Pak AS dan Kawan2 Milis Yth,

Dari hasil penelitian menujukkan bahwa hanya informasi, usulan, 
program, dll yang akan didukung dan exist di jejaring sosial adalah 
yang memberikan manfaat bagi komunitas atau masyarakat, serta bukan 
sesuatu yang tidak benar, fitnah, dll. Hanya kebenaran yg hakiki yang 
akan exist.

Inilah sebabnya di banyak negara maju seperti AS, Jepang, Australia, 
dll Pemerintah memanfaatkan jejaring sosial Web 2.0 yang interaktif 
(user-generated content) seperti Blog, Facebook, Twitter, Plurk, dsb 
untuk melancarkan komunikasi dua arah Pemerintah dengan Masyarakatnya, 
sehingga program2 yang baik dan bermanffat akan didukung penuh oleh 
masyarakat.

Ini kesempatan yg baik bagi bangsa ini untuk membuat semua 
permasalahan menjadi jelas dan transparan, agar dapat segera dicarikan 
solusinya untuk dapat lebih fokus kepada percepatan pembangunan 
nasional menuju ke Indonesia yg aman, adil, makmur dan sejahtera.

Semoga mendapat dukungan semua pihak dan bermanfaat bagi kemajuan 
bangsa dan negara.
Wassalam,
S Roestam 
===========

----Original Message----
From: [email protected]
Date: 03/01/2010 5:30 
To: <[email protected]>, <[email protected]>
Subj: Re: [Telematika] 2010: Tahun Revolusi Media Jejaring Sosial 
untuk  Indonesia yang lebih baik

S Roestam wrote:
> Di Running Text Metro-TV malam ini juga ada info bahwa PM Jepang 
> menggunakan Twitter dan Blog untuk berbagi Informasi dengan Rakyat 
> Jepang dalam kerangka Good Governance, atau transparansi dan 
> keterbukaan informasi.
>   


Pak Roestam,

Apakah Birokrasi RI juga berani untuk seperti ittu dalam rangka 
mewwujudka komunikasi dengan rakyat da untuk membangun pemeruntahan 
yang 
transparan?

Saat ini, di beberpa mail-list beredar file buku putih atau apapaun 
yang 
menjelaskan Menkeu dalam konteks BC. Seandainya saja, atas nama 
tranapasi file-file terseut dibuka  dan tidak usah ber  apri tentu 
akan 
sangat bagus  untu membuat  informasi semakin simterik.

Saat ini terkesan, masing-masing pros and cons kasus BC membenarkan 
dirinya dengan argumentasinya. Misal, soal Marsilam. ada yang 
mengatakan 
sebagai staf penasihat Menkeu bersama Ma'rie Muhamad tetapi dokumen 
rapat yang eboh itu lain dan Marislam sendiri berkata lain. Lihat 
kehebatan IT di media dengan video pemberitaan yang bisa diakses oleh 
publik.

Yang pro Menkeu melihat dari sisi departemennya, maka kaeryawan dekeu 
mendukung dan mengkritik politisi. Di sisi lain, politisi melihat 
kasus 
BC bukan hanya dari sisi depkeu tetapi dari ssisi kebikjaan 
pemerintah 
apakah sesuai dengan peraturan perundangan  atau tidak sejak  bank 
tersebut merger hingga kasus bailout.

Jadi, kalau saya melihat, transparansi itu adalah kunci dan semua 
bisa 
memaparkan kebenarannyam lewat web agar bisa diakses oleh publik dan 
tidak perlu slndhat-slundhit di mail-list yang tertutup. Bukankah 
semuanya akan menjadi terang benderang dan lebih mudah kalau semuanya 
terbuka dan kita segera melangkah maju?

Saya berharap, Munajata dan Shalawat Badar Gus Dur yang sering 
duiputar 
di TV bisa ditayangkan di Web sehingga publik bisa downloading. Di 
Shalawat itu ada doa Gus Dur yang sangat kontekstual dengan situasi 
pemerintahan dan masyarakat saat ini, yaitu:

"Tuhan, kami bukan orang yang pantas di surga, namun kami bukan orang 
yang tahan di api neraka. Maka, berilah kami kekuatan untuk bertobat 
......................................."

Semoga doa inti dilantunkan oleh bangsa ini dan semoga kuasa Illahi 
berkarya pada orang-orang pilihanNya untuk  membantu menyelematkan 
negeri ini dari tangan-tangan  jahat  dan munafik.



Kirim email ke