--- In [email protected], "hnoe...@..." <hnoe...@...> wrote:
>
> Terima kasih Pak Wibi,
> 
> Perlu saya tambahkan, dalam mencari solusi i-Gov (integrated e-Gov) kita 
> perlu memperhatikan faktor effektifitas asset dan investasi baru dan 
> biaya besar untuk melaksanakan manajemen perubahan agar layanan publik 
> tidak terganggu. 

benar sekali pak, konsepnya: leveraging infrastructure
mendaya gunakan seoptimal mungkin apa yang tersedia

> Dari apa yang saya sudah ketahui dalam terapan integrasi e-gov untuk 
> kesinambunan layanan yang telah dilaksanakan beberapa kementerian - 
> lembaga, ternyata banyak alternatif solusi IT yang bisa dipergunakan, 
> mirip apa yang dilakukan search engine yang bisa mengakses sistem apapun 
> dimanapun berada. 

search engine bisa demikian karena pattern base nya adalah read only
sedangkan pattern base pada platform adalah n-tier transact
agak sedikit beda tapi saya dapat memahami maksudnya

> Kondisi tersebut menyebabkanportal eGov tidak lagi 
> menjadi platform untuk pembentukan sistem pendukung yang terintegrasi 
> tetapi justru menjadi jembatan penyambung antar sistem lama yang sudah 
> ada dan antar pengguna.
> 

sebenarnya portal itu sendiri termasuk dalam kategori web 1.0 
bukan dalam kategori web 2.0, sementara kebutuhan kolaborasi dan 
interoprabilitas dalam integrated e-gov menuntut pendekatan web 2.0  sehingga 
portal memang tidak sesuai untuk dijadikan model integrated e-gov

mungkin untuk lebih jelas gambaran tentang bagaimana teknologi web 2.0 
dijadikan sebagai platform e-gov bisa dibaca article berikut:

http://techcrunch.com/2009/09/04/gov-20-its-all-about-the-platform/

> Perlu diketahui, Senin kemarin saya menghadiri rapat di suatu 
> Kementrian, yang sudah mulai membuat rencana jangka pendek untuk dapat 
> mengintegrasikan seluruh database yang datanya hasil dari seluruh pulau2 
> sistem aplikasi, dimana mereka selama 2 tahun ini telah menyambung 
> layanan anttar pulau2 sistem yang dimiliki untuk dientegrasikan dalam 
> satu rangkaian otomasi proses layanan antar sistem berbasis web. 
> Sehingga setelah sebagian layanan beberapa direktorat berhasil 
> integrasikan dengan fasilitas Web, sehingga mereka mampu menghapus tatap 
> muka pejabat dengan publik (layanan hanya dilaksanakan oleh service 
> assistant di front office, maka sekarang informasi yang sudah dihimpun 
> mulai di tertibkan dan di integrasikan dengan solusi Database management.
> 

menarik sekali keterangannya, dimana saya bisa melihat live websitenya? dan 
kalau mungkin apakah bisa dishare diagram arsitekturnya?

trims

- wibi
twitter.com/sastrodiwiryo
facebook.com/gov2indonesia

Kirim email ke