kalo negara2 yg sudah menjalankan sistem ini negara mana aja?

-----Original Message-----
From: Muhammad Endi Singarimbun <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 2008-02-16 19:32:33 GMT+08:00
To: [email protected]
Subject: [ekonomi-nasional] Sistem Ekonomi Islam Jadi Alternatif Menghindari 
Krisis


KETERPURUKAN ekonomi  Amerika Serikat (AS) yang  diikuti beberapa negara
maju seperti Inggris dan  Eropa bisa menjadi salah satu  bukti bahwa
sistem ekonomi  kapitalis yang selama ini  diagung-agungkan telah 
diragukan keampuhannya.



Seperti yang terjadi di Rusia  dengan sistem komunisnya.  Hal ini
berawal dari krisis  kredit perumahan berisiko  tinggi (subprime
mortgage) di  AS yang menyebabkan sektor  finansial mereka morat-marit. 
Sejumlah aktivitas ekonomi  pun hampir lumpuh.  Penjualan sektor
perumahan  menurun drastis begitu  pula dengan produksi  manufaktur yang
kini secara  massal mengurangi  jumlah produksi dan merumahkan  sebagian
karyawannya  agar dapat terus  mempertahankan roda usahanya.



Dua simbol raja kapitalisme  AS yaitu Citigroup  dan Merrill Lynch  mau
tidak mau harus menerima  suntikan modal dari  sejumlah perusahaan
investasi  di Asia dan Timur  Tengah.  Hal ini terjadi setelah raksasa 
korporasi finansial tersebut  mencatatkan kerugian  cukup besar akibat
sejumlah  aset yang terkena dampak  subprime. Belum lagi, kerugian 
bursa global yang mencapai  triliunan dolar AS akibat  krisis tersebut.



Terpuruknya ekonomi AS  yang berimbas pada sejumlah  negara maju lainnya
otomatis  akan berdampak juga  pada negara-negara yang ekonominya 
bergantung kepada  negara maju. Misalnya India  dan China. Hal ini
mengindikasikan  seluruh negara di dunia  juga akan berpotensi 
menghadapi krisis seperti di  AS tanpa terkecuali baik  yang menganut
sistem kapitalis  ataupun tidak.  Namun, menurut Kazi  Mahmood dalam
artikelnya  yang berjudul Revive the Islamic  Economy menyebutkan 
pengecualian bagi negara  muslim.



Menurutnya Islam  memiliki sistem tersendiri  bagaimana membangun dan 
menjaga level pertumbuhan  ekonominya.  Dia menjelaskan sistem  ekonomi
Islam didasarkan  pada kemampuan sebuah negara  menjamin tiga kebutuhan 
pokok masyarakatnya.  "Pemerintah harus menjamin  tempat tinggal
setiap  warga negaranya, menjamin  tersedianya lapangan pekerjaan,  dan
pemerintah diwajibkan  bersikap transparan  dalam menjalankan aktivitas 
ekonominya" papar artikel  tersebut.



Selain itu, faktor fundamental  lain khususnya di  sektor finansial dari
sistem  ekonomi yang mengacu  pada tuntunan ayat suci Al-  Qur'an
dan Hadist adalah  tidak adanya penetapan suku  bunga. Dalam kondisi 
apapun, penetapan suku  bunga tidak dibenarkan dalam  sistem ini. 
Penetapan suku bunga inilah  yang menyebabkan terpuruknya  negara
pemeluk sistem  kapitalis—terutama AS  yang mengalami krisis kredit 
macet akibat para nasabahnya  tidak mampu membayar  jumlah tagihan
dengan suku  bunga tinggi.  Bahkan kebanyakan dari  jumlah tagihan
mereka lebih  besar dibanding yang dipinjamnya.



Hal ini terjadi karena  mereka diwajibkan membayarkan  bunga cicilan
setiap  bulan.  Sementara,dalam sistem  Islam ada yang dinamakan  dengan
Baitul Maal, yang  secara harfiah berarti Rumah  Uang. Aktivitas
keuangan  yang dilakukan kurang  lebih sama dengan  bank lainnya.
Institusi ini  biasanya dijalankan dan  berada dalam pengawasan 
pemerintah.  Bagi mereka yang berniat  meminjam uang, mereka  dapat
datang ke Baitul Maal  ini. Mereka tidak akan dikenakan  bunga dan
sistem pengembaliannya  disebut dengan  sistem bagi hasil.



Tidak seperti yang lain,Islam  tidak membebankan pajak  baik secara
individu  maupun korporasi dalam  skala kecil ataupun besar.  Mereka
hanya diwajibkan  menyisihkan sebagian penghasilan  mereka untuk zakat. 
Zakat tersebut biasanya dikumpulkan  melalui Baitul  Maal.Nantinya
jumlah zakat  yang terkumpul akan diredistribusikan  kepada pemerintah 
untuk kepentingan  pembangunan dan berujung  bagi kesejahteraan warga. 
Pembangunan di sektor  perumahan, jalan, dan perkantoran  berada di
bawah pengawasan  pemerintah.



Merekalah  yang bertanggung jawab  terhadap kontrak kerja  sama baik
dengan swasta  maupun BUMN dalam proyek  tersebut.  Sedangkan untuk
penyediaan  lapangan pekerjaan  merupakan tanggung jawab 
pemerintah.Bukan berarti pihak  swasta tidak berhak memegang  peranan,
mereka  juga diizinkan membuka lapangan  pekerjaan.  Selain itu,
transparansi  juga menjadi pertimbangan  utama dalam menjalankan 
pemerintahan.  Hal ini untuk menghindari  korupsi serta penyimpangan 
lainnya.  Akankah sistem ekonomi  syariah ini dapat menjadi  alternatif
untuk mengatasi  keterpurukan ekonomi yang  telah menjalar ke seluruh di
dunia?.  (amailia ph)



http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ekonomi-bisnis/sistem-ekonom\
i-islam-jadi-alternatif-menghindari-k-2.html
<http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ekonomi-bisnis/sistem-ekono\
mi-islam-jadi-alternatif-menghindari-k-2.html>

Sabtu, 16/02/2008





[Non-text portions of this message have been removed]


Kirim email ke