@ Mas Toto:

"Suatu saat rasulullah mengajarkan bahwa semua potensi alam yang tuhan
berikan yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara 
...."  

Satu hal yang menarik saya tentang pemikiran besar Rasulullah adalah bahwa 
beliau hampir tidak pernah berbicara tentang dan bukan penganjur 
institusionalisasi. (Rose Wilder dalam the Discovery of Freedom menulis tentang 
kecemerlangan Sang Nabi--silakan Google dan cari PDF-nya.) Oleh karena itu saya 
tertarik dengan pernyataan Saudara.  Bisakah Anda beritahu darimana asal 
informasi yang penting dalam pernyataan bahwa Rasulullah meng-endorse 
penguasaan sumberdaya alam oleh negara? Saya akan sangat berterima kasih jika 
Saudara dapat menunjukkannya. Sebaliknya, saya akan amat kecewa jika klaim 
tersebut tidak berdasar.

@ Lembaga Studi,
Dalam banyak hal pemikiran Stiglitz tidak berbeda jauh dari pandangan 
Keynesian; dan banyak sekali inkonsistensinya. Sebagai contoh, adalah sebuah 
kekeliruan besar mengasumsikan bahwa ekonom klasik mengasumsikan simetri 
informasi. Dari pembacaan saya, tuduhan ini amat lemah, bahkan jika kita baca 
karya Turgot atau Say. Saya tidak paham makna kalimat ini: "Padahal sudah 
hampir empat abad pemikiran ekonomi pasar telah membuktikan kegagalannya." 
Kekeliruan-kekeliruan Keynes (dan Stiglitz) telah saya coba ungkap lewat 
sejumlah artikel orisinil dan terjemahan di jurnal saya: akaldankehendak.com. 
Saya persilakan saudara datang--apalagi dari alamat email Anda, saudara 
sepertinyamewakili sebuah lembaga studi, sedangkan saya individu yang kebetulan 
tertarik merajut kembali benang merah pemikiran ekonomi; yang mencoba melongok 
di mana disiplin ini telah berbelok di suatu tikungan dan melaju sebagaimana 
kita kenal selama ini. 


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke