"Rendahnya harga LNG  Tangguh dipastikan karena kondisi pasar internasional 
yang  menggunakan pola buyer market, di mana penjual LNG sangat  banyak, 
sedangkan pembelinya sedikit," ujar Menteri Energi dan  Sumber Daya Mineral 
(ESDM) Purnomo Yusgiantoro


----- Original Message ----
From: dody gere <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, September 14, 2008 11:40:45 PM
Subject: Re: [ekonomi-syariah] gas naik karena jual ke cina murah!!!


Kalau  tidak ingin bertele-tele, solusinya adalah pemerintah sekarang melakukan 
negosiasi ulang sehingga sesuai dengan harga sekarang yg katanya sudah mencapai 
di atas 15 US dollar / MMBTU. Bolivia dibawah kepemimpinan Evo Morales dan 
Venezuela dibawah kepemimpinan Hugo Chaves berhasil memperbaharui kontrak2 
migas dan mineral yang sangat merugikan, kenapa kita tidak bisa. Tetapi dibawah 
rejim yg serba ragu-ragu ini , hal ini menjadi sesuatu yg musykil.. 

Mungkin yang lebih bersalah adalah rakyat yg telah memilih pemimpin tanpa 
pertimbangan yang matang, hanya semata-mata terpesona dengan penampilan fisik 
seseorang.

Mungkin perlu semacam penyadaran bahwa memilih pemimpin bukan lah memilih 
kontestan Indonesian Idol.

Salam

--- On Fri, 9/5/08, Aji Dedi Mulawarman <[EMAIL PROTECTED] co.id> wrote:

From: Aji Dedi Mulawarman <[EMAIL PROTECTED] co.id>
Subject: Re: [ekonomi-syariah] gas naik karena jual ke cina murah!!!
To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Date: Friday, September 5, 2008, 11:39 AM


ini bukan masalah yang salah itu sby atau mega.
yang bertanggung jawab dan mempunyai andil besar adalah
PURNOMO YUSGIANTORO yang selama tiga presiden sebagai menteri energi. dan 
kebetulan juga SBY juga mantan menteri energi. dan kebetulan juga mereka berdua 
adalah anggota BIMASENA, club yang anggotanya para pengusaha energi (perusahaan 
energi luar negeri yang beroeprasi di indonesia seperti exon indonesia dan 
perusahaan dalam negeri)dan para pejabat (dan ex) energi. hehehe... jadi 
negosiasi bisnis gas dilakukan di mana dan oleh para siapa? hehehe



On 03 Sep 08, at 19:45, dody gere wrote:



Kalau informasi seperti dibawah tadi sudah valid pak, dalam artian semua orang 
sudah tahu.

Permasalahannya hanyalah saling lempar tanggung jawab antara pimpinan kabinet 
dan anggotanya.

Salam... 

--- On Wed, 8/27/08, addin alfatih <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: addin alfatih <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: Re: [ekonomi-syariah] gas naik karena jual ke cina murah!!!
To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, August 27, 2008, 11:27 AM




Mohon maaf, bisa disebutkan sumber informasinya secara lengkap ?
Terima Kasih


--- On Wed, 8/27/08, Dodik / Mariati <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: Dodik / Mariati <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: [ekonomi-syariah] gas naik karena jual ke cina murah!!!
To: [EMAIL PROTECTED] com
Date: Wednesday, August 27, 2008, 9:35 AM


Harga gas naik terus karena jual ke Cina terlalu murah, dimanakah keadilan di 
negara ini????

Jakarta - Pernyataan Wapres Jusuf Kalla bahwa kontrak LNG Tangguh pada masa 
Presiden Megawati karena lobi-lobi dansa membuat kupingnya panas. Megawati pun 
tak terima pada tudingan JK tersebut.

Mega menegaskan kontrak LNG Tangguh merupakan kebijakan pemerintah yang di 
dalamnya ada JK dan SBY sebagai menterinya.

"Bilang sama Pak Kalla, beliau juga ada di situ sama SBY," kata Mega menanggapi 
tudingan Kalla usai pembukaan pelatihan kader perempuan PDIP di kantor DPP 
PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (25/8/2008).

Mega tak berkomentar saat para wartawan mencecar apakah siap jika kasus 
penjualan LNG Tangguh diinvestigasi karena diduga penjualan itu merugikan 
negara karena dijual terlalu murah.

Pada 24 Agustus lalu, JK meminta DPR mengusut penjualan LNG Tangguh ke Fujian, 
Cina. Menurutnya, itu adalah kontrak paling jelek selama ini. Selain itu JK 
juga menilai lolosnya penjualan LNG Tangguh akibat lobi dansa mantan presiden 
Cina Ziang Zemin sehingga Cina dapat membeli gas Indonesia dengan harga murah.

Kontrak yang diteken Presiden Megawati pada 2002 itu hanya mematok harga 3,3 
dolar AS per juta british thermal unit (MMBTU) dan berlaku selama 20 tahun. 
Menurut Kalla, nilai kontrak ini sangat jauh di bawah harga pasaran 
internasional LNG saat ini, yaitu sekitar 20 dolar AS per MMBTU.(

 

 


 
    


      

Kirim email ke