Waalaikumsalam wr.wb.
Mas Nung,
Masalah blockir yang muncul saat ini terhadap provider yang berbeda 
negara terjadi sebagai dampak kewajiban negara melindungi warganya dan 
melindungi kepentingan negaranya.
Masalah block akses hosting antar negara yang terjadi di timur tengah 
adalah hal yang mencuat dimedia, sementara blokir tersebut sebenarnya 
sudah lama terjadi di beberapa negara termasuk di Indonesia, antara lain 
untuk mencegah terjadinya penjajahan ekonomi melalui informasi, keamanan 
rahasia bisnis dan rahasia negara, dan banyak hal lain yang tidak bisa 
dijangkau dengan hukum yang berlaku di negara pengguna fasilitas tersebut.
Masalah bahasan tentang penyadapan di media, menurut pendapat saya hanya 
pengalihan issue dari perlindungan konsumen menjadi issue politik, 
karena meski di Indonesia bukan berarti pemerintah bebas bisa menyadap 
tanpa jejak hukum dan tanpa dasar hukum, Justru bila jasa tersebut di 
selenggarakan di Indonesia maka bila terjadi sesuatu negara bisa 
melakukan tindakan yang bisa melindungi bangsanya.

Menurut pendapat saya, siapapun pengusaha yang mau cari makan dan 
mendulang sebagian dari isi kocek warga negara Indonesia yang jumlah dan 
omzetnya sangat besar harus bersedia menjalankan kegiatannya dengan 
hukum yang berlaku di Indonesia.
Sayang sampai hari ini faktanya ditunjukkan oleh indikasi RIM masih 
bebas beroperasi di Indonesia tanpa ada tindakan negara untuk melindungi 
kedaulatan bangsa dan warganya.
Beberapa lembaga negara justru mempegunakan jasa RIM untuk 
mengkomunikasikan hal yang bersifat rahasia negara.

Kita bisa melakukan hal yang lebih baik bagi bangsa dan negara untuk 
mempergunakan sarana sejenis yang jasanya sudah tersedia secara lokal 
dengan sarana dan tarif lebih murah dan tidak berbeda fasilitasnya, 
tanpa harus tergantung kepada RIM.
Wass.
HSn

On 8/9/2010 1:00 PM, si Nung wrote:
>
> assalamu 'alaikum,
>
> membaca potongan berita di kompas sbb :
> "
> Segala jenis data yang dikirim menggunakan layanan
> BlackBerry terenskripsi atau dikunci oleh penyedia
> layanannya, yaitu Research in Motion Ltd (RIM). Kunci
> data ini hanya bisa dibuka oleh RIM yang berpusat di Kanada.
>
> Jika Pemerintah Indonesia ingin mengakses atau
> menyadap data yang dikirim lewat BlackBerry,
> Pemerintah RI harus meminta terlebih dahulu kepada
> Pemerintah Kanada. Pemerintah Kanada-lah yang
> selanjutnya akan meneruskan permintaan tersebut
> kepada RIM. Data pun akan diserahkan RIM lewat
> Pemerintah Kanada kepada Indonesia.
> "
>
> sekilas,
> yg dipermasalahkan adalah adanya enkripsi pada perangkat 
> telekomunikasi (cmiiw),
> sehingga timbul pertanyaan seperti subject email :)
>
> enkripsi dilarang atau boleh di Indonesia ?
>
> demikian,
> terima kasih atas pencerahan bapak/ibu/sdr/sdri
>
> wassalamu 'alaikum
>
> sinung
>
> ref :
> http://tekno.kompas.com/read/2010/08/05/0428043/Waspadai.Kejahatan.Melalui.BlackBerry
> http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg07165.html
>
> /*-sig-
>
> Argumen yang aneh,
> karena video itu jelas-jelas menunjukkan pasukan Israel menyerbu kapal.
> Mana ada pasukan menyerbu lalu tiba-tiba mengaku membela diri.
>
> http://idiotnesia.com/2010/06/03/kisah-keoknya-pasukan-komando-israel/
>
> -sig-*/
>
> 


------------------------------------

http://www.egovindonesia.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke