Saya kok masih yakin kalau faktor pendidikan petani yang rendah itu berpengaruh pada kemampuan menyerap teknologi baru. Memang sekarang mereka sudah pakai traktor. Tetapi apa pengoperasiannya sudah benar? Faktanya saya sering melihat pengolahan sawah terlambat. Air irigasi sudah melimpah ruah traktor belum juga turun. Ini saja sudah menunjukkan adanya masalah. Soal tanam. Sekarang ini tanam padi masih secara manual. Padahal tenaga tanam sangat minim. Akibatnya jadwal tanam sering molor, tidak bisa tanam serempak. Makanya siklus hama tak bisa diputus. Lalu kenapa petani tak pakai mesin penanam saja? Dsb dsb . . . Saya berasumsi andai petani kita lebih pintar , banyak masalah yang bisa diatasi sendiri tanpa banyak mengeluh, apalagi melihat ke belakang di jaman orba.
* Original msg. * From: [email protected] Sent: 13:08:09 17-06-2010 To: [email protected] Subject: Re: [ekonomi-nasional] Ketika petani pas mohon maaf ibu widaning, sebenarnya pendidikan bukan persoalan untuk transfer teknologi. persoalan justru terletak pada para teknokrat yang tidak bisa menyederhanakan bahasa ilmiah ke bahasa mereka. tpi, sy mau konfirm dulu maksud dari transfer teknologi yang resisten. soalnya, mereka di sana sudah memakai traktor untuk di sawah datar. untuk sawah sengkedan, bisa memakai traktor atau kerbau. cara bertanam, mereka sudah memakai teknologi yang sederhana sehingga jarak masing2 benih terjaga. untuk penggunaan pupuk, mereka juga sudah paham tidak boleh berlebihan dan sesuai dengan takaran. kalau kelebihan, padi akan tumbuh 'loyo'. para petani itu sudah paham digembleng alam kapan harus bertanam dan kapan tidak boleh bertanam. bila memaksakan diri akan menghasilkan padi berkualitas rendah. ini bukan mitos, melainkan suatu kenyataan. mereka juga paham berapa kadar kandungan air biji beras dengan hanya merasakannya pada telapak tangan. dan, saya pernah menyaksikan sendiri ketika cara itu dibandingkan dengan tester (maaf kalau salah tulis), ternyata tidak meleset. tapi, alat tester itu justru membuat mereka terjerat dengan aksi penipuan karena alat tersebut bisa disetel sesuai dengan keinginan penggunanya. dengan cara menyetel kandungan air, petani dipaksa menjual beras dengan harga murah dengan alasan kandungan airnya sangat tinggi. mereka nggak bodoh. mereka juga membandingkan tester di pembeli dengan tester lain. tapi, jalur distribusi beras sudah mereka dikuasai pihak tertentu sehingga mereka mengalah. mungkin bisa share di mana resistennya itu. tnx -------------------------------------------------------------- Ovi Mail: Get mail on your mobile or the web http://mail.ovi.com
