|
Thanks but for u know if rosi is male
My complate neme is May Rosi Wibawa
male 23th
tinggal di bekasi masih kuliah sedang
menyusun tugas akhir
( teknik informatika ) dan bekerja di sebuah perusahaan multinasional di
bidang forwarding
ehm rosi cuma foward aja kok entah ini
benar atau bukan
saya kurang tahu. Apologize me but after receice u email, rosi jadi
tahu dan tambah pengetahuan rosi
btw thanks, waduh suka humor apa ni ?
he he he he salam kenal
dari saya
ghanezha arghandhi ( may rosi w
)
saya jadi ingat tentang jawaban di milis
ini tentang AFI
yang sedikit di kreskan dengan pemilu
2004
dimana seorang AFI selain berpotensi dan
memiliki khans juga harus punya talenta
serta semangat kekeluargaan, seperti
milis ini yang hidup
tak hanya foward email gambar atau cerita
yang di kira lucu
juga dari milis sebelah tentang positif
thinking
dimana di situ di tulis hanya sebuah
tulisan di baca ya simpan tidak mau baca ya delet saja
kalau pengen hidup milisnya ya aktif
kirim dan ngejawab the question
soal negara kita sekarang jadi ingat masa
lalu
saya juga teringat kisah majapahit
majapahit berdiri setelah singasari
hancur
kemudian raden wijaya mendirikan kerajaan
di daerah mojokerto yang di beri nama
majapahit
- raja pertama meninggal di racun,
- raja kedua kologement
yang haus kekuasaan dia tahu dia bakal jadi penguasa tapi tak sabar
dan meracuni
ayahnya.
- kologemet
mati di tangan rakuti karena menculik istrinya untuk di jadikan budak
napsu akhirnya
- rakuti
membunuhnya dan merebut kekuasaan dan menjadi raja tapi bisa di
tumpas
- kemudian hadir tri buana tungga dewi
juga mencapai jaman keemasan ( negara kertagama dan sotasoma )
- kemudian hayam wuruk juga
megalami jaman keemasan bahkan dengan seorang mahapatih yang akhirnya
- menelorkan amukti palapanya dan menyatukan nusantara
- kamudian hancur setelah hayam wuruk meninggal
karena perebutan kekuasaan anak kologemet menuntut sebagai pewaris
- keturunan hayam wuruk juga akhirnya terjadi perag
pareggreg dan terpecah menjadi pajang dan demak dan inipun juga sama hancur karena perebutan kekuasaan hampir sama di indonesia sekarang pada berebut jadi
penguasa .
saya ingat dari pak yop hangie moderator milis
marinir dan nasionalis tentang sejarah
bahwa sejarah bisa dibuat oleh penguasa,
karena seorang penguasa berpotensi membuat
sejarah
( bisa meluruskan sejarah, meluruskan sejarah versi
penguasa atau membuat sejarah baru )
. .......... waduh
kepanjagan ya
---- bersambung -------
----- Original Message -----
Sent: Monday, May 24, 2004 5:17 PM
Subject: Re: [e-ketawa] Fw: milis sebelah
03,
Dear Mbak Rosi...
Mbak Rosi ini ketauan sekali yah kampanye
nya....
Takut kalo SBY yang jadi presiden...
Apa emang milis e-ketawa emang cocok jadi ajang
kampanye negatif seperti itu ?
Sekedar informasi buat mbak Rosi, di kalangan non
muslim, SBY dijelek jelekin juga karena dia kerjasama dengan PBB dan akan pro
terhadap syariat islam. (Sbg bukti, email tsb saya sertakan dibawah signature
saya)
Jadi, menurut saya, kalo emang pada ngga tau yang
asli (apakah SBY pro Islam atau justru kontra Islam) mbok ga usah jadi
perpanjangan tangan untuk nyebar fitnah.
Udah, mendingan kirim humor aja, ga usah ngomong
politik disini... kalo mau ngomongin politik kayaknya salah milis deh Mbak
Rosi....
Cheers...
:: firman ::
===================================
Special untuk mbak Rosi...
FWD :... Jangan pilih SBY sebab ada statementnya
di sebuah Koran tempo tanggal 18-05-04 hal. 4 menyatakan menyetujui
diperlakukan Syarikat Islam di NKRI Indonesia... " mungkin ada anda-2
ini pernah mendengarnya.... dan yang lainnya : SBY waktu talk show di
METRO dapet telpon dari seorang ibu pertanyaan si ibu : Saya adalah
seorang Kristen; saya mau tanya to the point saja; apa jika Bapak nanti
jadi Presiden; apakah anda akan menjadi Bapaknya kita-kita kaum
minoritas? sebab selama ini ada banyak sekali gereja ditutup, dibakar,
pembangunan gereja baru tidak dapat ijin dll Jawaban SBY : Indonesia
telah mempunyai undang-undang; bahwa tidak ada diskriminasi terhadap
pemeluk agama-agama. bla bla bla..... (ngomong mbulet tentang birokrasi
hukum tapi tidak ada point-nya) tentang pembangunan gereja yang ditentang;
sebagai kaum minoritas tentulah harus bisa menempatkan diri terhadap
ketentraman lingkungan; jika minoritas berada di mayoritas yang tidak
setuju terhadap hal-hal yang meresahkan mereka komen saya: si bapak
bicara hukum yang sebenarnya tidak permanen; lha nanti kalo hukum-nya
diamandemen? dengan alasan supaya kaum mayoritas tidak resah? bagaimana
jika ada tuntunan pelaksanaan humum syariah dengan atas nama tuntutan
mayoritas? nah bagaimana dengan Istiqal dan Katedral? yang berhadap2an
boleh juga dianggap meresahkan donk; bisa dibongkar dg alasan tersebut
beliau ini memang bicaranya halus; but nggak pernah jelas (as far as
iknow) Saya mengerti; Tentu saja SBY tidak bisa memberikan sikap seperti
ini misalnya "Selama saya jadi Presiden, saya akan melindungi kaum
minoritas sekalipun!" karena kalo ngomong ini............. Kalla yang
ICMI itu PBR PBB PKS sebagian dan partai2 hijau yang mendukungnya
bakal ngacir he he he.... wake up! don't be so naive diantara semuanya;
memang PDI masih lumayan lah disamping menjadi satu2nya partai yang menolak
UU SISDIKNAS Mega juga gandeng H Muzadi (Islam abangan) mendingan deh
bukannya elemen taliban memang kalau dengan MEGA kita tidak bisa mengharap
banyak atau minta cepet2 Indonesia berubah drastis Ingin mengeleminasi
elemen ORBA secara revolusioner? itu tidak gampang dan ongkosnya mahal
sekali Kalau ingin Indonesia cepat berubah, hendaklah itu dimulai dari
kita-kitajuga, masing2 rakyat berpikir maju dimulai dari keluarganya,
pekerjaannya, lingkungannya dan tentu itu akan memberi dampak kepada arah
yang lebih makro. Hubert Neiss bilang "she's slow, but ok" biasanya orang
ini omongannya sakti Dulu waktu orang2 nggak kepikir Gusdur jadi Presiden;
sebelumnya dia juga pernah bilang kira2 yang jadi presiden adalah "somebody
you never expect" ------------------------------------------------ Satu
dari sekian yang saya khawatirkan adalah bergabungnya para "domba
yang berbulu serigala". Secara kasat mata kita tahu flatform para partai
pendukung SBY lainya. Sebut saja PBB, sekalipun baru Yusril Izha Mahendra
yang menyatakan mendukung dan belum bulat sepenuhnya (spt. Gogon Ahmad
Sumargono yang orang KISDI dan DPP PBB lainya). Nyata-nyata partai
ini memendam maksud untuk menjadikan Piagam Jakarta sebagai bagian dari
UUD kita. Belum lagi sang mentri flamboyan ini terkenal dengan azas
anti minoritasnya baik itu orang Kristen maupun Chinese secara
umumnya. Dalam Kabinet sekarangpun, banyak keputusan politik yang
sudah disetujui oleh Mega maupun Dewan tetapi 'dijegal' (kasus: SBKRI yang
sejak jaman Gus-Dur sudah dijadikan putusan politik untuk dihapuskan,
tetapi karena pelaksanaanya harus melalui yusril, akhirnya keputusan
penghilangan salah satu alat diskriminasi itupun terbengkalai. Sekalipun di
koran-koran disebutkan SBKRI tidak diperlukan lagi, tetapi kenyataan di
lapangan lain - penulis baru saja menyelesaikan pembuatan Passport
perpanjangan dan SBKRI harus dicantumkan). Selain banyak kebijakan lain
yang bersifat Hukum dan HAM terhambat ditangan yusril ini. Belum lagi
sang wakil Yusuf Kallah dedengkot ICMI itu. Di masyarakat luas beredar
rumor kalau Kallah adalah Sang Arsitek 'perimbangan' penduduk Irian antara
yang Kristen dan Non Kristen, sehingga berhasil mengangkat sampai lebih
dari 50% bagi non Kristen. Apalagi bila PKS ikut mendukung SBY, wah jadi
makin runyam aja kelihatanya. hanya karna SBY pernah dizolimi TK yang
menyebutnya anak TK trus SBY dapet angin; termasuk kaum minoritas macam
kita ini berharap-harap beliau akan membawa perubahan dan kesemsem sama
omonganya yang santun itu masih ada yang naksir SBY??? Di Forward ulang
oleh :
===================================
----- Original Message -----
Sent: Monday, May 24, 2004 9:57
AM
Subject: [e-ketawa] Fw: milis sebelah
03,
Ass wr wb > > Ini saya
dapat dari seorang teman yang ikutan milis macem macem > >
Assalamu'alaikum Wr. Wr. > Di bawah ini bocoran dari diskusi Team
Sukses Salah > Satu Capres 2004 > di websitenya yang penuh
password yang berhasil > dijebol oleh hackers >
nasionalis. > Waspadalah...!, Waspadalah.... ! >
********************************************************************* >
SBY, Berkah atau Bencana? > Menengok ke Belakang > Sebetulnya
sebuah majalah berita mingguan ternama > sudah mengendus >
geliat > mengusung SBY ke RI 1 sejak Juli 2001, tepatnya sejak >
SBY gagal menjadi > wapres menggantikan MSP yang naik ke RI 1.
Kegagalan > yang kemudian > disikapi dengan rapat-rapat intensif
di berbagai > tempat untuk sebuah > tujuan > besar,
RI-1. > Lewat Subur Budhisantoso (Kepala Pusat Penelitian >
Pranata Pembangunan > UI) > dan > pentolan-pentolan GMKR
(Gerakan Mengembalikan > Kedaulatan Rakyat) > seperti >
Irsan Tanjung dan Sri Soemantri (keduanya Guru Besar > UI), serta di
back > up > oleh jenderal-jenderal loyalis SBY, diantaranya
Sudi > Silalahi dan > Ma'ruf, > serta jaringan pengusaha
"hitam' (contoh kecil, S.P.M > Yong, Adik Aseng, > seseorang
yang disebut-sebut pengelola togel KUDA LARI > yang beredar >
luas di Jawa tengah setiap hari), dan juga memperoleh > aliran
dana dari > luar > negeri yang disebut-sebut berasal dari dua
organisasi > yang sangat > berpengaruh di AS yaitu AIPAC
(American-Israeli > Public affairs > Comittee) > dan ADL
(Anti-Defamation League)., sejak pertengahan > 2002. >
Mahasiswa-mahasiswa Indonesia di AS sudah mencium > aliran dana
seperti > ini, > karena memang di AS diumumkan, hanya saja
mereka tidak > peduli karena > yakin > Demokrat tidak
memiliki basis massa jelas. > Tersebutlah James Riyadi menjadi
penyumbang cukup > besar buat > Demokrat, >
disamping itu JR berhasil mengumpulkan ratusan > pengusaha di LN
untuk > berpartisipasi membesarkan Demokrat, yang tentu saja >
mereka > pengusaha-pengusaha yang "sealiran" dengan sepak >
terjang JR. > Siasat Kuda Troya > Dibesarkan di lingkungan
militer, beristrikan putri > Sarwo Edi Wibowo, > menjadi SBY
sangat lihai bermain di dunia inteljen. > Didukung oleh tim >
sukses bayangan yang memback up lewat corong media > massa, SBY
mulai > bermain > secara hati-hati untuk posisi RI 1 dengan
menjadi anak > manis dihadapan > MSP, > yang >
karena keterbatasan intelektual banyak menggantungkan > urusan negara
ke > pundak SBY. Tak aneh di lingkungan istana, SBY > merupakan
'godfather' > untuk > semua urusan. Sehingga untuk urusan
internal PDIP pun > MSP tidak > segan-segan meminta pertimbangan
SBY. > Lingkungan ring 1 MSP yakin bahwa ontran-ontran >
disekitar pemilihan > gubenur di berbagai darah, yang berakibat
friksi > internal dan pemecatan > kader > sedikit banyak
merupakan buah kerja SBY. > Sumber di istana mencontohkan kasus
pemilihan gubenur > DKI Sutiyoso. > Meskipun hasil rapat DPD
PDIP 100 % menginginkan kader > PDIP yang maju, > namun >
karena > bisikan SBY, MSP tega mengorbankan pendukungnya. SBY >
bisa mempengaruhi > MSP > karena sebagai Menko Polkam dia
memiliki setumpuk > dokumen perihal > "ancaman" yang potensial
terjadi di sekitar pemilu. > Dengan lihai SBY > menyakinkan
MSP > bahwa sosok militer-lah yang pas menjadi gubenur untuk >
menghadapi > pemilu, > padahal ditentang habis-habisan oleh
kelompok Roy B > Janis maupun geng > Arifin panigoro. Tujuan SBY
jelas, menggerogoti massa > PDIP dengan > membuat >
kekecewaan di > akar rumput. Keberhasilan scenario SBY di DKI,
membuat > SBY kembali > bermain > di > pemilihan
gubenur Sumatera Selatan, Jawa tengah, dan > Bali. Rekomendasi >
MSP > untuk pilgub berlawanan dengan kehendak arus bawah > PDIP.
Di Jawa > tengah, > bahkan sampai berlarut-larut, DI Sumatera
Selatan > sampai pada pemecatan > kader. Kerja keras SBY
ternyata berbuah manis, hasil > pemilu legislative >
2004 > membuktikan di 4 propinsi tadi, yang sebelumnya basis >
terkuat PDIP, > partai > Demokrat cukup banyak mendulang
suara. > Sementara MSP sama sekali tidak tahu, padahal >
sebetulnya MSP bisa > belajar > dari Gus Dur betapa pada masa GD
pun SBY telah > "menikam" GD dengan > mundur > sebagai
menko Polkam ketika situasi negara makin > memanas,
kesadaran > baru > ada ketika Cornelis Lay (seseorang yang
disebut-sebut > "king maker" di > lingkungan Taufik Kiemas)
mengungkapkannya. Sayangnya, > TK merespon > dengan >
membabi buta di media massa dengan tidak berani > mengungkapkan
keadaan > sebenarnya soal SBY, TK malah membuat blunder dengan >
mencari 'alasan' > lain > untuk melampiaskan kemarahannya dengan
menyebut SBY > seperti anak TK. > Mendekap sekaligus
memenjarakan > SBY juga terlihat bersih di mata sebagian besar
umat > Islam. Sebab, SBY > memang mencitrakan dirinya tidak
pernah "menyakiti" > umat Islam. SBY > bisa > bermain
cantik karena memiliki tim untuk itu. > Disamping BIN lewat >
Hendropriyono, SBY juga mempunyai sumber di lingkungan > BIA yang
rajin > menyuplai informasi-informasi A1. > Padahal,
disebut-sebut oleh lingkungan dalam kapolri > betapa selama
ini > Dai > Bachtiar Cuma menjalankan tugas atas desakan
menko > Polkam untuk > menangkapi > aktivis-aktivis muslim
yang di duga garis keras. > Penangkapan Baasyir > pun >
atas permintaan Menko Polkam. Isunya, Kapolri sendiri > segan
menangkap > Baasyir karena memang keterlibatannya masih
teramat > sumir. Namun SBY > ngotot, > apalagi Indonesia
(SBY?) juga mendapat tekanan dari > luar negeri untuk >
menangkap > Baasyir. Semua "penculikan" aktivis muslim dan >
pengungkapan jaringan > teroris > bisa > berjalan "lancar"
karena Dai Bachtiar mendapat suplay > informasi A1 dari >
SBY. > Kini setelah SBY makin diatas angin, pihak-pihak asing >
makin berani > menekan SBY untuk menjalankan agendanya. Dua
hari > setelah pemilu 5 > April, > SBY > pergi ke AS
untuk menemui Ricahrd Perle, Paul > Wolfowitz(SBY berhubungan >
"baik' sejak PW menjadi Dubes di Indonesia) dan > Dauglas Feith,
yang > konon > ke-3nya merupakan pejabat yang sangat berpengaruh
di > Pentagon. > Hebatnya, SBY tidak pernah tersentuh sementara
Dai > bachtiar harus rela > menerima caci maki dari pendukung
Baasyir. Bahkan di > sebagian umat > Islam > "garis
keras", Dai dicitrakan sebagai kapolri yang > Cuma menurut
pada > pesanan 'sponsor" LN. > SBY bisa nampak begitu 'baik'
dimata umat Islam karena > SBY memang > pernah di Gontor dan
yang paling mendukung karena > hubungan dekatnya >
dengan > AA Gym. > Lewat AA gym pula SBY bisa merangkul
petinggi-petinggi > PKS, termasuk > HNW. > Sebab bagi
sebagian kader PKS, AA Gym telah memiliki > tempat tersendiri >
di > hati mereka. Saking dekatnya, lagu kampanye PKS pun >
mengambil dari AA > Gym, > jagalah hati. > Kedekatan AA
Gym dan SBY terjalin sejak lama. Makanya > tidaklah heran, >
SBY-lah yang mengajak AA Gym berceramah di daerah > konflik
misalnya > Apakah > AA Gym tahu kalau namanya dimanfaatkan,
entahlah. > Hanya Tuhan dan AA > Gym > yang tahu. >
Menebar Harapan > SBY juga dikenal senang menebar harapan kepada
semua > pihak. Untuk > memuluskan siasatnya ke RI 1, tidak
segan-segan SBY > mengumbar harapan. > Jauh >
sebelum > masa kampanye, dihadapan tim sukses AR, SBY bersedia >
menjadi cawapres. > Kemudian di hadapan Gus Dur, SBY mau tampil
menjadi > jurkam tamu di > kampanye PKB. Di hadapan petinggi
Golkar, SBY mengaku > mau dijadikan > cawapres. > Bahkan
ketika ditanya MSP pun, SBY mengaku mau > dicawapreskan. >
Ternyata semua itu tidak lebih dari siasat belaka. > Siasat
untuk > menyiapkan > payung seandainya partai Demokrat gagal
mendulang > suara, disamping itu > juga sebagai magnet untuk
menegaskan bahwa SBY > diterima dimana-mana dan >
diminati. > Tentu saja SBY tidak bisa begitu kalau tidak
didukung > oleh tim media > yang > hebat. LSI
disebut-sebut sebagai lembaga survei yang > secara kontinyu >
'mendongkrak' populritas SBY dengan rangkaian > pengumuman
hasil > poolingnya. > Sesuatu yang sebetulnya biasa-biasa
menjadi 'luar > biasa" karena dikemas > dalam bentuk pencitraan
lewat media massa. > Menggoyang Pesaing > Kelihaian SBY dan tim
sukses-nya kembali terbukti > ketika SBY berhasil > merayu HNW
untuk mengajak AR membentuk PPB. Ketika > poros diumumkan, >
sontak > saat itu juga tim media SBY menyebar berita bahwa AR >
tidak berubah, > masih > terus > senang bikin
poros-porosan. Di media massa, ditulislah > kembali > kenangan
soal Poros-porosan dengan harapan agar > masyarakat makin anti >
pati > terhadap AR. > Mestinya cukup aneh manuver HNW ini.
Setelah runtang > runtung dengan > SBY, > tanpa isyarat
tertentu kok mendadak mengajak AR > membentuk PPB. > Untunglah,
AR menyadari goyangan SBY. Konon karena di > beritahu tim Gus >
Dur. > Makanya, meski GD pernah "sakit hati" ke AR, GD tetap >
tampil > menggandeng AR > di media massa untuk mengkonter bahwa
AR tidak > sendirian. Saat itu juga > diumukan bahwa PPB
dibubarkan. Dan AR kemudian bertemu > dengan sejumlah > tokoh
seperti Alwi Shihab, Eros J, Rahmawati dan > lain-lain.
Pesannya > jelas > ditujukan ke SBY. > HNW pun "berakting"
lagi dengan buru-buru menjenguk > Baasyir di tahanan >
untuk > meredam kegelisahan pada sebagain kader PKS bahwa HNW >
dibawah kendali > SBY. > SBY juga menggoyang Golkar dengan
merayu Kalla. > Walaupun sebenarnya, > goyangan ke Golkar ini
sudah diantisipasi oleh AT. > Sebab Golkar dengan > partai
Demokrat sebetulnya sama, identik dan seide. > Lewat Rizal
Malareng (yang berhasil menelorkan > hysteria konvensi partai >
Golkar di masyarakat), Tanjung dibisiki untuk > melepaskan Kalla.
Karena > Golkar sedang melakukan diaspora kemana-mana. >
Sangatlah bodoh kalau tim sukses SBY tidak tahu akan > hal ini.
Namun > banyak > kalangan yakin, SBY memiliki plan B. Setelah
gagal > merayu Sultan HB > sebagai wapres, pilihan ke Kalla
jelas paling > realistis. Apalagi SBY > berhasil >
memasukan orangnya ke tim Kalla yaitu Aswar Anaz. > Ada yang menarik
soal goyangan SBY ini. Untuk meredam > goyangan ke PKB, >
Gus > Dur buru-buru menempel ketat Wiranto. Sebab data >
inteljen menyebutkan, > kalau konvensi Golkar berlangsung bersih,
Wiranto > sangat berpeluang > menang. > Dan > pihak
BIA sudah membuat laporan lengkap bahwa untuk > pilihan
Presiden > Wiranto disebut-sebut berpeluang menang. Kalau SBY
dan > Wiranto maju, > militer > akan > terpecah dua
suaranya. Dan garis komando jadi susah > dijalankan. Meski >
tentara tidak memilih, garis komando terbukti efektif >
mendongkrak > suara. > Pemilu legislative 5 April membuktikan,
di lingkungan > militer dan under > bow-nya, partai Demokrat
selalu juara. > Penutup > Hadirnya SBY di pemilu presiden bukan
kerja sehari dua > hari. Juga > sangat > bertentangan
dengan akal sehat kalau SBY bisa berkibar > hanya karena >
didholimi TK dengan sebutan anak TK. Sebetulnya, ini > adalah buah
kerja > lama yang terencanakan dengan rapi, sistematis dan >
terskenario. > Akhirnya, mari disikapi dengan kritis. Percaya
begitu > saja atau serta > merta menolak ini akibatnya sama,
sama-sama CELAKA!
-- http://ketawa.com/
-- http://ketawa.com/
--
http://ketawa.com/
| Yahoo! Groups Sponsor |
ADVERTISEMENT
![click here]() | |
![]() |
Yahoo! Groups Links
|