Hanya 1,71 Juta Umat Islam Pakai Bank Syariah                             

Senin, 07 Mei 2007 

 

Dari 176,88 juta umat Islam di Indonesia. hanya sekitar 1,71 juta saja yang
memakai bank syariah dalam transaksi dan investasi. Masih banyak pemakai
konvensional

 

Hidayatullah.com--Hanya 1,71 juta dari 176,88 juta umat Islam di Indonesia
yang memakai bank syariah dalam transaksi dan investasi, sedangkan mayoritas
umat Islam tetap memakai bank konvensional.

 

"Ada sekitar 88 persen dari 201 juta penduduk Indonesia atau sekitar 176,88
juta orang beragama Islam, namun hanya sekitar 1,6 persen dari 88 persen
atau sekitar 1,71 penduduk menjadi nasabah Bank Syariah," ujar Dr A Subarjo
Joyosumarto dari Lembaga Perkembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Jakarta di
Surabaya, Ahad, 6 Mei 2007.

 

Ia mengemukakan hal itu dalam Seminar dan Kuliah Gabungan Program Doktor
Ilmu Ekonomi Islam Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang
juga menghadirkan Prof Dr H Mubiar Purwasasmita (ITB) dan Dr Hasanuddeen
Abdul Aziz (International Islamic University Malaysia atau IIUM di Institute
of Islamic Banking and Finance Malaysia).

 

Menurut dia, ada beberapa sebab mengapa jumlah nasabah di Bank Syariah
Indonesia masih cukup rendah, diantaranya karena untuk Negara dengan sistem
politik yang sekuler, maka keseluruhan perangkat sistem politik dan ekonomi
adalah perangkat kapitalis.

 

"Dalam situasi seperti itu, perbankan Syariah dikembangkan dengan cara dual
banking system, yaitu bank-bank Syariah dikembangkan dalam kerangka
perangkat system ekonomi kapitalis, seperti di Malaysia, Indonesia, Mesir,
Singapura," tegasnya.

 

Cepat atau lambatnya pengembangan bank Syariah, katanya, sangat tergantung
kepada besar kecilnya dukungan pemerintah, bahkan pertumbuhan nasabahnya
tidak secepat bank konvensional.

 

"Sekitar tahun 2000-an, Bank BCA meluncurkan program Tahapan dengan target
sekitar Rp2 miliar per-tahun, namun sekarang jumlah uang nasabah yang
terkumpul per-tahunnya sudah mencapai Rp2 miliar, bahkan kini melampaui Rp4
Miliar per-tahun," ungkapnya.

 

Ketika ditanyakan caranya, katanya, salah seorang direktur pemasarannya
mengatakan hanya dengan melakukan jemput bola kepada nasabah yaitu
mendatangi calon nasabah ketika gajian yakni setiap tanggal 1 per bulannya.

 

"Hasilnya dengan strategi tersebut kini sudah melampaui target. Mungkin bank
syariah juga menerapkan marketing seperti itu," paparnya.

 

Ia menambahkan perbankan Syariah di Indonesia dimulai tahun 1992 dengan
diresmikan berdirinya Bank Mualamat. Kini sudah terdapat sekitar tiga Bank
Umum Syariah, 92 Bank Perkreditan Rakyat Syariah, 19 Bank Umum yang membuka
Unit Syariah di samping cara konvensional, dan 29 Asuransi Takaful.

 

"Kini, pangsa pasar bank Syariah secara keseluruhan sekitar 1,7 persen pada
tahun 2006 dan diharapkan akan meningkat menjadi 5 persen pada tahun 2008,"
katanya.[ant/www.hidayatullah.com]

 

Source : http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content
<http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=4665&Item
id=1> &task=view&id=4665&Itemid=1

 

Kirim email ke