JAKARTA (SINDO) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia
berupaya menarik aliran dana dari negara-negara Timur Tengah.



Dana-dana tersebut nantinya diinvestasikan pada sektor-sektor yang
bersifat jangka panjang, seperti infrastruktur. "Saya telah meminta
komite (Kadin) Timur Tengah untuk bisa mendatangkan investasi mereka ke
Indonesia. Proses penjajakannya kan sudah dulu waktu Pak Presiden ke
sana. Jadi,ini semacam follow updari kita," ujar Ketua Umum Kadin MS
Hidayat di sela pertemuan dengan para duta besar negara-negara Timur
Tengah di Jakarta kemarin.



Menurut dia, rata-rata negara di kawasan Timur Tengah merupakan negara
kaya sehingga sangat berpotensi untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Namun, upaya menarik dana-dana tersebut sangat sulit dilakukan.
"Sebab, biasanya dikelola oleh semacam trust fund. Selain itu yang
mengelolanya bukan orang Arab, tapi kalangan profesional fund manager di
luar negeri," jelas dia.



Oleh karena itu, kata Hidayat, pihaknya akan mengupayakan penarikan dana
investasi tidak melalui mekanisme trust fund. Sebaliknya, Kadin bakal
memanfaatkan kerja sama antarpemerintah (G to G/government to
government). Selain itu, Kadin juga bakal memanfaatkan sentimen dan
solidaritas negara muslim dalam menarik dana tersebut.



"Sayangnya, di dalam negeri sendiri kita masih terkendala masalah
yaitu masih belum terselesaikannya UU Sukuk. Padahal, mereka amat
mempersyaratkan adanya UU itu,"tambah dia. Ketua Kadin Komite Timur
Tengah dan Organisasi Konfederasi Islam Sudrajat DP mengatakan, Kadin
optimistis angka investasi negara- negara Timur Tengah yang masuk
Indonesia bisa mencapai USD1 miliar.



"Secara nominal mungkin kecil bila dibanding investasi non-Timur
Tengah,tapi kalau dilihat peningkatannya sangat signifikan. Tahun
kemarin nilainya sekitar USD500 jutaan saja," ujar dia. Menurut
Sudrajat, sektor yang banyak dimasuki aliran dana-dana investasi Timur
Tengah ini adalah sektor pertambangan, infrastruktur terutama tol dan
pelabuhan, serta perkebunan. Sementara itu,negara-negara yang terbanyak
berkontribusi dalam investasi ini adalah Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan
Uni Emirat Arab. Senada dengan Hidayat, Sudrajat mengungkapkan bahwa
kesulitan utama untuk menarik dana-dana investasi Timur Tengah adalah
belum disahkannya UU Sukuk.



Menurut dia, banyak investor dari Timur Tengah yang masih menahan diri
untuk menanamkan modalnya di Indonesia karena belum disahkannya payung
hukum tersebut. "Mungkin itu juga mencerminkan seberapa jauh trust
(kepercayaan) mereka ke kita. Mungkin trust mereka pada kita belum
seperti negara- negara tetangga lain. Bila dibanding China,Malaysia,
Vietnam, dan Singapura, catatan investasi kita dari Timur Tengah masih
jauh ketinggalan,"papar dia. (zaenal muttaqin)



http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ekonomi-bisnis/kadin-tarik-i\
nvestasi-dari-timur-t-2.html
<http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/ekonomi-bisnis/kadin-tarik-\
investasi-dari-timur-t-2.html>

Rabu, 13/02/2008



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke