Suatu ketika dimalam hari, di kota tercinta, jalan-jalan bersama keluarga
sambil mencari makam malam.

Sesampainya di tengah kota, kami terheran-heran dengan suasana kota yang
lengang, tidak ada satu pun penjual makanan disana.

Sempat berputar-putar mencari lokasi (kawasan GOR, alun-alun, taman kota)
yang biasanya terdapat banyak penjual makanan. Namun ternyata tidak juga
ketemu. Akhirnya kami sekeluarga makan di restoran, padahal sudah
mengharapkan makan wader dengan sambel uleknya yg pedes segarrrr..

 

Keesokan harinya dengan rasa penasaran, tidak sengaja bertemu dengan seorang
penjual sate padang langganan keluarga kami. Saya pun bertanya mengapa
kemaren tidak berjualan. Jawaban dari sang bapak penjual, membuat saya
terkejut dan kesal.

"Maaf pak, kami dilarang berjualan selama 2 hari. Kata petugas satpol, akan
ada juri lomba ADIPURA!"..Ha ?

 

Seperti inikah pejabat kita berpikir, hareee gini ? masih akal-akalan juga ?
tidak heran kalo pedagang juga akal-akalan dengan satpol PP..bukankah
pejabat seharusnya berpikir secara terencana, terprogram, mengajarkan
pedagang utk menjaga kebersihan, mengatur berjualan dengan baik dan benar ?

 

Memang akhirnya, Kota Ku dapat ADIPURA. Keesokannya piala diarak keliling
kota, diliput Koran. Waduh bangganya sang pemimpin, terlihat wajahnya di
atas mobil terbuka....

 

Dalam hati saya, kebanggan sesaat yang penuh dengan akal2an
semata..sepatutnya pemimpin yg dipercaya, apalagi mempunyai tingkat
pendidikan yg tinggi, malu jika mendapatkan penghargaan dgn cara akal2n..

 

Saat ini, kotaku, kembali dipenuhi dengan penjual makanan, macet lagi tiap
malam, parkir tidak beraturan..

 

Bagaimana pendapat teman2 ?

 

Kirim email ke