Pak Sis,
saya posting ya ke Notes di Facebook saya
di http://www.facebook.com/onno.w.purbo
terima kasih :)) ..
- Onno
On Thu, 11 Feb 2010, [email protected] wrote:
>
>
> e-voting, sebuah tamparan dari Bali
>
> Melihat e-voting di Jembrana Bali dan kesederhanaan
> penuturna dari Bupati Bali dan staf IT yang telihat,
> terbayang bagaimana kesajahaan itu membuahkan
> hasil yang ternilai.
>
> Bayangkan, lompatan tak terhingga, sebuha quantum leap
> bagi masyarakat pedesaan yang bahwakan pegang compi
> saja belum pernah namun didisain sebuah sistem yang
> memungkinkan siapa saja bisa melakukan proses voting
> secara elektronik secara sederhana. Bahkan dilakukan oleh
> orang-orang tua yang belum tentu bisa membaca dan
> menulis.
>
> Proses e-voting sederhana sekali, yaitu hanya terjadi dua
> tahap, yaitu verifikasi data dan voting dengan touch screen
> pada foto yang dipilih.
>
> Di verifikasi data, ini smartnya, KTP tinggal diletakkan diatas
> scanner da kemudian layar akan menjelaskan foto dan nama
> pemilih. Proses verifikasi ini saya yakin juga didata buka hanya
> untuk mengetahui keabsahan calon pemilih, juga untuk mendeteksi
> pengguinaan KTP yang tidak dikeluarkan atau dididsain oleh
> Kabupaten Jembrana untuk tujuan e-voting dengan menggunakan
> mungkin bar-code.
>
> Ini tentu saja bukan hanya akan membuat perkembangan bisa
> diikuti secara real time, tetapi juga verifikasi pemilih yang berhak.
> Hal ini dimungkinkan oleh wireless comunication system antara
> pusat-pusat informasi diseluruh kabupaten Jembrana untuk
> berkomunikasi data. Disain program saya yakin telah
> meperhitungkan satu KTP satu suara sehingga kehawatiran KTP
> atau pemilh double pasti tidak dimungkinkan tanpa proses yang
> sulit karena tidak mungkin seorang pemilih yang telah memilih
> di sebua tempat kemudian pergi ke tampat lain untuk memilih lagi.
> Petugas yang mengawasi dari jauh proses verifikasi yang dilakukan
> sendiri oleh pemilih pasti tahu atau system pasti sudah di disain untuk
> memberi tahu.
>
> Disain touch screen sungguh sebuah inovasi techno-sosial yang luar
> biasa. Sangat efektif dan efisien untuk menyelesaikan masalah
> IT devide bagi masyarakat Jembrana yang sebagian lanjut usia,
> tidak berpendidikan, sudah lanjut usia, namun berhak atas pemilihan.
>
> Teknologi touch screen dengan foto dan KTP scanner sungguh sebuah
> disain system yang pantas diacungi jempol. Apalagi, pemilu kemarin
> kita baru saja disuguhi tontonan tidak mutu dengan amburadulnya
> DPT dan DPS. Bahkan , berita menyesakkan dada, pilkada di Jatim
> pun, yang pemilu lalu bermasalah dengan DPT hingga Kapoldanya
> dipanggil ke Mabes seperti penjelasan Deni Indrayana staf khusus
> Presiden dalam acara debat di TV One, masih bermasalah dengan
> DPS. Seakan tidak berkaca kepada pengalaman masa lalau dan
> tidak ada proses pembelajaran kepada pengalaman.
>
> Kabupaten Jembrana dengan segala kesederhaan dan kerendahan
> hatinya, termasuk keterbatasan anggarannya, mampu membuat
> sebuah terobosan luar biasa bagi kemajuan negeri yang layak
> diangkat di tingkat dunia. Seakan menyindir pemilu yang
> menghabiskan dana puluhan trilyun namun IT nya tampak segan
> untuk unjuk diri.
>
> Apa yang terjadi dengan kabupaten Jembrana seakan menampar
> realita bernegara. e-voting tidak diakui karena peraturan mengatur
> pemilu yang sah adalah di coblos atau di conrtreng.......; gedubraaakak !!!
>
> Indonesiana !!! segala hal bisa terjadi
>
> Maka, jangan pernah berpikir atau melihat daerah hanya dari Jakarta.
> Lihatlah pula kiprah para BUPATI BUKAN BIASA di Kick Andy dan
> bandingkan dengan keangkuhan serta kejumawaaan para penguasa
> negeri seakan merekalh yang paling ............ hingga sebuah kemajuan
> peradaban pun tidak diakui dan harus melalui Judicial Review.
>
>
>
>
>
>
>
>