Yth Pak James,
Ini dampak cara berpikir yang salah dari pimpinan, karena banyak 
pemimpin yang besar bukan karena menjadi pemerhati yang baik atau 
pemimpin yang baik, tetapi karena kesempatan politik yang menjadi 
peluang langsung naik keatas. Kita bisa bayangkan apa yang pernah saya 
tahu, seorang mantan tetangga saya yang bertahun2 pekerjaan utama 
menjadi Bapak rumah tangga sampai anaknya besar, karena yang menjadi 
pencari upah dan memenuhi biaya rumah tangga adalah istrinya, mendadak 
terpilih oleh rakyat menjadi anggauta legislatif, dan suatu saat tidak 
lama setelah dia terpilih, saya lihat di TV dia sedang menegur dan 
mengajari bagaimana harus bertindak kepasa seorang menteri yang dikenal 
sangat pandai dan merupakan birokrat yang dikenal kinerjanya.

Untuk tambahan daerah yang PKLnya tertib seperti yang saya jumpai,
Suatu saat di era tahun 80an, saya sempat lebih dari satu minggu 
berlibur santai di rumah kerabat yang bertugas di negara tetangga.
setiap pagi dan sore hari saya suka berjalan keliling, saya perhatikan 
PKLnya yang ada hanya pedagang makanan dan tertib sekali, dan pagi 
dengan sore dilokasi yang sama pedagangnya beda, siang hari sepi di kali 
lima, pedagang makanan ternyata ada di lokasi parkir tertentu disekitar 
perkantoran atau pertokoan, tertata rapi..
akhirnya saya survey sambil wisata kuliner, ternyata hasilnya:
- lokasi kaki lima yang boleh digunakan pedagang telah ditentukan oleh 
pemerintah setempat, ternyata memang lokasi tersebut ada tanda garis dan 
lubang beton yang bila tutupnya dibuka ada pipa jalur buang air kotor 
dan air bersih.
- Lokasi tersebut dipergunakan dengan permit / licence berbayar untuk 
eriode tertentu dan ditetapkan jam beroperasi tertentu yang dipilih, 
pagi antara subuh hingga jam 9, dan sore antara jam 4 hingga jam 9 malam.
- Pedagang yang boleh berjualan adalah mereka yang resmi merupakan 
penduduk tempatan dilokasi tempat berdagang, diawasi oleh pengendali 
lingkungan tidak boleh ada pendatang atau bukan mukimin setempat, dan 
gerobak dan alatnya harus dibawa pulang bila tidak berjualan.
- padagang harus bertanggung jawab lokasi bersih saat ditinggalkan.
- hal lain yang saya peroleh, ternyata pedagang kaki lima .tersebut 
diawasi oleh masyarakat hingga penyediaan tissue, tidak boleh pakai 
tussue WC / roll bisa didenda dan sangksi tidak boleh lagi berdagang.
- Lokasi makan di area perkantoran memeng di manage oleh sekelompok 
pedagang tempatan, mereka bersama menyiapkan tempat tidak permanen hanya 
saat jam makan seperti food court secara bersama2, pedagang yang hanya 
orang tempatan, bersih setelah makan siang atau malam kembali jadi areal 
parkir.
- Lokasi pedagang non makanan memang disediakan dalam tenda tertata rapi 
si area tertentu, namun juga hanya boleh digunakan pada jam tertentu saja.

Hal lain, yang saya jumpai pada hari sabtu minggu jam 4 hingga jam 9 
pagi ada jalan lingkungan yang ditutup untuk berdagang, yang boleh 
diperdagangkan hanya hasil pertanian dan kebun rumahan, dimana 
pedagangnya adalah petani yang menanamnya sendiri, tidak ada pedagang 
yang boleh ikut berjualan. Upaya ini di koordinasikan oleh kelompok 
petani, untuk mengurangi selsih harga yang sangat besar antara petani 
dan pembeli akhir, akibat penguasaan pasar oleh para pedagang. sehingga 
dengan adanya pasar kaget tersebut maka petani dan pembeli akhir sama2 
diuntungkan dan dominasi para makelar pasar dapat dkurangi.

Silahkan ditambah, contoh2 agar rekan 2 eGov yang punya kesempatan 
memimpin bisa mempunyai referensi contog menata PKL yang baik dan 
meguntungkan bagi masyarakat.

Wass.
Hari

On 6/17/2010 11:21 AM, James F. Tomasouw wrote:
>
> Suatu ketika dimalam hari, di kota tercinta, jalan-jalan bersama 
> keluarga sambil mencari makam malam.
>
> Sesampainya di tengah kota, kami terheran-heran dengan suasana kota 
> yang lengang, tidak ada satu pun penjual makanan disana.
>
> Sempat berputar-putar mencari lokasi (kawasan GOR, alun-alun, taman 
> kota) yang biasanya terdapat banyak penjual makanan. Namun ternyata 
> tidak juga ketemu. Akhirnya kami sekeluarga makan di restoran, padahal 
> sudah mengharapkan makan wader dengan sambel uleknya yg pedes segarrrr……
>
> Keesokan harinya dengan rasa penasaran, tidak sengaja bertemu dengan 
> seorang penjual sate padang langganan keluarga kami. Saya pun bertanya 
> mengapa kemaren tidak berjualan. Jawaban dari sang bapak penjual, 
> membuat saya terkejut dan kesal.
>
> “Maaf pak, kami dilarang berjualan selama 2 hari. Kata petugas satpol, 
> akan ada juri lomba ADIPURA!”……Ha ?
>
> Seperti inikah pejabat kita berpikir, hareee gini ? masih akal-akalan 
> juga ? tidak heran kalo pedagang juga akal-akalan dengan satpol 
> PP……bukankah pejabat seharusnya berpikir secara terencana, terprogram, 
> mengajarkan pedagang utk menjaga kebersihan, mengatur berjualan dengan 
> baik dan benar ?
>
> Memang akhirnya, Kota Ku dapat ADIPURA. Keesokannya piala diarak 
> keliling kota, diliput Koran. Waduh bangganya sang pemimpin, terlihat 
> wajahnya di atas mobil terbuka……..
>
> Dalam hati saya, kebanggan sesaat yang penuh dengan akal2an 
> semata….sepatutnya pemimpin yg dipercaya, apalagi mempunyai tingkat 
> pendidikan yg tinggi, malu jika mendapatkan penghargaan dgn cara akal2n……
>
> Saat ini, kotaku, kembali dipenuhi dengan penjual makanan, macet lagi 
> tiap malam, parkir tidak beraturan….
>
> Bagaimana pendapat teman2 ?
>
> 
>
>
>
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG - www.avg.com
> Version: 9.0.829 / Virus Database: 271.1.1/2942 - Release Date: 06/17/10 
> 01:35:00
>
>    


------------------------------------

http://www.egovindonesia.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke