Assalamu'alaikum wr. wb.

Saya sedikit tergelitik oleh tulisan  "PT Takaful Kritik PKES" yang menurut 
pemahaman saya yang bodoh ini, lebih kepada saling 'menuntut'. Untuk itu, saya 
merasa tertarik untuk berbagi opini...

Pertama
Beberapa waktu lalu, ketika masih bekerja di sebuah perusahaan, saya pernah 
berdiskusi dengan mahasiswi dari london school of PR yang sedang magang. Dia, 
yang beragama Budha, mengungkapkan keinginannya untuk melakukan penelitian 
skripsi tentang perbankan syariah. Setelah sebelumnya datang ke sebuah seminar 
yang penah diadakan markplus yang bertema komunikasi syariah, dia mengaku 
terkejut karena hasil seminar itu mengungkapkan sistem syariah yang adil dan 
baik tetapi kurang berkembang yang disebabkan strategi pemasaran dan 
komunikasinya yg tidak optimal. Untuk itu, dia merasa tertarik dan tertantang 
untuk meneliti dan menemukan strategi komunikasi yang tepat dalam 
mensosialisasikan dunia perbankan syariah, khususnya kepada orang-orang cina 
non muslim yang memiliki sebagian besar kekayaan Indonesia.

Kedua
Ketika hadir pada sebuah acara marketing in venus di FE UI, saya sempat 
berdiskusi dengan seorang mahasiswi seputar dunia usaha dan pemasaran. 
Ternyata, mahasiswi yang dilehernya tergantung kalung salib ini mengungkapkan 
keinginannya untuk melakukan penelitian skripsi mengenai strategi komunikasi 
dan pemasaran produk2 investasi syariah. Dia melihat bahwa prospek dari 
investasi syariah akan luar biasa besar mengingat sistem syariah ini berpatokan 
pada keadilan. Dia setuju bahwa investasi syariah ini tidak terlalu beda dengan 
social responsibility investment (SRI) yang sukses di negara2 non muslim, yang 
pada majalah Fortune edisi januari lalu juga dibahas sangat menarik. 

Setidaknya, ada beberapa fenomena yang terungkap dari dua peristiwa tersebut. 
Pertama, mau tidak mau, dunia ekonomi bisnis sedang mengarah pada sistem yang 
lebih adil dan baik (Syariah dan atau SRI). Kedua, masyarakat dunia, apapun 
agamanya, sudah melihat pergerakan ini dan dengan percaya diri sedang berusaha 
keras untuk terjun dalam dunia ekonomi bisnis yang menerapkan sistem syariah 
atau keadilan. Kita bisa lihat usaha Inggris, Jepang, Cina dan beberapa negara 
non muslim lainnya. Ketiga, di Indonesia, tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian 
besar masyarakat belum memahami mengenai kelebihan2 produk syariah. Hal ini, 
seperti banyak diungkapkan Adiwarman Karim dan pakar2 lainnya, bahwa selain 
karena kurang 'niatnya' strategi pemasaran dan komunikasi, juga SDM di bidang 
ekonomi syariah masih sedikit dan lebih sedikit lagi yang memiliki totalitas 
untuk mengembangkan ekonomi syariah. Di sisi lain, mulai adanya kesadaran 
intelektual2 non muslim akan kelebihan ekonomi syariah, dan
 percaya diri berusaha mengembangkannya.

Jadi, melalui tulisan ini, saya berharap mahasiswa2, sebagai saudara sesama 
muslim, untuk tetap percaya diri, total, tidak terjebak oleh hal2 yang membuat 
berhenti, dan berani untuk mendalami dan mengembangkan sistem ekonomi syariah. 

Maaf bila ada kata2 yang salah



Wassalamu'alaikum wr. Wb.

Yoki




 adji waluyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
PT Takaful Kritik PKES

  Tempat Event Berlangsung : Jakarta
  Tanggal Event : 8 Februari 2007

  Preview

  Jakarta PKES Interactive, Direktur Pemasaran Asuransi PT Takaful Indonesia 
Agus Edi Sumanto mengatakan, perlunya akselerasi secara luas program komunikasi 
dan sosialisasi ekonomi syariah yang berpihak pada asuransi syariah. Selama 
ini, menurutnya, lembaga-lembaga komunikasi ekonomi syariah yang ada cenderung 
mengkomunikasikan dan mensosialisasikan perbankan syariah saja. 
 
 "Maka saya rasa sangat wajar apabila pertumbuhan dan perkembangan dari 
perbankan syariah lebih besar dari pada asuransi syariah, ini yang menjadi 
keperhatinan dari kami selaku pihak asuransi syariah di Indonesia,"tuturnya 
saat dijumpai PKES Interactive kemarin.
 
 Minimnya sosialisasi asuransi syariah kepada masyarakat menurut Agus Edi, 
mengharapkan kepada lembaga komunikasi ekonomi syariah seperti Pusat Komunikasi 
Ekonomi Syariah (PKES) untuk lebih peduli dalam mensosialisasikan kepada 
masyarakat.
 
 "Apalagi selama ini asuransi PT. Takaful Indonesia juga menjadi anggota di 
PKES, maka kami meminta PKES memperhatikan kepentingan asuransi syariah di 
Indonesia,"tegas Agus Edi. 
 
 Sementara direktur eksekutif Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES) M. 
Nadrattuzamn Hosen menanggapi peryataan dari pihak PT Takaful Indonesia 
mengatakan, bahwa apa yang dikatakan oleh direktur pemasaran PT Takaful 
tersebut tidak realistis. Sebab, selama ini PKES telah berbuat banyak untuk 
mengkomunikasikan tentang asuransi syariah lewat segala penjuru lini 
komunikasi. 
 
 Sedangkan alasan dominannya program komunikasi perbankan syariah dibandingkan 
dengan asuransi syariah, direktur PKES mengakui, selama ini pihak perbankan 
syariah lebih berpartisipasi dalam setiap program komunikasi PKES dan aktif 
memenuhi kwajiban sebagai anggota PKES dibandingkan dengan pihak asuransi 
syariah selama ini. 
 
 "Peryataan dari direktur pemasaran PT Takaful tersebut, saya rasa tidak benar 
dan harus di cek ulang kembali. peryataanya, sebab selama ini PKES telah 
berbuat banyak untuk mengakomodasi kepentingan mereka. Misalnya bisa dilihat 
dalam tiap sampul belakang buku saku PKES telah kita tulis tentang asuransi 
syariah yang kita cetak dengan jumlah ribuan dan kita sebarkan kepada 
masyarakat secara gratis. Selain itu kerjasama PKES dan media cetak dan radio 
seringkali kita mengangkat tentang asuransi syariah yang bisa dibaca dan 
didengar oleh masyarakat. Lantas kurang apa kami untuk mengkomunikasikan 
mereka,"sangah direktur eksekutif PKES.
 
 Disamping mengsosialisasikan asuransi syariah lewat program-program komunikasi 
PKES yang ada selama ini. PKES menurut Nadrattuzaman, seringkali mengundang 
para pelaku bisnis asuransi syariah untuk ikut serta dalam partisipasi dalam 
tiap acara-acara yang diadakan oleh PKES baik menjadi peserta ataupun 
pembicara. Selain itu, PKES sering kali meminta kepada pihak asuransi syariah 
untuk menulis buku saku tentang asuransi syariah yang bisa dicetak dan 
didistribusikan kepada masyarakat secara langsung. Namun hingga kini belum ada 
kesanggupan dari pihak asuransi syariah.
 
 "Maka terkadang saya mempertanyakan komitmen mereka dalam mengedukasi 
sosialisasi asuransi syariah kepada masyarakat. Masihkah ada komitmen untuk 
itu?" Kata direktur eksekutif PKES. Lap. Agus.Y  
     
                       

 
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
 Try the free Yahoo! Mail Beta.

Kirim email ke