mau tanya pak Surya, cari di situs Harvardnya gimana caranya?? terima kasih
Note Moderator :
Coba bpk baca sekali lagi, ada dibagian bawah email, yaitu :
ifptest.law.harvard.edu/ifphtml/index.php?module=announcement3
Achmad Iqbal
Moderator On Duty
Surya Darma <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu 'alaikum wa rahmatuLlahi wa barakatuh,
Berikut catatan saya dari kunjungan Pak Vince Cook, CEO Bank Islam Asia
(Islamic Banks of Asia) ke Universitas Nasional Singapura pada Maret 2008.
1. Pada 2006, Ernst & Young memperkirakan 90 persen aset dan deposit
perbankan syariah berada di Timur Tengah. Lebih dari separuh daripada
persentase ini ada di Iran. Yang 10 persen lagi mayoritas berada di Malaysia.
Pertanyaan: Kok besar sekali ya di Iran? Apa statistik ini sudah berubah
secara drastis sekarang?
2. Hanya 4 bank yang mempunyai aset melebihi US$ 10 milyar: Bank Al Rajhi,
Bank ABC Islamic, Kuwait Finance House dan Bank Islam Dubai. Ranking Bank Al
Raji di dunia adalah 169 dari modal usaha (capital funds) dan 298 dari aset.
Tetapi jika semua bank dalam industri perbankan syariah digabung besarnya hanya
1/3 Bank of America sekarang!
Komentar: Fakta ini mungkin melatarbelakangi pendapat Pak Vince Cook yang
menyatakan bahwa industri perbankan syariah belum siap untuk membuat terobosan
dalam industri perbankan. Tepatnya saya bertanya di akhir acara kepada Pak
Vince Cook: Having been in the Islamic Banking industry for so long, is Islamic
Banking ready to push the boundary of traditional finance?
Untuk informasi, Pak Vince sudah bekerja di dalam industri perbankan syariah
sejak 1988. Pertanyaan saya didasari oleh tema konferensi ekonomi syariah yang
diadakan di Harvard bulan ini (April) (1). Saya ingin opini dari seorang
praktisi senior mengapa industri perbankan syariah tidak berani membuat
terobosan dan terlihat hanya meniru-niru saja apa yang ada di perbankan
konvensional. Jawaban Pak Vince: Belum, industri perbankan syariah belum siap
untuk membuat terobosan dalam industri perbankan secara umumnya karena umurnya
yang masih pendek (it's still early in the product life cycle of Islamic banks)
3. Terdapat kekurangan professional dalam industri perbankan syariah global
termasuk ulama dan pengacara.
Tambahan: Dalam sebuah pertanyaan lanjutan, ketika menjawab faktor penentu
kelangsungan sebuah deal dalam industri perbankan syariah, secara umum kurang
dari 10 persen disebabkan oleh perbedaan pendapat di antara ulama. Jadi
perbedaan antar mazhab tidak terlalu signifikan untuk meyukseskan sebuah deal.
4. Hal yang menghalangi perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia:
kondisi politik dan struktur sosial.
5. Cina mempunyai populasi Muslim yang signifikan.
6. Peran Bank Sentral yang maha penting.
Komentar: Pak Vince mengatakan yang bank-bank syariah tergantung pada
bank-bank sentral masing-masing negara dalam menyusun produknya. Dalam banyak
kasus, bank sentral menginginkan 'economic impact' yang 'sama' dari sebuah
produk finansial.Di sinilah saya berpikir kalau dari bank sentral nya pegawai
nya yang 'decision-maker' masih berpikir secara konvensional dan mengharapkan
'economic impact' yang sama dari sebuah produk finansial dengan yang dari bank
konvensional, akan menjadi satu alasan mengapa bank syariah tidak bisa membuat
terobosan.
Dengan hormat,
Surya
(1) Tepatnya, konferensi ekonomi syariah di Harvard ini menyatakan, "Lastly,
with an eye towards the real world implications of these issues, we ask since
having achieved a certain degree of commercial success; can Islamic Finance now
push the boundaries of traditional financial services?" Baca selengkapnya di
ifptest.law.harvard.edu/ifphtml/index.php?module=announcement3
--
This message and any attachments (the 'message') is intended solely for the
addressee(s) and is confidential. If you receive this message by mistake,
please delete it and notify the sender at once. Any use not in accordance with
its purpose, and/or any dissemination or disclosure, either whole or partial,
is strictly prohibited except with formal approval. The Internet cannot
guarantee the integrity of this message. Surya shall and will not be liable for
the message if modified. The recipient should check this email and any
attachments for the presence of viruses. Surya accepts no liability for any
damage caused by any virus transmitted by this email.
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!