Apakah untuk mengatakan sesuatu itu menyimpang harus kita praktekan dulu penyimpangan itu? he he he lagian kalo dicermati, sebagian isi artikelnya kan merupakan rangkuman beberapa pendapat para pakar...., apa Bapak mau bilang kalo Taqi Usmani bukan pakar? akram laldin bukan pakar? atau mereka belum pernah melihat proses yang Bapak sebutkan? Jangan-jangan Bapak yang terlalu emosi he he he...... peace ya Pak....
Abu Fahmi Mahasiswa biasa..... ----- Original Message ---- From: Kidod25 <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, August 29, 2008 4:20:09 PM Subject: [ekonomi-syariah] Re: Problem Sukuk... menurut saya sangat tidak tepat sekali apabila kita membicarakan sesuatu hal yang kita sendiri tidak tahu by riset atau paling tidak mempraktekkannya . pertanyaan saya, apakah kita sudah pernah jual beli sukuk secara langsung atau melihat proses pembayaran kuponnya? Kalau jawabannya BELUM PERNAH, yg bisa jadi adalah fitnah. Salam Dodik Siswantoro Mantan Analis Obligasi (Syariah) AAA Securities --- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, raditya sukmana <[EMAIL PROTECTED] .> wrote: > > salam,, > betul mas dedi,, perjuangan kita masih panjang,,,kita perlu orang- orang dengan kualitas seperti syeikh taqi,,dan juga kuantitas,, kita membutuhkan banyak sekali,,, > > > selain itu yg tidak kalah pentingnya adalah kesiapan peraturan islamic capital market dan juga kesiapan masyarakat terhadap adanya instrumen2 shariah,,,dalam hal ini sosialisasi menjadi sangat penting,, > jadi tugas kita masih banyak,,tapi kita tidak boleh menyerah,,, > > mungkin itu dulu,,, > wassalam > Raditya Sukmana(adit/ momy)   Lecturer in Airlangga University Surabaya Indonesia   Phd Student International Islamic University Malaysia   Coordinator Islamic Economic Forum for Indonesian Development (ISEFID) KL Chapter > > --- On Tue, 26/8/08, sutomo_dedi <sutomo_dedi@ ...> wrote: > From: sutomo_dedi <sutomo_dedi@ ...> > Subject: [ekonomi-syariah] Problem Sukuk... > To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com > Date: Tuesday, 26 August, 2008, 7:57 PM > > > > > > > > > > > > ass.wr.wb > > > > menarik membaca artikel dari mas Raditya Kumara tentang problem > > instrumen sukuk. saya termasuk yang sedikit memiliki perhatian > > terhadap instrumen investasi syariah ini. dari dulu dalam setiap > > diskusi dengan dosen-dosen saya di UMY saya sering melontarkan > > masalah aspek kesesuaian syariah yang sering kali diabaikan dalam > > penerbitan sukuk. sukuk sering kali dipandang secara general sebagai > > basis instrumen obligasi seperti dikonvensional. inilah problemnya. > > seperti yang dikatakan mas Raditya, pada dasarnya perbedaan mendasar > > dari instrumen sukuk dengan obligasi konvensional adalah sifat dari > > instrumen tersebut, obligasi konvensional bersifat debt instrumen, > > sedangkan sukuk bersifat equity instrumen. dengan sifat alaminya ini > > instrumen sukuk membutuhkan underlying asset yang bersifat > > produktif. tidaklah tepat digunakan pada asset tetap (non > > productive). > > > > selain itu masalah perdagangan sukuk dipasar sekunder. jika tidak > > ada aturan dan pengawasan yang ketat, tidak menutup kemungkinan > > perdagangan sukuk dipasar sekunder akan memberikan peluang masuknya > > unsur riba, spekulasi dan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan > > syariah. salah satu kemungkinan adalah adanya distorsi harga dan > > espektasi return yang bisa saja membuat sukuk menjadi instrumen yang > > menarik untuk dijadikan alat spekulasi.. > > > > kita semua memang berharap investasi syariah dapat tumbuh dan > > berkembang menjadi satu penomena yang dapat mengubah pandangan pasar > > modal global, namun demikian janganlah segala sesuatunya diabaikan.. > > kita harus tetap berpegang teguh pada prinsip kesesuaian instrumen > > ini terhadap aturan syariah..karena esensi utama yang membedakan > > sukuk dengan obligasi konvensional adalah masalah legal syarie yang > > melekat pada sukuk.. > > > > semoga kita dapat terus memperjuangakan pengembangan investasi > > syariah baik ditanah air maupun pada tingkat global. > > > > wassalam > > > > Dedi Sutomo > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Get your preferred Email name! > Now you can @ymail.com and @rocketmail. com. > http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/ >
