Yth. Bapak/Ibu warga eGov sekalian,

Rasanya aneh menanyakan sesuatu hal diluar eGov dari dalam wahana eGov. 
Namun dengan persepsi yang sama, juga akan aneh bila menanyakan eGov dari dalam 
wahana eBisnis yang konon diawalnya, pembicaraan eGov di-inisiasi dari konsep 
eBisnis.

Sehubungan dengan itu, Saya pribadi melihat, pandangan kalangan penggerak eGov 
selama ini masih di aras penyusunan kebijakan-kebijakan yang terlalu Government 
sentris. Terlalu konsentrasi di dapur, sementara seharusnya sudah menunggu Tamu 
di Ruang Tengah.

Dan juga, rasanya belum terlihat ada kesepakatan terhadap sebuah model yang 
dihasilkan dari "menyekolahkan konsep" yang ada selama ini di lapangan.
Model yang ada lebih kepada "Penterjemahan" terhadap kebijakan-kebijakan. 

Tapi mungkin wawasan Saya yang kurang dalam menggali 
Cerita-sukses-cerita-sukses implementasi eGov di Indonesia. Sumber Saya selama 
ini hanya data-data sekunder.

Sebagai perumpamaan;
Ada instansi yang punya semboyan, "To Serve and To Protect". 
Baik "To Serve" atau-pun "To Protect"-nya, dua-dua-nya ditujukan kepada 
Stakeholder-nya. Bukan untuk melayani dan melindungi Instansi tersebut (Dalam 
arti harfiahnya... Walau akhir-akhir ini Semboyan itu terasa "berbalik" :p   )

Bagaimana dengan eGov? 

Dimana muara eGov nanti? 
"e- apalagi yang akan/dapat bersinergi dengan eGov?
Lalu, di bagian apa eBisnis akan berlabuh di eGov nanti?
Akankah adanya kemungkinan Kohesi diantara eGov dan eBisnis?

Yang kita lihat justru "sepertinya" ada inisiatif eGov yang Kohesif dengan 
eBisnis. 
Contoh di Pajak dan Bea Cukai.
Namun bila ditilik lagi secara teliti..., sepertinya hanya "Simplified" Core 
System Pajak/Bea Cukai agar lebih ringkas dalam proses internal mereka.
(Rasanya) belum terlihat bagaimana sistem kedua instansi itu dapat digunakan 
dalam "Internal sistem" Dunia Usaha.
Misalnya; 
"Yang sudah pasti orang susah bohong" seperti Pembukuan Pajak Penghasilan. Ada 
integrasi di-middleware dimana begitu Gaji sudah terbayar, otomatis aplikasi 
Akuntasi-nya memberikan instruksi ke Sistem Perbankan untuk memindah-bukukan 
sejumlah tertentu ke Rekening Pajak.

Itu contoh saja.

Yang Saya maksud dengan KOHESIF adalah dari Sistem yang setara. 
Bukan Sebuah Sistem yang HARUS  berubah menyesuaikan dengan Sistem lain. 
Apalagi harus berubah menjadi sebuah Sistem yang baru, atau bahkan menyebabkan 
Middleware-nya menjadi lebih besar dari kedua Core System-nya itu.... 

Mudah-mudah-an Bapak/Ibu ada yang mau mengomentari ini.

Saya ucapkan Terima kasih dan Salam,
Sulzer Jusman


      

Kirim email ke