Yth. Bapak2 yang berbahagia, Kelihatannya kita sepakat dengan semangat 'Menjaga Kedaulatan Informasi NKRI'. Kelihatannya memang akan seperti simalakama. Kuncinya adalah jangan sampai informasi atau segala hal privasi publik dan negara dikuasai pihak asing. Yang masih menjadi ganjalan adalah, sedalam apa asing akan bisa menguasai informasi bangsa ini melalui teknologi yang memudahkan hidup manusia? Bila kita menuntut BB membangun DC di Indonesia, sejauh mana pemerintah atau pihak yang berwenang dapat mengontrol bahwa informasi-informasi yang berjalan melalui DC tsb tidak digunakan untuk kepentingan yang tidak sehat, seperti mulai dari pencurian ide2 hingga spionase berbalut konten gratisan yang keren ala BB, FB, dll. Bila saya adalah dalang (misalnya memang demikian) spionase berbalut BB, maka adalah uang receh untuk sekedar membangun DC di Indonesia. Yang penting adalah saya masih menguasai kedaulatan informasi bangsa Nusantara ini. Mohon pencerahan Bapak2/Ibu2 yang berbahagia. Thanks
Sukses selalu, Ibenk On Aug 9, 2010, at 4:47 PM, hnoe...@indonet wrote: > Sepakat mas Bambang, > Selain jangan sampai kita di jajah negara lain melalui penguasaan > informasi, kita juga perlu menjaga jangan sampai Indonesia ikut2an untuk > menjadi negara otoriter yang tidak demokratis seperti amerika , cina, > rusia, burma, inggris dan beberapa negara yang semuanya berkedok negara > demokrasi, yang secara nyata mengekang kebebasan individu & privasi > dengan mengendalikan , mengawasi dan menyadap semua komunikasi pribadi > dan usaha tertentu secara bebas berdasar undang2, yang dilaksanakan > dengan segala cara untuk memonitor semua komunikasi internal dan > external yang terhubung dengan negara tersebut. > > On 8/9/2010 4:02 PM, Bambang Nurcahyo Prastowo wrote: > > > > On Mon, 2010-08-09 at 13:00 +0700, si Nung wrote: > > > >> Segala jenis data yang dikirim menggunakan layanan > >> BlackBerry terenskripsi atau dikunci oleh penyedia > >> layanannya, yaitu Research in Motion Ltd (RIM). Kunci > >> data ini hanya bisa dibuka oleh RIM yang berpusat di Kanada. > > Yang menjadi persoalan adalah terakumulasinya content komunikasi > > privat warga Indonesia di yahoomail, yaho messenger, gmail, bb > > messenger. Sebaiknya pemerintah memang tidak perlu tahu komunikasi > > privasi warganya. Celakanya justru agen asing yang menguasai akumulasi > > content komunikasi privat itu. BB menempati posisi unik dalam bisnis > > penguasaan content komuniasi privat ini karena mampu menarik hati para > > usernya sehingga rela menyerahkan userid dan password email mereka, > > termasuk email domain .id mereka. Selain itu, BB (dan operator opera > > mini) memanfaatkan teknologi proxy kompresi akses web untuk > > mengakumulasi komunikasi web juga. > > > > Apakah pengguna BB dan Opera Mini sadar kalau akses web mereka melalui > > server operator di luar sana? Ini termasuk akses ke sistem-sistem > > informasi berbasis web yang melibatkan entry userid dan password. > > > > Wassalamualaikum, > > Bambang Prastowo > > Attend World Conference on Science, Education and Culture: Local > > Wisdom Inspiring Global Solutions. For more information, visit > > http://wisdom.ugm.ac.id/ > > >
