Bambang Nurcahyo Prastowo wrote:

> Ada banyak distro dikembangkan perguruan-perguruan tinggi di Indonesia.
> Salah satu yang tertua adalah DD (Debian Depok) dari UI. Sekarang saya
> baru tahu ada juga Distro yang dikembangan tim TIK pemerintah daerah.
> Ini pemborosan resource. Tidak akan ada suatu perguruan tinggi
> menggunakan produk dengan brand name perguruan tinggi lain; tidak akan
> ada pemda menggunakan produk dengan brandname pemda lain.
> 
> Kalau ada yang tanya UGM pakai apa, saya jawab RedHat/CentOS di server
> dan Ubuntu di PC. Ugos, Bugos, Kuliax dsb adalah sarana teman-teman
> mengasah ketrampilan dan pemahaman yang mendalam tentang suatu distro.
> Tentu akan menjadi suatu prestasi luar biasa kalau distro yang
> dikembangan sendiri tersebut bisa mendapat tempat yang luas di
> masyarakat.
> 

Punten ...

Masalah terbesar adalah bagaimana memelihara yang sudah di'create' ini.
Dan itu membutuhkan visi yang kuat, malangnya saya terus terang masih 
sangsi dengan visi pemda-pemda kita terhadap gerakan open source, masih 
perlu dikuatkan terus menerus dan mendarah daging. Baru percaya bener 
kalau Pemda dengan serius mengalokasikan APBD nya dengan membuat semacam 
BUMD :)

Ayo dong para pemimpin ku yang punya dana dan power tunjukkan 'merah 
putih' mu  dengan distro mu ...
ayo merdeka !
(ops ... berarti sekarang belum merdeka dong ya, ... insyaALLAH amin !)

Tetap semangat !
Wassalaamu'alaikum wr.wb.
-- 
= Prihantoosa =

Kirim email ke