Ikut nimbrung lagi boleh ya Mas ^_^ (semoga juga bernilai Ibadah dalam Ramadhan 
ini... Amiin Ya Allah)
"Kalau seperti ini..... saya sebagai
orang awam berkesimpulan bahwa konsep Islamic Finance (saya gunakan
istilah ini agar lebih luas daripada bank syariah doank) ini tidak
established, masing2x region bisa menggunakan 'style' nya masing2x"
 
Mungkin sebaiknya digunakan kata "belum established" daripada "tidak 
established" Mas..... kasihan, masih tahap "menemukan jati diri" soalnya, jadi 
jangan anak kita dikatakan "tidak bisa jalan" tapi "belum lancar jalannya"...

Dan inilah keindahan dan kesempurnaan islam, ia bersifat lengkap dan 
kontekstual, bukannya tidak established, tetapi melihat kondisi "kekinian" 
suatu daerah.... sehingga terkadang satu hukum bisa bergeser sementara 
diakibatkan kondisi yang belum memungkinkan, setelah memungkinkan, maka hukum 
itu harus berlaku lagi....

Wallahu musta'an

Abu Fahmi
Mahasiswa Biasa



----- Original Message ----
From: Ade Fauzan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, September 5, 2008 10:37:09 AM
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Re: Problem Sukuk...


Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Saya ingin ikut diskusinya ya, semoga bisa menjadi ibadah di bulan Ramadhan ini

Respon dari Mas Dodi 

"Saya melihat apa yang dibicarakan oleh Taqi Usmani adalah sukuk di 
Timur Tengah bukan di Indonesia"

Pernyataan inilah yang sampai sekarang masih sering membayangi saya
ketika belajar Islamic Finance. Kalau seperti ini..... saya sebagai
orang awam berkesimpulan bahwa konsep Islamic Finance (saya gunakan
istilah ini agar lebih luas daripada bank syariah doank) ini tidak
established, masing2x region bisa menggunakan 'style' nya masing2x.
Makanya bisa muncul konsep sukuk versi Indonesia, Murabahah versi si
fulan dll. 

Jujur, buat saya belajar Islamic Finance lebih sreg dengan baca buku
Shariah Standard nya AAOIFI  (seingat saya tidak ada scholar
Indonesia dalam tim penyusunnya, CMIIW ), lebih detail dan applicable
dan dokumen sejenis yang dikeluarkan scholar Indonesia.

Mohon maaf jika ada kata yang salah, hanya ingin sharing aja

Wassalam

Ade



On 9/4/08, Kidod25 <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
banyak orang kutip sana sini, padahal konteksnya beda dengan yg di 
Indonesia. Sehingga diambil kesimpulan Sukuk di Indonesia jauh dari 
syariah.

Saya melihat apa yang dibicarakan oleh Taqi Usmani adalah sukuk di 
Timur Tengah bukan di Indonesia. 

--- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, andi alfian 
<muwahidun_ana@ ...> wrote:
>
> Apakah untuk mengatakan sesuatu
> itu menyimpang harus kita praktekan dulu penyimpangan itu? he he he
> lagian kalo dicermati, sebagian isi artikelnya kan merupakan 
rangkuman
> beberapa pendapat para pakar...., apa Bapak mau bilang kalo Taqi 
Usmani
> bukan pakar? akram laldin bukan pakar? atau mereka belum pernah 
melihat
> proses yang Bapak sebutkan? Jangan-jangan Bapak yang terlalu emosi 
he he he...... peace ya Pak.... 
> 
> Abu Fahmi
> Mahasiswa biasa.....
> 
> ----- Original Message ----

> From: Kidod25 <[EMAIL PROTECTED]>
> To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
> Sent: Friday, August 29, 2008 4:20:09 PM
> Subject: [ekonomi-syariah] Re: Problem Sukuk...
> 
> 
> menurut saya sangat tidak tepat sekali apabila kita membicarakan 
> sesuatu hal yang kita sendiri tidak tahu by riset atau paling tidak 
> mempraktekkannya . pertanyaan saya, apakah kita sudah pernah jual 
beli 
> sukuk secara langsung atau melihat proses pembayaran kuponnya? 
Kalau 
> jawabannya BELUM PERNAH, yg bisa jadi adalah fitnah.
> 
> Salam 
> Dodik Siswantoro
> Mantan Analis Obligasi (Syariah)
> AAA Securities
> 
> --- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, raditya sukmana 
> <momyadit@ .> wrote:
> >
> > salam,,
> > betul mas dedi,, perjuangan kita masih panjang,,,kita perlu orang-
> orang dengan kualitas seperti syeikh taqi,,dan juga kuantitas,, 
kita 
> membutuhkan banyak sekali,,,
> > 
> > 
> > selain itu yg tidak kalah pentingnya adalah kesiapan peraturan 
> islamic capital market dan juga kesiapan masyarakat terhadap adanya 
> instrumen2 shariah,,,dalam hal ini sosialisasi menjadi sangat 
> penting,,
> > jadi tugas kita masih banyak,,tapi kita tidak boleh menyerah,,,
> > 
> > mungkin itu dulu,,,
> > wassalam
> > Raditya Sukmana(adit/ momy)Â Â Â  Lecturer in Airlangga 
University 
> Surabaya Indonesia    Phd Student International Islamic 
University 
> Malaysia    Coordinator Islamic Economic Forum for Indonesian 
> Development (ISEFID) KL Chapter
> > 
> > --- On Tue, 26/8/08, sutomo_dedi <sutomo_dedi@ ...> wrote:
> > From: sutomo_dedi <sutomo_dedi@ ...>
> > Subject: [ekonomi-syariah] Problem Sukuk...
> > To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
> > Date: Tuesday, 26 August, 2008, 7:57 PM
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >             ass.wr.wb
> > 
> > 
> > 
> > menarik membaca artikel dari mas Raditya Kumara tentang problem 
> > 
> > instrumen sukuk. saya termasuk yang sedikit memiliki perhatian 
> > 
> > terhadap instrumen investasi syariah ini. dari dulu dalam setiap 
> > 
> > diskusi dengan dosen-dosen saya di UMY saya sering melontarkan 
> > 
> > masalah aspek kesesuaian syariah yang sering kali diabaikan dalam 
> > 
> > penerbitan sukuk. sukuk sering kali dipandang secara general 
> sebagai 
> > 
> > basis instrumen obligasi seperti dikonvensional. inilah 
problemnya. 
> > 
> > seperti yang dikatakan mas Raditya, pada dasarnya perbedaan 
> mendasar 
> > 
> > dari instrumen sukuk dengan obligasi konvensional adalah sifat 
dari 
> > 
> > instrumen tersebut, obligasi konvensional bersifat debt 
instrumen, 
> > 
> > sedangkan sukuk bersifat equity instrumen. dengan sifat alaminya 
> ini 
> > 
> > instrumen sukuk membutuhkan underlying asset yang bersifat 
> > 
> > produktif. tidaklah tepat digunakan pada asset tetap (non 
> > 
> > productive). 
> > 
> > 
> > 
> > selain itu masalah perdagangan sukuk dipasar sekunder. jika tidak 
> > 
> > ada aturan dan pengawasan yang ketat, tidak menutup kemungkinan 
> > 
> > perdagangan sukuk dipasar sekunder akan memberikan peluang 
masuknya 
> > 
> > unsur riba, spekulasi dan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan 
> > 
> > syariah. salah satu kemungkinan adalah adanya distorsi harga dan 
> > 
> > espektasi return yang bisa saja membuat sukuk menjadi instrumen 
> yang 
> > 
> > menarik untuk dijadikan alat spekulasi..
> > 
> > 
> > 
> > kita semua memang berharap investasi syariah dapat tumbuh dan 
> > 
> > berkembang menjadi satu penomena yang dapat mengubah pandangan 
> pasar 
> > 
> > modal global, namun demikian janganlah segala sesuatunya 
> diabaikan.. 
> > 
> > kita harus tetap berpegang teguh pada prinsip kesesuaian 
instrumen 
> > 
> > ini terhadap aturan syariah..karena esensi utama yang membedakan 
> > 
> > sukuk dengan obligasi konvensional adalah masalah legal syarie 
yang 
> > 
> > melekat pada sukuk..
> > 
> > 
> > 
> > semoga kita dapat terus memperjuangakan pengembangan investasi 
> > 
> > syariah baik ditanah air maupun pada tingkat global.
> > 
> > 
> > 
> > wassalam
> > 
> > 
> > 
> > Dedi Sutomo
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >       Get your preferred Email name!
> > Now you can @ymail.com and @rocketmail. com. 
> > http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/
> >
>

 


-- 
Ade Fauzan     


      

Kirim email ke