Harga gas naik terus karena jual ke Cina terlalu murah, dimanakah keadilan di
negara ini????
Jakarta - Pernyataan Wapres Jusuf Kalla bahwa kontrak LNG Tangguh pada masa
Presiden Megawati karena lobi-lobi dansa membuat kupingnya panas. Megawati pun
tak terima pada tudingan JK tersebut.
Mega menegaskan kontrak LNG Tangguh merupakan kebijakan pemerintah yang di
dalamnya ada JK dan SBY sebagai menterinya.
"Bilang sama Pak Kalla, beliau juga ada di situ sama SBY," kata Mega menanggapi
tudingan Kalla usai pembukaan pelatihan kader perempuan PDIP di kantor DPP
PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (25/8/2008).
Mega tak berkomentar saat para wartawan mencecar apakah siap jika kasus
penjualan LNG Tangguh diinvestigasi karena diduga penjualan itu merugikan
negara karena dijual terlalu murah.
Pada 24 Agustus lalu, JK meminta DPR mengusut penjualan LNG Tangguh ke Fujian,
Cina. Menurutnya, itu adalah kontrak paling jelek selama ini. Selain itu JK
juga menilai lolosnya penjualan LNG Tangguh akibat lobi dansa mantan presiden
Cina Ziang Zemin sehingga Cina dapat membeli gas Indonesia dengan harga murah.
Kontrak yang diteken Presiden Megawati pada 2002 itu hanya mematok harga 3,3
dolar AS per juta british thermal unit (MMBTU) dan berlaku selama 20 tahun.
Menurut Kalla, nilai kontrak ini sangat jauh di bawah harga pasaran
internasional LNG saat ini, yaitu sekitar 20 dolar AS per MMBTU.(