boleh juga tuh dikirim scan artikelnya ibu wanda...buat nambah wawasan kita. 
trims

Wanda Regina <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             
"Pertanyaan: Kok besar sekali ya di Iran? Apa statistik ini sudah berubah 
secara drastis sekarang?"

Saya baru baca kemarin di majalah Asean Banker atau apa gitu namanya, peringkat 
tahun ini malah Bank Melli di Iran yang terbesar berdasarkan modal usaha, Pak 
Surya.
 Mengalahkan Al Rajhi, KFH, ABC dan Bank Islam Dubai. Kayaknya belum berubah ya 
statistiknya. Oh ya, ada 2 bank dari Indonesia juga masuk seratus besar, 
Mandiri Syariah dan Muamalat. Insya Allah kalau sempat nanti dikirimkan scan 
copy artikelnya.
 Milis ini apa boleh kirim attachment?

Pak Surya hadir di seminar Islamic Bank of Asia juga ya? Ikut ketiga-tiga 
seminarnya Pak? Saya cuma ikutan yang ketiga saja.


2008/4/23 jaka ray <[EMAIL PROTECTED]>:
                                  mau tanya pak Surya, cari di situs Harvardnya 
gimana caranya?? terima kasih
 
 Note Moderator :
 Coba bpk baca sekali lagi, ada dibagian bawah email, yaitu :
 ifptest.law.harvard.edu/ifphtml/index.php?module=announcement3
 
 Achmad Iqbal
 Moderator On Duty
 
 Surya Darma <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               
 Assalamu 'alaikum wa rahmatuLlahi wa barakatuh,
 
 Berikut catatan saya dari kunjungan Pak Vince Cook, CEO Bank Islam Asia 
(Islamic Banks of Asia) ke Universitas Nasional Singapura pada Maret 2008.
    
    
   1. Pada 2006, Ernst & Young memperkirakan 90 persen aset dan deposit 
perbankan syariah berada di Timur Tengah. Lebih dari separuh daripada 
persentase ini ada di Iran. Yang 10 persen lagi mayoritas berada di Malaysia.
      
    
   Pertanyaan: Kok besar sekali ya di Iran? Apa statistik ini sudah berubah 
secara drastis sekarang?
    
    
   2. Hanya 4 bank yang mempunyai aset melebihi US$ 10 milyar: Bank Al Rajhi, 
Bank ABC Islamic, Kuwait Finance House dan Bank Islam Dubai. Ranking Bank Al 
Raji di dunia adalah 169 dari modal usaha (capital funds) dan 298 dari aset. 
Tetapi jika semua bank dalam industri perbankan syariah digabung besarnya hanya 
1/3 Bank of America sekarang!
     
    
   Komentar: Fakta ini mungkin melatarbelakangi pendapat Pak Vince Cook yang 
menyatakan bahwa industri perbankan syariah belum siap untuk membuat terobosan 
dalam industri perbankan. Tepatnya saya bertanya di akhir acara kepada Pak 
Vince Cook: Having been in the Islamic Banking industry for so long, is Islamic 
Banking ready to push the boundary of traditional finance?
     
    
   Untuk informasi, Pak Vince sudah bekerja di dalam industri perbankan syariah 
sejak 1988. Pertanyaan saya didasari oleh tema konferensi ekonomi syariah yang 
diadakan di Harvard bulan ini (April) (1). Saya ingin opini dari seorang 
praktisi senior mengapa industri perbankan syariah tidak berani membuat 
terobosan dan terlihat hanya meniru-niru saja apa yang ada di perbankan 
konvensional. Jawaban Pak Vince: Belum, industri perbankan syariah belum siap 
untuk membuat terobosan dalam industri perbankan secara umumnya karena umurnya 
yang masih pendek (it's still early in the product life cycle of Islamic banks)
     
    
   3. Terdapat kekurangan professional dalam industri perbankan syariah global 
termasuk ulama dan pengacara.
    
    
   Tambahan: Dalam sebuah pertanyaan lanjutan, ketika menjawab faktor penentu 
kelangsungan sebuah deal dalam industri perbankan syariah, secara umum kurang 
dari 10 persen disebabkan oleh perbedaan pendapat di antara ulama. Jadi 
perbedaan antar mazhab tidak terlalu signifikan untuk meyukseskan sebuah deal. 
     
    
   4. Hal yang menghalangi perkembangan industri perbankan syariah di 
Indonesia: kondisi politik dan struktur sosial.
    
    
   5. Cina mempunyai populasi Muslim yang signifikan. 
    
    
   6. Peran Bank Sentral yang maha penting.
    
         Komentar: Pak Vince mengatakan yang bank-bank syariah tergantung pada 
bank-bank sentral masing-masing negara dalam menyusun produknya. Dalam banyak 
kasus, bank sentral menginginkan 'economic impact' yang 'sama' dari sebuah 
produk finansial.Di sinilah saya berpikir kalau dari bank sentral nya pegawai 
nya yang 'decision-maker' masih berpikir secara konvensional dan mengharapkan 
'economic impact' yang sama dari sebuah produk finansial dengan yang dari bank 
konvensional, akan menjadi satu alasan mengapa bank syariah tidak bisa membuat 
terobosan. 
     
    
     Dengan hormat,
 Surya
    
    
   (1) Tepatnya, konferensi ekonomi syariah di Harvard ini menyatakan, "Lastly, 
with an eye towards the real world implications of these issues, we ask since 
having achieved a certain degree of commercial success; can Islamic Finance now 
push the boundaries of traditional financial services?" Baca selengkapnya di 
ifptest.law.harvard.edu/ifphtml/index.php?module=announcement3
      
   
 
 -- 
 This message and any attachments (the 'message') is intended solely for the 
addressee(s) and is confidential. If you receive this message by mistake, 
please delete it and notify the sender at once. Any use not in accordance with 
its purpose, and/or any dissemination or disclosure, either whole or partial, 
is strictly prohibited except with formal approval. The Internet cannot 
guarantee the integrity of this message. Surya shall and will not be liable for 
the message if modified. The recipient should check this email and any 
attachments for the presence of viruses. Surya accepts no liability for any 
damage caused by any virus transmitted by this email. 
       
                                        
 
 ---------------------------------
 Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
 
     
                 
                      



 
     
                                       

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

Kirim email ke