Betul, bisa dibaca juga disini
http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/pertambangan/1id77409.htm\
l

Mudah-mudahan larangannya diindahkan.. :)

salam,

--- In [email protected], Taufik Dwidjowinarto
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Alhamdulillah…..,
>   Pak Presiden SBY itu ternyata aspiratif dan responsif,
>   Sangat aspiratif dalam mendengarkan keluhan kesulitan rakyat,
>   Sangat responsif dalam mengambil solusinya,
>   Apapun kata orang, apapun kata pengamat, tentang motif motivasi
dibelakangnya (toh menurut pepatah : dalam laut dapat diduga, apa yang
didalam hati itu hanya Allah SWT yang tahu).
>   Tapi, paling tidak, beliau menjanjikan harga elpiji tidak akan
dinaikkan sampai Pemilu 2009 mendatang.
>
>   Alhamdulillah…..,
>   Apapun komentar orang, apapun cercaan pengamat, yang katanya
pelarangan menaikkan harga elpiji itu melanggar UU,
>   tapi ya mendinganlah, biarlah melanggar UU, dari pada tidak
melanggar sama sekali membuat harga elpiji naik, maka ya mendinglah,
paling tidak selama 10 (sepuluh) bulan mendatang tak lagi mendengar
isteri meminta tambahan anggaran dapur lah.
>
>   Alhamdulillah…..,
>   Dijanjikan harga elpiji tidak dinaikkan sampai pelaksanaan Pemilu
2009 mendatang.
>   Alhamdulillah…..
>   Ah, jika begini ini terus, janji-janji dan realisasinya, maka
alangkah betapa sangat nikmatnya, andaikan saja  Pemilu itu dijalankan
saja pada setiap tahun.
>
>   Alhamdulillah….,
>   LPG dijanjikan tak akan dinaikkan lagi harganya, walau hanya
dijanjikan sampai pelaksanaan Pemilu 2009 mendatang.
>   Setelah Pemilu ?, Entahlah…..
>   Sama aja kok, yang Lama, yang Mantan, yang Baru, toh sama aja hasil
dan kelakuannya, hanya akan memperlakukan rakyat bak raja kalau ada
maunya…..dukungan suara untuk memilih dirinya.
>   Ya, memang begitulah politik…….
>
>   Alhamdulillah….,
>   Kata pengamat sih, dampak politik akibat harga LPG ini yang sangat
kurang baik, karena dapat berakibat kredibilitas dan dukungan terhadap
pemerintah bisa jatuh karenanya.
>   Wah, jangan-jangan memang jajaran pimpinan di Pertamina sengaja
berbuat begitu itu memang ditujukan agar kredibilitas dan dukungan
rakyat terhadap pemerintah agar menurun.
>   Lho, berarti itu Pertamina sengaja secara politik melakukan sabotase
terhadap pak Presiden SBY agar kredibilitas politik pak SBY hancur
karena elpiji dong kalau begitu ?,
>   Lho, ya bisa jadi lho memang begitu maksudnya jajaran pimpinan di
Pertamina (toh menurut pepatah : dalam laut dapat diduga, apa yang
didalam hati itu hanya Allah SWT yang tahu).
>
>   Alhamdulillah….,
>   Kata pengamat pula,
>   Harga LPG naik maka angka Golput naik,
>   Berarti jika harga LPG tidak naik maka angka Golput juga tidak naik,
>
>   Alhamdulillah….,
>   Ya, mungkin begitu lah,
>   Paling tidak begitulah sampai menjelang Pemilu 2009 mendatang,
>   Namun sampai pas waktu pada saat pelaksanaan Pemilu 2009, entahlah.
>   Lho ?...
>   Iyalah ya, pemerintah toh menjanjikan harga LPG tidak naik hanya
sampai Pemilu 2009 saja, setelahnya ?, wassalam…..naik lagi khan
?....
>   Jadi kalaupun rakyat berjanji tidak akan Golput hanya sampai
menjelang pelaksanaan Pemilu 2009 khan logis juga, itung itung
impaslah…..
>
>   Alhamdulillah….,
>   Jadi ?, tetap boleh  Golput  khan…..???
>
>   Wallahu’alambishshawab.
>
>   ***
>
>   Melarang Pertamina Menaikkan Harga Elpiji.
>
>   Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melarang Pertamina menaikkan
lagi harga elpiji tabung 12 kilogram dan 50 kilogram. Harga elpiji
dijanjikan tak akan naik hingga pelaksanaan Pemilu 2009.
>
>   Secara hitung-hitungan korporasi, Pertamina memang berhak menaikkan
harga elpiji. Namun, aksi korporasi tetap harus memperhatikan dampak
sosial serta daya beli masyarakat.
>
>   “Saya menyampaikan agar dalam mengambil keputusan itu supaya
diperhatikan bukan hanya aspek ekonominya. Tapi juga dampak sosialnya.
Apakah cocok dengan situasi Ramadhan seperti ini, juga dampak
politiknya”, kata beliau.
>
>   SBY memahami pula kenaikan itu karena Pertamina tidak ingin
disalahkan bila merugi akibat harga elpiji tak disesuaikan dengan harga
keekonomiannya.
>
>   Sebab, Pertamina memang hanya menanggung subsidi elpiji kemasan 3
Kg, tapi tidak untuk tabung 12 Kg dan 50 Kg.
>
>
>   Tidak Naik Sampai Pemilu.
>
>   Menjawab pertanyaan sampai kapan tak ada kenaikan elpiji. Meneg
BUMN, Sofyan Djalil, mengatakan, “Sampai Pemilu lah”.
>
>   Mengenai kenaikan elpiji Rp.500 per Kg Senin pekan lalu, Sofyan
mengatakan itu sudah terlanjur. “Biarkan saja karena bisa
mengurangi beban Pertamina juga “.
>
>
>   Rencana Semula Harga Naik Setiap Bulan.
>
>   Kelangkaan elpiji yang terjadi, diakuinya akibat keputusan
sebelumnya bahwa Pertamina akan menaikkan harga elpiji setiap bulan.
>
>   Direktur pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyan Zakaria
menilai, pelarangan Pertamina untuk tidak lagi menaikkan harga elpiji
sebagai capur tangan pihak lain. “ Ini melanggar UU BUMN
“, katanya.
>
>
>   (dicuplik dari membaca SKH Republika  Kamis 04092008 halaman 1 kol
1-4)
>
>
>
>
> ---------------------------------
>
>   Tarekat Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah
>   klik
>   http://www.SyaikhAchmadSyaechudin.org
>
> ---------------------------------
>
>
>
> ---------------------------------
>   Dapatkan alamat Email baru Anda!
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke