Tadi di sebuah tv swasta, ada seorang mantan menkeu yg habis habisan
mengorek kesalahan menkeu saat ini. Bahkan sampai mengibaratkan dengan
seekor ikan yang busuk!... Hehehe.. Pecundang! Kata saya dlm hati...

Sy bkn sdg membela menkeu saat ini ataupun pemerintahan saat ini, tapi
sy lbh menghargai seorang pemimpin yg berani memutuskan sesuatu
meskipun itu harus dilakukan dg sedikit diktator, krn hrs disadari bhw
keputusan apapun akan dianggap salah oleh yg tdk sejalan. Paling
tidak, ada kepastian yg bisa dipegang. Meskipun ketika keputusan itu
dianggap salah atau memang benar benar salah, resiko hrs ditanggung.

Dulu jaman soeharto berkuasa, byk sekali org org pandai, ttp tdk
satupun yg berani bersuara.. Alias tiarap. Hanya segelintir yg berani
mengambil resiko untuk berpendapat berbeda. Dan situasi mmg terkendali
selama 30 tahun lebih ( meskipun kmd terungkap bhw boroknya pun tdk
tanggung tanggung )

Sekarang, ketika kebebasan berpendapat itu dibuka luas, tiba 2 muncul
byk sekali analis yg seolah lebih berpengalaman dari pemerintah itu
sendiri. Hingga sgt piawai menggali semua kebobrokan yg ada, tdk
sedikitpun mau melihat kebaikan yg dicapai, bahkan sebuah pengakuan
internationalpun dianggap sebuah rekayasa.

Jadi, tampaknya kata Adi Massardi benar..bhw ini adalah negeri para bedebah!...


On 4/25/10, [email protected] <[email protected]> wrote:
> Umur saya sekarang 42 tahun. Seumuran saya ini belum pernah menginjakkan
> kaki di luar negeri. Saya mengenyam pendidikan dari TK hingga perguruan
> tinggi di seputaran Jawa Tengah dan Yogyakarta. Saya merasakan era
> kepemimpinan Suharto sampai SBY sekarang ini. Ayah saya seorang tentara
> angkatan udara. Saya belum pernah aktif di salah satu partai politik. Saya
> bukan simpatisan salah satu partai politik. Yang saya rasakan di waktu saya
> kecil sampai bangku perguruan tinggi, adalah bentuk ketenteraman,
> kemakmuran, ketenangan dan seterusnya. Sekali lagi, itu menurut ukuran saya.
> Harga bahan makan pokok terjangkau, ke rumah sakit kami bisa bayar, orang
> tua bisa membiayai kami untuk pendidikan, dan seterusnya. Dan itu di jaman
> kepemimpinan Pak Suharto. Walau bagaimanapun saya bisa bekerja dan
> berkeluarga, membiayai anak sekarang ini (walau setengah mati, karena
> sekarang ini jaman susah, semua mahal) karena perjalanan di masa lalu.
> Jadi walau bagaimanapun saya sangat menghargai pemimpin negara ini di masa
> lalu yang lebih bisa membuat kondisi negara ini tenteram, aman, kondusif
> dst. Daripada kondisi saat ini yg lebih tidak menentu, harga barang susah
> terjangkau, pikiran tidak tenang selalu merasa was-was, dst.
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Date: Sun, 25 Apr 2010 09:36:59
> To: <[email protected]>
> Subject: Re: [ekonomi-nasional] Re: [Indonesia-Rising] Riwayat Suharto mau
> difilmkan
>
> Suharto adalah presiden Indonesia yang berkuasa selama 32 tahun melalui
> pertumpahan darah yang menghilangkan ribuan atau puluhan ribu atau ratusan
> ribu atau bahkan jutaan manusia tak berdosa sepanjang tahun 65. Berbagai
> kelompok masyarakat yang merasa bahwa revolusi memang perlu berdarah dan
> memimpikan Indonesia baru yang terbebas dari komunisme dan menggantikan
> konflik2 politik dengan stabilitas, keamanan dan kesejahteraan rakyat
> berharap banyak pada sosok Suharto. Suharto perlahan tapi pasti, melakukan
> konsolidasi politik dan ekonomi. Melalui demokrasi Pancasila, Suharto
> memfusikan puluhan partai2 yg ada kedalam 2 partai serta membuat "partai"
> baru Golkar. Konsolidasi politik kedua adalah memberikan penugasan pada
> tentara (AD) untuk mengontrol demokrasi yg berlangsung. Angkatan darat
> mendapat privilege untuk membangun doktrin bahwa mereka adalah di atas semua
> golongan, menghimpun intelektual2 dan mantan aktifis anti komunis,
> menempatkan orang2nya di semua lini birokrasi dan DPR.
>
> Konsolidasi ekonomi dimulai dengan menghimpun ekonom2 dalam seminar di Sesko
> AD thn 1966, untuk membuat perencanaan pembangunan. Pembangunan Ekonomi di
> arahkan pada pro Amerika dan barat, sebagai konsekwensi nya Indonesia
> menjalankan propaganda "Politik, No!, Pembangunan, Yes!".
>
> Selama 32 tahun Indonesia menyerahkan kedaulatan ekonomi pada barat, dengan
> melakukan modernisasi (westernisasi) di segala bidang. Kebanggaan rakyat
> akan produk lokal seperti lemon dan sarsaparilla berangsur2 berubah menjadi
> Cocacola, tambang2 skala kecil berubah jadi tambang raksasa (freeport,
> Newmont, Exxon, dll), perempuan2 desa mulai melepaskan selendangnya
> menggantikan dengan rambut gaya salon, dan bahkan nama2 anakpun mulai
> berubah, dari Pono jadi Frenky, Seno menjadi Sony, Melati menjadi Jasmine,
> yeni menjadi Jeanne dll. Jika ada pemuda bernama Ahmad pastilah pemuda
> kampung yang belum masuk dalam modernisasi.
>
> 32 tahun Suharto berkuasa berbagai infrastruktur dibangun, baik fisik maupun
> sosial. Pembangunan ini bukan bermaksud memperkuat human capital dan social
> capital, jauh panggang dari api. Infrastruktur dibangun untuk memperbaiki
> pelayan Indonesia terhadap kepentingan Eksploitasi asing atas sumberdaya
> alam dan buruh murah kita. Memang benar terjadi ketika Suharto dipenghujuang
> kekuasaannya, Indonesia yang ada dihuni mayoritas rakyat miskin dan
> pengangguran, minyak dan gas serta emas dan batubara  yang sudah di kontrol
> asing, hutan2 yang sudah rusak, ikan2 yg sudah hampir habis dll, sementara
> yang tersisa segelintir pengusaha raksasa dan birokrat koruptor yg sangat
> kaya raya,  konflik sosial yg dalam dan luas, serta  hutang luar negeri yg
> besar.
>
> Apa yang kita banggakan dari Suharto???
> Hillary Clinton (2007) dalam "seeing is beleiving" melukiskan peranan TV
> dalam membentuk kesadaran manusia, di mana kita melihat TV sejak kanak2.
> Kebenaran yang ada dibentuk dari "kebenaran" TV. Suaharto akan tetap jadi
> pahlawan karena hampir semua media kita dikontrol oleh mereka yang
> berterimakasih pada Suharto.
>
> Alhasil, kita tidak punya pembeda (alfurqon) mana penjahat dan mana
> pahlawan.
>
> Wass,
>  Syahganda nainggolan
> Phd Student of Soc Welfare Study, UI
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
>
> -----Original Message-----
> From: Sigit Yulianto <[email protected]>
> Date: Sun, 25 Apr 2010 13:16:37
> To: <[email protected]>
> Subject: Re: [ekonomi-nasional] Re: [Indonesia-Rising] Riwayat Suharto mau
>       difilmkan
>
> Bagaimanapun juga, NKRI bs bertahan sampai hari ini krn soekarno ada,
> krn soeharto ada, krn habibi ada, krn gus dur ada, krn megawati ada,
> dan krn SBY ada. Bagi pendukung msg2, semua keputusan yg mrk ambil
> adalah benar, bagi yg tdk mendukung, mk semua keputusan menjadi salah.
>
> Lalu, apakah perlu kita menghujat masa lalu yg mungkin kita ikut andil
> itu terjadi? Lalu apakah perlu kita membandingkan kelebihan pemimpin
> masa lalu dg kekurangan pemimpin masa kini?.. Apakah tidak lebih baik
> kita memberi masukan kesalahan pemimpin masa kini untuk diperbaiki
> kedepan?
>
> Memang, kadang sikap berlebihan pendukung salah satu pemimpin dg
> membuat sesuatu seolah pemimpin itu seperti malaikat tanpa cela,
> adalah tidak fair dan naif. Karena tdk sesuai dengan fakta dan
> kenyataan. Tetapi apabila yg disampaikan itu berimbang antara sisi
> positif dan negatifnya, mnrt saya perlu didukung, krn bs dijadikan
> pembelajaran.
>
> Mereka semua telah berbuat untuk NKRI, jadi hargailah secara
> proporsional, kebaikan dan kekurangannya.
>
>
> On 4/25/10, [email protected] <[email protected]> wrote:
>> Itu namanye usahe bung, kebanyakan produser kan mau cari untung dari film
>> yg
>> diproduksinya, dia bilang" memang gue pikirin apa si tokoh pahlawan atau
>> pengkhianat". Menurut saya memang cocok Suharto dijuluki bapak
>> pembangunan,
>> karena banyak ide untuk membangun shg ada alasan untuk cari utangan dan
>> selanjutnya proyek pembangunannya dijadikan bancakan anak2nya dan
>> kroni2nya.
>>
>> Sent from my BlackBerryŽ
>> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>>
>> -----Original Message-----
>> From: Abbas Amin <[email protected]>
>> Date: Sat, 24 Apr 2010 19:40:26
>> To: <[email protected]>
>> Subject: [Indonesia-Rising] Riwayat Suharto mau difilmkan
>>
>> Saya membaca pembukaannya, dan disini tetap Suharto dianggap sebagai
>> Bapak
>> Pambangunan. Tapi masih untung tak disebutkan Bapak Pembangunan NKRI.
>> Mungkin yang dimaksud adalah bapak pembangunan generasi Korup ?
>> Bapak Pembangunan rekauasa; itu lebih cocok.
>>
>> Yang mau memfilmkan kisah suharto ini, tentu adalah pendukung suharto;
>> pasti.
>>
>> Kenapa bisa terjadi demikian ? Karena Korupsi tak bisa diberantas di
>> NKRI.
>> Saat mau diadili Suharto selalu pura2 sakit, akhirnya tak kunjung terbuka
>> kasusnya.
>> Maka jadilah tak terbukti Suharto bersalah apa2.
>> Hanya saja, bukti utama adalah HUTANG yang ditinggalkannya, untuk seluruh
>> rakyat
>> Indonesia.
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>
>>
>>
>> ------------------------------------
>>
>> Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional?
>> Kirim email ke [email protected]
>> http://capresindonesia.wordpress.com
>> http://infoindonesia.wordpress.comYahoo! Groups Links
>>
>>
>>
>>
>
> --
> Sent from my mobile device
>
> =============================
> Sigit Yulianto
> Email: [email protected]
>
>
> ------------------------------------
>
> Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional?
> Kirim email ke [email protected]
> http://capresindonesia.wordpress.com
> http://infoindonesia.wordpress.comYahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>

-- 
Sent from my mobile device

=============================
Sigit Yulianto
Email: [email protected]

Kirim email ke