Terima asih Pak,
butir penting memang bagaimana IT bermanfaat untuk perkembangan 
masyarakat dan bangsa.

seandainya saja IT semakin berperan untuk transparansi sampai pada 
batas-batas tertentu sesuai dengan  peraturan dan UU maka Oligari 
Kekuasaan yang disniyalir oleh George Junus Aditjondro itu tentu tida 
akan membuat ramai. Tidak perlu lagi curiga terhadap pejabat pusat yang 
ke daerah dengan program dan hibah dan disertai vendor. Jaman 
"pemlokothoan" publik atau diangap bodoh dan tidak tahu sehingga bisa 
disuruh apa saja  hendaknya diakhiri dengan tranparansi melalui IT.

rakyat kan tidak lagi bodoh amat Pak sehingga kalau ada seorang Prof Dr 
mengatakan bahwa mhs nya tidak boleh menggunakan sumber internet maka 
masyarakat akan tahu kualitas sang Prof Dr ini. Bagaimana tidak, di 
e-book Pak Onno bakal tidak boleh dijadikan referensi, atau file  pdf  
otentik yan dileluarkan oleh lemabaga resmi bakal tidak boleh digunakan 
karena bersumber dari internet.

he.... he.... ada-ada saja......... kok kebangeten banget....
.


S Roestam wrote:
> Pak AS dan Kawan2 Milis Yth,
>
> Dari hasil penelitian menujukkan bahwa hanya informasi, usulan, 
> program, dll yang akan didukung dan exist di jejaring sosial adalah 
> yang memberikan manfaat bagi komunitas atau masyarakat, serta bukan 
> sesuatu yang tidak benar, fitnah, dll. Hanya kebenaran yg hakiki yang 
> akan exist.
>
> Inilah sebabnya di banyak negara maju seperti AS, Jepang, Australia, 
> dll Pemerintah memanfaatkan jejaring sosial Web 2.0 yang interaktif 
> (user-generated content) seperti Blog, Facebook, Twitter, Plurk, dsb 
> untuk melancarkan komunikasi dua arah Pemerintah dengan Masyarakatnya, 
> sehingga program2 yang baik dan bermanffat akan didukung penuh oleh 
> masyarakat.
>
> Ini kesempatan yg baik bagi bangsa ini untuk membuat semua 
> permasalahan menjadi jelas dan transparan, agar dapat segera dicarikan 
> solusinya untuk dapat lebih fokus kepada percepatan pembangunan 
> nasional menuju ke Indonesia yg aman, adil, makmur dan sejahtera.
>
> Semoga mendapat dukungan semua pihak dan bermanfaat bagi kemajuan 
> bangsa dan negara.
> Wassalam,
> S Roestam 
> ===========
>
> ----Original Message----
> From: [email protected]
> Date: 03/01/2010 5:30 
> To: <[email protected]>, <[email protected]>
> Subj: Re: [Telematika] 2010: Tahun Revolusi Media Jejaring Sosial 
> untuk  Indonesia yang lebih baik
>
> S Roestam wrote:
>   
>> Di Running Text Metro-TV malam ini juga ada info bahwa PM Jepang 
>> menggunakan Twitter dan Blog untuk berbagi Informasi dengan Rakyat 
>> Jepang dalam kerangka Good Governance, atau transparansi dan 
>> keterbukaan informasi.
>>   
>>     
>
>
> Pak Roestam,
>
> Apakah Birokrasi RI juga berani untuk seperti ittu dalam rangka 
> mewwujudka komunikasi dengan rakyat da untuk membangun pemeruntahan 
> yang 
> transparan?
>
> Saat ini, di beberpa mail-list beredar file buku putih atau apapaun 
> yang 
> menjelaskan Menkeu dalam konteks BC. Seandainya saja, atas nama 
> tranapasi file-file terseut dibuka  dan tidak usah ber  apri tentu 
> akan 
> sangat bagus  untu membuat  informasi semakin simterik.
>
> Saat ini terkesan, masing-masing pros and cons kasus BC membenarkan 
> dirinya dengan argumentasinya. Misal, soal Marsilam. ada yang 
> mengatakan 
> sebagai staf penasihat Menkeu bersama Ma'rie Muhamad tetapi dokumen 
> rapat yang eboh itu lain dan Marislam sendiri berkata lain. Lihat 
> kehebatan IT di media dengan video pemberitaan yang bisa diakses oleh 
> publik.
>
> Yang pro Menkeu melihat dari sisi departemennya, maka kaeryawan dekeu 
> mendukung dan mengkritik politisi. Di sisi lain, politisi melihat 
> kasus 
> BC bukan hanya dari sisi depkeu tetapi dari ssisi kebikjaan 
> pemerintah 
> apakah sesuai dengan peraturan perundangan  atau tidak sejak  bank 
> tersebut merger hingga kasus bailout.
>
> Jadi, kalau saya melihat, transparansi itu adalah kunci dan semua 
> bisa 
> memaparkan kebenarannyam lewat web agar bisa diakses oleh publik dan 
> tidak perlu slndhat-slundhit di mail-list yang tertutup. Bukankah 
> semuanya akan menjadi terang benderang dan lebih mudah kalau semuanya 
> terbuka dan kita segera melangkah maju?
>
> Saya berharap, Munajata dan Shalawat Badar Gus Dur yang sering 
> duiputar 
> di TV bisa ditayangkan di Web sehingga publik bisa downloading. Di 
> Shalawat itu ada doa Gus Dur yang sangat kontekstual dengan situasi 
> pemerintahan dan masyarakat saat ini, yaitu:
>
> "Tuhan, kami bukan orang yang pantas di surga, namun kami bukan orang 
> yang tahan di api neraka. Maka, berilah kami kekuatan untuk bertobat 
> ......................................."
>
> Semoga doa inti dilantunkan oleh bangsa ini dan semoga kuasa Illahi 
> berkarya pada orang-orang pilihanNya untuk  membantu menyelematkan 
> negeri ini dari tangan-tangan  jahat  dan munafik.
>
>
>
>
>
> ------------------------------------
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>   
> ------------------------------------------------------------------------
>
>
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG - www.avg.com 
> Version: 9.0.725 / Virus Database: 270.14.124/2597 - Release Date: 01/02/10 
> 15:22:00
>
>   

Kirim email ke