Assalamu 'alaikum wa rahmatuLlahi wa barakatuh,
Mbak/Ibu Wanda dan rekan-rekan milis yang saya hormati, Terima kasih atas tanggapannya. Berarti ada bukti untuk mendukung statistik yang disediakan Pak Vince. Saya hanya mengikuti dua seminar pertama dan dua-duanya Pak Vince hadir. Kesan saya, Islamic Banks of Asia (IBA) belum terlalu sibuk sekarang. Di kedua seminar itu saya berbincang-bincang banyak dengan para jajaran manajemen IBA dan dari sini lah saya simpulkan kesan itu. Terlalu ribet jika saya terangkan detilnya di sini. Untuk Indonesia, Pak Vince menyatakan sangat kecewa. Saya ingat-ingat, mungkin beliau menyatakan bertemu dengan staf Bank Indonesia atau orang-orang penting perbankan syariah di Indonesia dan pertemuannya tidak menghasilkan. Beliau mengutip tentang sebuah partai politik Indonesia yang menolak undang-undang perbankan syariah (sepertinya UU Sukuk dan PDS). Sekarang UU Sukuk telah pun disahkan dan saya berpikir tentang pekembangan IBA di Indonesia. Apakah mereka jadi mengakuisisi atau membuka cabang seperti yang mereka rencanakan? Sekadar informasi, dari sumber yang saya percaya, sebuah bank Singapura yang lain, OCBC, berencana untuk membuka satu unit usaha syariah di Indonesia. Terima kasih atas scan copy nya. Mohon dikirimkan langsung ke email saya: [EMAIL PROTECTED] Saya tidak ikut seminar IBA yang terakhir yang oleh Pak Syed Alwi tetapi saya banyak berbincang dengan beliau dan seorang lagi, Pak Syed Abdul Kareem Hussaini. Pak Syed Alwi IIUM dan semoga beliau dan Pak Syed Kareem bisa membawa IBA di jalan yang lurus, jalan di mana semangat perbankan syariah juga ditegakkan selain legalitasnya, insya Allah. Dua-dua nya masih muda (saya taksir di bawah 35) dan di kepala saya cocok untuk membawa sedikit angin perubahan di iklim industri finansial Singapura yang kental dengan bunga (riba). Dengan hormat, Surya 2008/4/26 Wanda Regina <[EMAIL PROTECTED]>: > "Pertanyaan: Kok besar sekali ya di Iran? Apa statistik ini sudah > berubah secara drastis sekarang?" > > Saya baru baca kemarin di majalah Asean Banker atau apa gitu namanya, > peringkat tahun ini malah Bank Melli di Iran yang terbesar berdasarkan modal > usaha, Pak Surya. > Mengalahkan Al Rajhi, KFH, ABC dan Bank Islam Dubai. Kayaknya belum > berubah ya statistiknya. Oh ya, ada 2 bank dari Indonesia juga masuk seratus > besar, Mandiri Syariah dan Muamalat. Insya Allah kalau sempat nanti > dikirimkan scan copy artikelnya. > Milis ini apa boleh kirim attachment? > > Pak Surya hadir di seminar Islamic Bank of Asia juga ya? Ikut ketiga-tiga > seminarnya Pak? Saya cuma ikutan yang ketiga saja. > > 2008/4/23 jaka ray <[EMAIL PROTECTED]>: > > mau tanya pak Surya, cari di situs Harvardnya gimana caranya?? terima > > kasih > > > > Note Moderator : > > Coba bpk baca sekali lagi, ada dibagian bawah email, yaitu : > > ifptest.law.harvard.edu/ifphtml/index.php?module=announcement3 > > > > Achmad Iqbal > > Moderator On Duty > > > > Surya Darma <[EMAIL PROTECTED] <suryadarma%40gmail.com>> wrote: > > Assalamu 'alaikum wa rahmatuLlahi wa barakatuh, > > > > Berikut catatan saya dari kunjungan Pak Vince Cook, CEO Bank Islam Asia > > (Islamic Banks of Asia) ke Universitas Nasional Singapura pada Maret 2008. > > > > > > 1. Pada 2006, Ernst & Young memperkirakan 90 persen aset dan deposit > > perbankan syariah berada di Timur Tengah. Lebih dari separuh daripada > > persentase ini ada di Iran. Yang 10 persen lagi mayoritas berada di > > Malaysia. > > > > > > Pertanyaan: Kok besar sekali ya di Iran? Apa statistik ini sudah berubah > > secara drastis sekarang? > > > > > > 2. Hanya 4 bank yang mempunyai aset melebihi US$ 10 milyar: Bank Al > > Rajhi, Bank ABC Islamic, Kuwait Finance House dan Bank Islam Dubai. Ranking > > Bank Al Raji di dunia adalah 169 dari modal usaha (capital funds) dan 298 > > dari aset. Tetapi jika semua bank dalam industri perbankan syariah digabung > > besarnya hanya 1/3 Bank of America sekarang! > > > > > > Komentar: Fakta ini mungkin melatarbelakangi pendapat Pak Vince Cook > > yang menyatakan bahwa industri perbankan syariah belum siap untuk membuat > > terobosan dalam industri perbankan. Tepatnya saya bertanya di akhir acara > > kepada Pak Vince Cook: Having been in the Islamic Banking industry for so > > long, is Islamic Banking ready to push the boundary of traditional finance? > > > > > > Untuk informasi, Pak Vince sudah bekerja di dalam industri perbankan > > syariah sejak 1988. Pertanyaan saya didasari oleh tema konferensi ekonomi > > syariah yang diadakan di Harvard bulan ini (April) (1). Saya ingin opini > > dari seorang praktisi senior mengapa industri perbankan syariah tidak berani > > membuat terobosan dan terlihat hanya meniru-niru saja apa yang ada di > > perbankan konvensional. Jawaban Pak Vince: Belum, industri perbankan syariah > > belum siap untuk membuat terobosan dalam industri perbankan secara umumnya > > karena umurnya yang masih pendek (it's still early in the product life cycle > > of Islamic banks) > > > > > > 3. Terdapat kekurangan professional dalam industri perbankan syariah > > global termasuk ulama dan pengacara. > > > > > > Tambahan: Dalam sebuah pertanyaan lanjutan, ketika menjawab faktor > > penentu kelangsungan sebuah deal dalam industri perbankan syariah, secara > > umum kurang dari 10 persen disebabkan oleh perbedaan pendapat di antara > > ulama. Jadi perbedaan antar mazhab tidak terlalu signifikan untuk > > meyukseskan sebuah deal. > > > > > > 4. Hal yang menghalangi perkembangan industri perbankan syariah di > > Indonesia: kondisi politik dan struktur sosial. > > > > > > 5. Cina mempunyai populasi Muslim yang signifikan. > > > > > > 6. Peran Bank Sentral yang maha penting. > > > > Komentar: Pak Vince mengatakan yang bank-bank syariah tergantung pada > > bank-bank sentral masing-masing negara dalam menyusun produknya. Dalam > > banyak kasus, bank sentral menginginkan 'economic impact' yang 'sama' dari > > sebuah produk finansial.Di sinilah saya berpikir kalau dari bank sentral nya > > pegawai nya yang 'decision-maker' masih berpikir secara konvensional dan > > mengharapkan 'economic impact' yang sama dari sebuah produk finansial dengan > > yang dari bank konvensional, akan menjadi satu alasan mengapa bank syariah > > tidak bisa membuat terobosan. > > > > > > Dengan hormat, > > Surya > > > > > > (1) Tepatnya, konferensi ekonomi syariah di Harvard ini menyatakan, > > "Lastly, with an eye towards the real world implications of these issues, we > > ask since having achieved a certain degree of commercial success; can > > Islamic Finance now push the boundaries of traditional financial services?" > > Baca selengkapnya di > > ifptest.law.harvard.edu/ifphtml/index.php?module=announcement3 > > > > > > > > -- > > This message and any attachments (the 'message') is intended solely for > > the addressee(s) and is confidential. If you receive this message by > > mistake, please delete it and notify the sender at once. Any use not in > > accordance with its purpose, and/or any dissemination or disclosure, either > > whole or partial, is strictly prohibited except with formal approval. The > > Internet cannot guarantee the integrity of this message. Surya shall and > > will not be liable for the message if modified. The recipient should check > > this email and any attachments for the presence of viruses. Surya accepts no > > liability for any damage caused by any virus transmitted by this email. > > > > > > > > --------------------------------- > > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > > > > > -- This message and any attachments (the 'message') is intended solely for the addressee(s) and is confidential. If you receive this message by mistake, please delete it and notify the sender at once. Any use not in accordance with its purpose, and/or any dissemination or disclosure, either whole or partial, is strictly prohibited except with formal approval. The Internet cannot guarantee the integrity of this message. Surya shall and will not be liable for the message if modified. The recipient should check this email and any attachments for the presence of viruses. Surya accepts no liability for any damage caused by any virus transmitted by this email.
