Saya tertarik dengan perdebatan mengenai isu pemblokiran BlackBerry (BB). Yang 
menarik bagi saya bukan soal pemblokiran itu sendiri, tetapi sudah mulai 
sadarnya beberapa pihak tentang pentingnya pengamanan informasi negara. 

Belakangan ini, secara tidak sadar, banyak pejabat kita yang menggunakan BB, 
tanpa tahu konsekuensi keamanannya bagi kepentingan negara. Padahal, negara 
maju seperti Singapura, yang sangat "melek" teknologi informasi, telah lama 
melarang pegawai publik untuk menggunakan BB.

Anehnya, lembaga negara yang tugasnya mendalami ini, seperti Lembaga Sandi 
Negara, saya lihat belum mengeluarkan statement bahayanya penggunaan BB bagi 
keamanan negara. Pejabat negara sekelas Presiden pun bisa 
"berlenggang-kanggung" bersama dengan staf intinya, termasuk para menteri dan 
staf khusus, menggunakan BB. Begitu juga saya lihat komunikasi di teman-teman 
Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).

Dari dulu saya sempat bertanya, apakah ada yang salah dengan Lembaga Sandi 
Negara? Mestinya, merekalah yang paling kompeten berbicara tentang aspek 
keamanan negara pada penggunaan BB. Karena itu, adalah percuma saja kita 
membuat aturan pengamanan fisik yang ketat bagi komunikasi Kepala Negara, 
sementara penggunaan BB tidak dikendalikan dengan ketat.

Jadi, apakah Anda masih ingin terus membocorkan rahasia negara kita ke negara 
lain? Gunakanlah BB!

--- In [email protected], Sulzer <sulz...@...> wrote:
>
> Kalau mereka ngga mau kompromi mengenai Kedaulatan kita..., jangan 
> khawatir..., Pemerintah Kanada masih akan melalui rintangan membuka Enkripsi 
> konten komunikasi remaja-remaja kita....  :D
>  
> Mau belajar Ilmu Sandi Terapan dari Remaja-remaja kita?
>  
> cXnK qMoh tO cKiDnAAAAaaaAaAaaaa……  (Sayang kamu tau sakitnya....)
> m_tHa apOn YoH……………(Minta ampun ya)
> qoH tLuZ”aN uCHA bWaD tTeP qEqEUh cXnK qMo……….(Aku terus terusan 
> berusaha buat tetep kekeuh sayang kamu)
> bUD….. (But)
> cIa” adJA………………… (Sia sia aja)
> 
> Sumber: 
> http://www.magnagiga.co.cc/2009/11/tentang-alay-dan-gaya-menulisnya.html
> 
>  
> Setelah BB, FB, YM, dll, bagaimana dengan Koran-koran, Majalah Business Kita 
> yang mengumbar Data-data dan persepsi Perekonomian, Teknologi dan potensi SDM 
> kita, yang sangat mudah didapat di Luar Negeri...??
>  
> Bagaimana dengan Informasi Online tentang Emiten di Bursa Saham kita...?
> Bagaimana dengan Koran-koran Online kita?? 
> Bagaimana dengan Website-website Bisnis, Sosial dan Pribadi masyarakat?
>  
> Yth Bapak-Bapak/Ibu-Ibu,
> Kedaulatan Informasi yang inklusif di zaman Internet dan Keterbukaan 
> Informasi, rasanya sebuah kemunduran bagi kita...
> Menurut Saya, yang lebih penting adalah; bagaimana supaya kita dapat manfaat 
> Resiprokal dari proses pemberian-permintaan Informasi diantara kita sebagai 
> Penduduk Dunia.
> Bukankah semua dari kita masih ingin berdiri diantara Dunia Nyata dan 
> Cyber..??
>  
> Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan ini.
> Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
>  
> Salam,
> Sulzer Jusman
> 
> 
> ***CONFIDENTIALITY NOTICE*** 
> This e-mail is intended for the sole use of the individual(s) to whom it is 
> addressed, and may contain information that is privileged, confidential and 
> exempt from disclosure under applicable law. You are hereby notified that any 
> dissemination, duplication, or distribution of this transmission by someone 
> other than the intended addressee or its designated agent is strictly 
> prohibited. If you receive this e-mail in error, please notify me immediately 
> by replying to this e-mail.
> 
> --- On Mon, 8/9/10, Ibenk <iben...@...> wrote:
> 
> 
> From: Ibenk <iben...@...>
> Subject: Re: [eGovIndonesia] enkripsi dilarang atau boleh di Indonesia ?
> To: [email protected]
> Date: Monday, August 9, 2010, 5:01 PM
> 
> 
>   
> 
> 
> 
> Yth. Bapak2 yang berbahagia,
> 
> 
> Kelihatannya kita sepakat dengan semangat 'Menjaga Kedaulatan Informasi 
> NKRI'. Kelihatannya memang akan seperti simalakama. Kuncinya adalah jangan 
> sampai informasi atau segala hal privasi publik dan negara dikuasai pihak 
> asing. 
> Yang masih menjadi ganjalan adalah, sedalam apa asing akan bisa menguasai 
> informasi bangsa ini melalui teknologi yang memudahkan hidup manusia?
> Bila kita menuntut BB membangun DC di Indonesia, sejauh mana pemerintah atau 
> pihak yang berwenang dapat mengontrol bahwa informasi-informasi yang berjalan 
> melalui DC tsb tidak digunakan untuk kepentingan yang tidak sehat, seperti 
> mulai dari pencurian ide2 hingga spionase berbalut konten gratisan yang keren 
> ala BB, FB, dll. Bila saya adalah dalang (misalnya memang demikian) spionase 
> berbalut BB, maka adalah uang receh untuk sekedar membangun DC di Indonesia. 
> Yang penting adalah saya masih menguasai kedaulatan informasi bangsa 
> Nusantara ini. 
> Mohon pencerahan Bapak2/Ibu2 yang berbahagia. Thanks
> 
> 
> Sukses selalu,
> Ibenk
> 
> 
> 
> On Aug 9, 2010, at 4:47 PM, hnoe...@indonet wrote:
> 
> 
>   
> 
> Sepakat mas Bambang,
> Selain jangan sampai kita di jajah negara lain melalui penguasaan 
> informasi, kita juga perlu menjaga jangan sampai Indonesia ikut2an untuk 
> menjadi negara otoriter yang tidak demokratis seperti amerika , cina, 
> rusia, burma, inggris dan beberapa negara yang semuanya berkedok negara 
> demokrasi, yang secara nyata mengekang kebebasan individu & privasi 
> dengan mengendalikan , mengawasi dan menyadap semua komunikasi pribadi 
> dan usaha tertentu secara bebas berdasar undang2, yang dilaksanakan 
> dengan segala cara untuk memonitor semua komunikasi internal dan 
> external yang terhubung dengan negara tersebut.
> 
> On 8/9/2010 4:02 PM, Bambang Nurcahyo Prastowo wrote:
> >
> > On Mon, 2010-08-09 at 13:00 +0700, si Nung wrote:
> >
> >> Segala jenis data yang dikirim menggunakan layanan
> >> BlackBerry terenskripsi atau dikunci oleh penyedia
> >> layanannya, yaitu Research in Motion Ltd (RIM). Kunci
> >> data ini hanya bisa dibuka oleh RIM yang berpusat di Kanada.
> > Yang menjadi persoalan adalah terakumulasinya content komunikasi 
> > privat warga Indonesia di yahoomail, yaho messenger, gmail, bb 
> > messenger. Sebaiknya pemerintah memang tidak perlu tahu komunikasi 
> > privasi warganya. Celakanya justru agen asing yang menguasai akumulasi 
> > content komunikasi privat itu. BB menempati posisi unik dalam bisnis 
> > penguasaan content komuniasi privat ini karena mampu menarik hati para 
> > usernya sehingga rela menyerahkan userid dan password email mereka, 
> > termasuk email domain .id mereka. Selain itu, BB (dan operator opera 
> > mini) memanfaatkan teknologi proxy kompresi akses web untuk 
> > mengakumulasi komunikasi web juga.
> >
> > Apakah pengguna BB dan Opera Mini sadar kalau akses web mereka melalui 
> > server operator di luar sana? Ini termasuk akses ke sistem-sistem 
> > informasi berbasis web yang melibatkan entry userid dan password.
> >
> > Wassalamualaikum,
> > Bambang Prastowo
> > Attend World Conference on Science, Education and Culture: Local 
> > Wisdom Inspiring Global Solutions. For more information, visit 
> > http://wisdom. ugm.ac.id/
> >
>


Kirim email ke