KETERPURUKAN ekonomi Amerika Serikat (AS) yang diikuti beberapa negara maju seperti Inggris dan Eropa bisa menjadi salah satu bukti bahwa sistem ekonomi kapitalis yang selama ini diagung-agungkan telah diragukan keampuhannya.
Seperti yang terjadi di Rusia dengan sistem komunisnya. Hal ini berawal dari krisis kredit perumahan berisiko tinggi (subprime mortgage) di AS yang menyebabkan sektor finansial mereka morat-marit. Sejumlah aktivitas ekonomi pun hampir lumpuh. Penjualan sektor perumahan menurun drastis begitu pula dengan produksi manufaktur yang kini secara massal mengurangi jumlah produksi dan merumahkan sebagian karyawannya agar dapat terus mempertahankan roda usahanya. Dua simbol raja kapitalisme AS yaitu Citigroup dan Merrill Lynch mau tidak mau harus menerima suntikan modal dari sejumlah perusahaan investasi di Asia dan Timur Tengah. Hal ini terjadi setelah raksasa korporasi finansial tersebut mencatatkan kerugian cukup besar akibat sejumlah aset yang terkena dampak subprime. Belum lagi, kerugian bursa global yang mencapai triliunan dolar AS akibat krisis tersebut. Terpuruknya ekonomi AS yang berimbas pada sejumlah negara maju lainnya otomatis akan berdampak juga pada negara-negara yang ekonominya bergantung kepada negara maju. Misalnya India dan China. Hal ini mengindikasikan seluruh negara di dunia juga akan berpotensi menghadapi krisis seperti di AS tanpa terkecuali baik yang menganut sistem kapitalis ataupun tidak. Namun, menurut Kazi Mahmood dalam artikelnya yang berjudul Revive the Islamic Economy menyebutkan pengecualian bagi negara muslim. Menurutnya Islam memiliki sistem tersendiri bagaimana membangun dan menjaga level pertumbuhan ekonominya. Dia menjelaskan sistem ekonomi Islam didasarkan pada kemampuan sebuah negara menjamin tiga kebutuhan pokok masyarakatnya. "Pemerintah harus menjamin tempat tinggal setiap warga negaranya, menjamin tersedianya lapangan pekerjaan, dan pemerintah diwajibkan bersikap transparan dalam menjalankan aktivitas ekonominya" papar artikel tersebut. Selain itu, faktor fundamental lain khususnya di sektor finansial dari sistem ekonomi yang mengacu pada tuntunan ayat suci Al- Qur'an dan Hadist adalah tidak adanya penetapan suku bunga. Dalam kondisi apapun, penetapan suku bunga tidak dibenarkan dalam sistem ini. Penetapan suku bunga inilah yang menyebabkan terpuruknya negara pemeluk sistem kapitalis—terutama AS yang mengalami krisis kredit macet akibat para nasabahnya tidak mampu membayar jumlah tagihan dengan suku bunga tinggi. Bahkan kebanyakan dari jumlah tagihan mereka lebih besar dibanding yang dipinjamnya. Hal ini terjadi karena mereka diwajibkan membayarkan bunga cicilan setiap bulan. Sementara,dalam sistem Islam ada yang dinamakan dengan Baitul Maal, yang secara harfiah berarti Rumah Uang. Aktivitas keuangan yang dilakukan kurang lebih sama dengan bank lainnya. Institusi ini biasanya dijalankan dan berada dalam pengawasan pemerintah. Bagi mereka yang berniat meminjam uang, mereka dapat datang ke Baitul Maal ini. Mereka tidak akan dikenakan bunga dan sistem pengembaliannya disebut dengan sistem bagi hasil. Tidak seperti yang lain,Islam tidak membebankan pajak baik secara individu maupun korporasi dalam skala kecil ataupun besar. Mereka hanya diwajibkan menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk zakat. Zakat tersebut biasanya dikumpulkan melalui Baitul Maal.Nantinya jumlah zakat yang terkumpul akan diredistribusikan kepada pemerintah untuk kepentingan pembangunan dan berujung bagi kesejahteraan warga. Pembangunan di sektor perumahan, jalan, dan perkantoran berada di bawah pengawasan pemerintah. Merekalah yang bertanggung jawab terhadap kontrak kerja sama baik dengan swasta maupun BUMN dalam proyek tersebut. Sedangkan untuk penyediaan lapangan pekerjaan merupakan tanggung jawab pemerintah.Bukan berarti pihak swasta tidak berhak memegang peranan, mereka juga diizinkan membuka lapangan pekerjaan. Selain itu, transparansi juga menjadi pertimbangan utama dalam menjalankan pemerintahan. Hal ini untuk menghindari korupsi serta penyimpangan lainnya. Akankah sistem ekonomi syariah ini dapat menjadi alternatif untuk mengatasi keterpurukan ekonomi yang telah menjalar ke seluruh di dunia?. (amailia ph) http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ekonomi-bisnis/sistem-ekonom\ i-islam-jadi-alternatif-menghindari-k-2.html <http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ekonomi-bisnis/sistem-ekono\ mi-islam-jadi-alternatif-menghindari-k-2.html> Sabtu, 16/02/2008 [Non-text portions of this message have been removed]
