnya dia juga pernah
bilang kira2 yang jadi presiden adalah "somebody you never expect"
------------------------------------------------ Satu dari sekian yang
saya khawatirkan adalah bergabungnya para "domba yang berbulu serigala".
Secara kasat mata kita tahu flatform para partai pendukung SBY lainya. Sebut
saja PBB, sekalipun baru Yusril Izha Mahendra yang menyatakan mendukung dan
belum bulat sepenuhnya (spt. Gogon Ahmad Sumargono yang orang KISDI dan DPP
PBB lainya). Nyata-nyata partai ini memendam maksud untuk menjadikan Piagam
Jakarta sebagai bagian dari UUD kita. Belum lagi sang mentri flamboyan ini
terkenal dengan azas anti minoritasnya baik itu orang Kristen maupun Chinese
secara umumnya. Dalam Kabinet sekarangpun, banyak keputusan politik yang
sudah disetujui oleh Mega maupun Dewan tetapi 'dijegal' (kasus: SBKRI yang
sejak jaman Gus-Dur sudah dijadikan putusan politik untuk dihapuskan,
tetapi karena pelaksanaanya harus melalui yusril, akhirnya keputusan
penghilangan salah satu alat diskriminasi itupun terbengkalai. Sekalipun di
koran-koran disebutkan SBKRI tidak diperlukan lagi, tetapi kenyataan di
lapangan lain - penulis baru saja menyelesaikan pembuatan Passport
perpanjangan dan SBKRI harus dicantumkan). Selain banyak kebijakan lain yang
bersifat Hukum dan HAM terhambat ditangan yusril ini. Belum lagi sang
wakil Yusuf Kallah dedengkot ICMI itu. Di masyarakat luas beredar rumor kalau
Kallah adalah Sang Arsitek 'perimbangan' penduduk Irian antara yang Kristen
dan Non Kristen, sehingga berhasil mengangkat sampai lebih dari 50% bagi non
Kristen. Apalagi bila PKS ikut mendukung SBY, wah jadi makin runyam aja
kelihatanya. hanya karna SBY pernah dizolimi TK yang menyebutnya anak TK trus
SBY dapet angin; termasuk kaum minoritas macam kita ini berharap-harap beliau
akan membawa perubahan dan kesemsem sama omonganya yang santun itu masih
ada yang naksir SBY??? Di Forward ulang oleh :
===================================
----- Original Message -----
Sent: Monday, May 24, 2004 9:57 AM
Subject: [e-ketawa] Fw: milis sebelah
03,
Ass wr wb > > Ini saya
dapat dari seorang teman yang ikutan milis macem macem > >
Assalamu'alaikum Wr. Wr. > Di bawah ini bocoran dari diskusi Team Sukses
Salah > Satu Capres 2004 > di websitenya yang penuh password yang
berhasil > dijebol oleh hackers > nasionalis. >
Waspadalah...!, Waspadalah.... ! >
********************************************************************* >
SBY, Berkah atau Bencana? > Menengok ke Belakang > Sebetulnya
sebuah majalah berita mingguan ternama > sudah mengendus >
geliat > mengusung SBY ke RI 1 sejak Juli 2001, tepatnya sejak >
SBY gagal menjadi > wapres menggantikan MSP yang naik ke RI 1.
Kegagalan > yang kemudian > disikapi dengan rapat-rapat intensif
di berbagai > tempat untuk sebuah > tujuan > besar,
RI-1. > Lewat Subur Budhisantoso (Kepala Pusat Penelitian >
Pranata Pembangunan > UI) > dan > pentolan-pentolan GMKR
(Gerakan Mengembalikan > Kedaulatan Rakyat) > seperti >
Irsan Tanjung dan Sri Soemantri (keduanya Guru Besar > UI), serta di
back > up > oleh jenderal-jenderal loyalis SBY, diantaranya
Sudi > Silalahi dan > Ma'ruf, > serta jaringan pengusaha
"hitam' (contoh kecil, S.P.M > Yong, Adik Aseng, > seseorang yang
disebut-sebut pengelola togel KUDA LARI > yang beredar > luas di
Jawa tengah setiap hari), dan juga memperoleh > aliran dana
dari > luar > negeri yang disebut-sebut berasal dari dua
organisasi > yang sangat > berpengaruh di AS yaitu AIPAC
(American-Israeli > Public affairs > Comittee) > dan ADL
(Anti-Defamation League)., sejak pertengahan > 2002. >
Mahasiswa-mahasiswa Indonesia di AS sudah mencium > aliran dana
seperti > ini, > karena memang di AS diumumkan, hanya saja mereka
tidak > peduli karena > yakin > Demokrat tidak memiliki
basis massa jelas. > Tersebutlah James Riyadi menjadi penyumbang
cukup > besar buat > Demokrat, > disamping itu JR
berhasil mengumpulkan ratusan > pengusaha di LN untuk >
berpartisipasi membesarkan Demokrat, yang tentu saja > mereka >
pengusaha-pengusaha yang "sealiran" dengan sepak > terjang JR. >
Siasat Kuda Troya > Dibesarkan di lingkungan militer, beristrikan
putri > Sarwo Edi Wibowo, > menjadi SBY sangat lihai bermain di
dunia inteljen. > Didukung oleh tim > sukses bayangan yang memback
up lewat corong media > massa, SBY mulai > bermain > secara
hati-hati untuk posisi RI 1 dengan menjadi anak > manis
dihadapan > MSP, > yang > karena keterbatasan intelektual
banyak menggantungkan > urusan negara ke > pundak SBY. Tak aneh di
lingkungan istana, SBY > merupakan 'godfather' > untuk >
semua urusan. Sehingga untuk urusan internal PDIP pun > MSP
tidak > segan-segan meminta pertimbangan SBY. > Lingkungan ring 1
MSP yakin bahwa ontran-ontran > disekitar pemilihan > gubenur di
berbagai darah, yang berakibat friksi > internal dan pemecatan >
kader > sedikit banyak merupakan buah kerja SBY. > Sumber di
istana mencontohkan kasus pemilihan gubenur > DKI Sutiyoso. >
Meskipun hasil rapat DPD PDIP 100 % menginginkan kader > PDIP yang
maju, > namun > karena > bisikan SBY, MSP tega mengorbankan
pendukungnya. SBY > bisa mempengaruhi > MSP > karena sebagai
Menko Polkam dia memiliki setumpuk > dokumen perihal > "ancaman"
yang potensial terjadi di sekitar pemilu. > Dengan lihai SBY >
menyakinkan MSP > bahwa sosok militer-lah yang pas menjadi gubenur
untuk > menghadapi > pemilu, > padahal ditentang
habis-habisan oleh kelompok Roy B > Janis maupun geng > Arifin
panigoro. Tujuan SBY jelas, menggerogoti massa > PDIP dengan >
membuat > kekecewaan di > akar rumput. Keberhasilan scenario SBY
di DKI, membuat > SBY kembali > bermain > di >
pemilihan gubenur Sumatera Selatan, Jawa tengah, dan > Bali.
Rekomendasi > MSP > untuk pilgub berlawanan dengan kehendak arus
bawah > PDIP. Di Jawa > tengah, > bahkan sampai
berlarut-larut, DI Sumatera Selatan > sampai pada pemecatan >
kader. Kerja keras SBY ternyata berbuah manis, hasil > pemilu
legislative > 2004 > membuktikan di 4 propinsi tadi, yang
sebelumnya basis > terkuat PDIP, > partai > Demokrat cukup
banyak mendulang suara. > Sementara MSP sama sekali tidak tahu,
padahal > sebetulnya MSP bisa > belajar > dari Gus Dur
betapa pada masa GD pun SBY telah > "menikam" GD dengan >
mundur > sebagai menko Polkam ketika situasi negara makin >
memanas, kesadaran > baru > ada ketika Cornelis Lay
(seseorang yang disebut-sebut > "king maker" di > lingkungan
Taufik Kiemas) mengungkapkannya. Sayangnya, > TK merespon >
dengan > membabi buta di media massa dengan tidak berani >
mengungkapkan keadaan > sebenarnya soal SBY, TK malah membuat blunder
dengan > mencari 'alasan' > lain > untuk melampiaskan
kemarahannya dengan menyebut SBY > seperti anak TK. > Mendekap
sekaligus memenjarakan > SBY juga terlihat bersih di mata sebagian besar
umat > Islam. Sebab, SBY > memang mencitrakan dirinya tidak pernah
"menyakiti" > umat Islam. SBY > bisa > bermain cantik karena
memiliki tim untuk itu. > Disamping BIN lewat > Hendropriyono, SBY
juga mempunyai sumber di lingkungan > BIA yang rajin > menyuplai
informasi-informasi A1. > Padahal, disebut-sebut oleh lingkungan dalam
kapolri > betapa selama ini > Dai > Bachtiar Cuma
menjalankan tugas atas desakan menko > Polkam untuk >
menangkapi > aktivis-aktivis muslim yang di duga garis keras. >
Penangkapan Baasyir > pun > atas permintaan Menko Polkam. Isunya,
Kapolri sendiri > segan menangkap > Baasyir karena memang
keterlibatannya masih teramat > sumir. Namun SBY > ngotot, >
apalagi Indonesia (SBY?) juga mendapat tekanan dari > luar negeri
untuk > menangkap > Baasyir. Semua "penculikan" aktivis muslim
dan > pengungkapan jaringan > teroris > bisa >
berjalan "lancar" karena Dai Bachtiar mendapat suplay > informasi A1
dari > SBY. > Kini setelah SBY makin diatas angin, pihak-pihak
asing > makin berani > menekan SBY untuk menjalankan agendanya.
Dua hari > setelah pemilu 5 > April, > SBY > pergi ke
AS untuk menemui Ricahrd Perle, Paul > Wolfowitz(SBY berhubungan >
"baik' sejak PW menjadi Dubes di Indonesia) dan > Dauglas Feith,
yang > konon > ke-3nya merupakan pejabat yang sangat berpengaruh
di > Pentagon. > Hebatnya, SBY tidak pernah tersentuh sementara
Dai > bachtiar harus rela > menerima caci maki dari pendukung
Baasyir. Bahkan di > sebagian umat > Islam > "garis keras",
Dai dicitrakan sebagai kapolri yang > Cuma menurut pada > pesanan
'sponsor" LN. > SBY bisa nampak begitu 'baik' dimata umat Islam
karena > SBY memang > pernah di Gontor dan yang paling mendukung
karena > hubungan dekatnya > dengan > AA Gym. > Lewat
AA gym pula SBY bisa merangkul petinggi-petinggi > PKS, termasuk >
HNW. > Sebab bagi sebagian kader PKS, AA Gym telah memiliki >
tempat tersendiri > di > hati mereka. Saking dekatnya, lagu
kampanye PKS pun > mengambil dari AA > Gym, > jagalah
hati. > Kedekatan AA Gym dan SBY terjalin sejak lama. Makanya >
tidaklah heran, > SBY-lah yang mengajak AA Gym berceramah di
daerah > konflik misalnya > Apakah > AA Gym tahu kalau
namanya dimanfaatkan, entahlah. > Hanya Tuhan dan AA > Gym >
yang tahu. > Menebar Harapan > SBY juga dikenal senang menebar
harapan kepada semua > pihak. Untuk > memuluskan siasatnya ke RI
1, tidak segan-segan SBY > mengumbar harapan. > Jauh >
sebelum > masa kampanye, dihadapan tim sukses AR, SBY bersedia >
menjadi cawapres. > Kemudian di hadapan Gus Dur, SBY mau tampil
menjadi > jurkam tamu di > kampanye PKB. Di hadapan petinggi
Golkar, SBY mengaku > mau dijadikan > cawapres. > Bahkan
ketika ditanya MSP pun, SBY mengaku mau > dicawapreskan. >
Ternyata semua itu tidak lebih dari siasat belaka. > Siasat
untuk > menyiapkan > payung seandainya partai Demokrat gagal
mendulang > suara, disamping itu > juga sebagai magnet untuk
menegaskan bahwa SBY > diterima dimana-mana dan >
diminati. > Tentu saja SBY tidak bisa begitu kalau tidak
didukung > oleh tim media > yang > hebat. LSI disebut-sebut
sebagai lembaga survei yang > secara kontinyu > 'mendongkrak'
populritas SBY dengan rangkaian > pengumuman hasil >
poolingnya. > Sesuatu yang sebetulnya biasa-biasa menjadi 'luar >
biasa" karena dikemas > dalam bentuk pencitraan lewat media
massa. > Menggoyang Pesaing > Kelihaian SBY dan tim sukses-nya
kembali terbukti > ketika SBY berhasil > merayu HNW untuk mengajak
AR membentuk PPB. Ketika > poros diumumkan, > sontak > saat
itu juga tim media SBY menyebar berita bahwa AR > tidak berubah, >
masih > terus > senang bikin poros-porosan. Di media massa,
ditulislah > kembali > kenangan soal Poros-porosan dengan harapan
agar > masyarakat makin anti > pati > terhadap AR. >
Mestinya cukup aneh manuver HNW ini. Setelah runtang > runtung
dengan > SBY, > tanpa isyarat tertentu kok mendadak mengajak
AR > membentuk PPB. > Untunglah, AR menyadari goyangan SBY. Konon
karena di > beritahu tim Gus > Dur. > Makanya, meski GD
pernah "sakit hati" ke AR, GD tetap > tampil > menggandeng
AR > di media massa untuk mengkonter bahwa AR tidak > sendirian.
Saat itu juga > diumukan bahwa PPB dibubarkan. Dan AR kemudian
bertemu > dengan sejumlah > tokoh seperti Alwi Shihab, Eros J,
Rahmawati dan > lain-lain. Pesannya > jelas > ditujukan ke
SBY. > HNW pun "berakting" lagi dengan buru-buru menjenguk >
Baasyir di tahanan > untuk > meredam kegelisahan pada sebagain
kader PKS bahwa HNW > dibawah kendali > SBY. > SBY juga
menggoyang Golkar dengan merayu Kalla. > Walaupun sebenarnya, >
goyangan ke Golkar ini sudah diantisipasi oleh AT. > Sebab Golkar
dengan > partai Demokrat sebetulnya sama, identik dan
seide. > Lewat Rizal Malareng (yang berhasil menelorkan > hysteria
konvensi partai > Golkar di masyarakat), Tanjung dibisiki untuk >
melepaskan Kalla. Karena > Golkar sedang melakukan diaspora
kemana-mana. > Sangatlah bodoh kalau tim sukses SBY tidak tahu
akan > hal ini. Namun > banyak > kalangan yakin, SBY
memiliki plan B. Setelah gagal > merayu Sultan HB > sebagai
wapres, pilihan ke Kalla jelas paling > realistis. Apalagi SBY >
berhasil > memasukan orangnya ke tim Kalla yaitu Aswar Anaz. > Ada
yang menarik soal goyangan SBY ini. Untuk meredam > goyangan ke
PKB, > Gus > Dur buru-buru menempel ketat Wiranto. Sebab
data > inteljen menyebutkan, > kalau konvensi Golkar berlangsung
bersih, Wiranto > sangat berpeluang > menang. > Dan >
pihak BIA sudah membuat laporan lengkap bahwa untuk > pilihan
Presiden > Wiranto disebut-sebut berpeluang menang. Kalau SBY
dan > Wiranto maju, > militer > akan > terpecah dua
suaranya. Dan garis komando jadi susah > dijalankan. Meski >
tentara tidak memilih, garis komando terbukti efektif >
mendongkrak > suara. > Pemilu legislative 5 April membuktikan, di
lingkungan > militer dan under > bow-nya, partai Demokrat selalu
juara. > Penutup > Hadirnya SBY di pemilu presiden bukan kerja
sehari dua > hari. Juga > sangat > bertentangan dengan akal
sehat kalau SBY bisa berkibar > hanya karena > didholimi TK dengan
sebutan anak TK. Sebetulnya, ini > adalah buah kerja > lama yang
terencanakan dengan rapi, sistematis dan > terskenario. >
Akhirnya, mari disikapi dengan kritis. Percaya begitu > saja atau
serta > merta menolak ini akibatnya sama, sama-sama
CELAKA!
-- http://ketawa.com/
--
http://ketawa.com/
| Yahoo! Groups Sponsor |
ADVERTISEMENT
![click here]() | |
![]() |
Yahoo! Groups Links
|