Lha kalau tidak diberitahu...., nanti ngga bisa 'Pura-pura' dapat 
Penghargaan... :D

Sulzer Jusman


***CONFIDENTIALITY NOTICE*** 
This e-mail is intended for the sole use of the individual(s) to whom it is 
addressed, and may contain information that is privileged, confidential and 
exempt from disclosure under applicable law. You are hereby notified that any 
dissemination, duplication, or distribution of this transmission by someone 
other than the intended addressee or its designated agent is strictly 
prohibited. If you receive this e-mail in error, please notify me immediately 
by replying to this e-mail.

--- On Thu, 6/17/10, Noor Aflah <[email protected]> wrote:


From: Noor Aflah <[email protected]>
Subject: Re: [eGovIndonesia] Pejabat mengajari masyarakat untuk "akal-akalan"
To: [email protected]
Date: Thursday, June 17, 2010, 9:11 PM


  



Saya juga heran. Kenapa tim penilai adipura kalo mau menilai mesti kasih tau ke 
pejabat lokal? Hmm... Adipura apa adipura-pura?



From: "James F. Tomasouw" <ja...@egovernment- institute. com> 
Sender: egov-indonesia@ yahoogroups. com 
Date: Thu, 17 Jun 2010 11:21:24 +0700
To: <egov-indonesia@ yahoogroups. com>
ReplyTo: egov-indonesia@ yahoogroups. com 
Cc: <technomedia@ yahoogroups. com>
Subject: [eGovIndonesia] Pejabat mengajari masyarakat untuk "akal-akalan"



Suatu ketika dimalam hari, di kota tercinta, jalan-jalan bersama keluarga 
sambil mencari makam malam.
Sesampainya di tengah kota, kami terheran-heran dengan suasana kota yang 
lengang, tidak ada satu pun penjual makanan disana.
Sempat berputar-putar mencari lokasi (kawasan GOR, alun-alun, taman kota) yang 
biasanya terdapat banyak penjual makanan. Namun ternyata tidak juga ketemu. 
Akhirnya kami sekeluarga makan di restoran, padahal sudah mengharapkan makan 
wader dengan sambel uleknya yg pedes segarrrr……
 
Keesokan harinya dengan rasa penasaran, tidak sengaja bertemu dengan seorang 
penjual sate padang langganan keluarga kami. Saya pun bertanya mengapa kemaren 
tidak berjualan. Jawaban dari sang bapak penjual, membuat saya terkejut dan 
kesal.
“Maaf pak, kami dilarang berjualan selama 2 hari. Kata petugas satpol, akan ada 
juri lomba ADIPURA!”……Ha ?
 
Seperti inikah pejabat kita berpikir, hareee gini ? masih akal-akalan juga ? 
tidak heran kalo pedagang juga akal-akalan dengan satpol PP……bukankah pejabat 
seharusnya berpikir secara terencana, terprogram, mengajarkan pedagang utk 
menjaga kebersihan, mengatur berjualan dengan baik dan benar ?
 
Memang akhirnya, Kota Ku dapat ADIPURA. Keesokannya piala diarak keliling kota, 
diliput Koran. Waduh bangganya sang pemimpin, terlihat wajahnya di atas mobil 
terbuka……..
 
Dalam hati saya, kebanggan sesaat yang penuh dengan akal2an semata….sepatutnya 
pemimpin yg dipercaya, apalagi mempunyai tingkat pendidikan yg tinggi, malu 
jika mendapatkan penghargaan dgn cara akal2n……
 
Saat ini, kotaku, kembali dipenuhi dengan penjual makanan, macet lagi tiap 
malam, parkir tidak beraturan….
 
Bagaimana pendapat teman2 ?
 








      

Kirim email ke