Pasca G-20 Summit: Krisis Semakin Memburuk
Eurozone dengan beberapa negara di dalamnya seperti Belanda, Jerman dan Spanyol
telah secara resmi masuk dalam situasi resesi, dimana kondisi resesi antara
pertumbuhan stagnan (0%) seperti yang terjadi di Spanyol hingga penurunan
kinerja ekonomi seperti yang dialami Jerman (-0,5%). Amerika Serikat lebih dulu
dipastikan akan mengalami kondisi yang sama. Di Asia, Singapura menjadi negara
yang cukup menonjol mengalami resesi. Dan yang terbaru adalah raksasa ekonomi
Jepang secara resmi juga masuk dalam kelompok ekonomi resesi.
Berita paling akhir (17 November 2008) juga menyebutkan, Citigroup yang kini
sebagai bank terbesar kedua di Amerika setelah Bank of America, mengumumkan
akan memangkas staff-nya sebanyak 53.000 orang, industri otomotif Amerika sudah
menjerit kesulitan likuiditas untuk produksi, situasi ini semakin menghantui
angka pengangguran Amerika yang telah mencapai 7,7% saat ini (survey Fedres
Bank of Philadelphia).
Kondisi ini menjadi fakta yang kontradiktif (jika tak mau dikatakan lucu),
karena baru saja sehari pertemuan G-20 selesai dengan kesepakatan yang begitu
ketat, ternyata banyak anggotanya "menjerit" setelah itu. Lihat saja
kesepakatan yang disebut-sebut sebagai the bretton woods II, ternyata tidak
meningkatkan kepercayaan diri pasar, bahkan membuat pasar dow jones kembali
terjun 200-an basis poin.
Kita sekarang seperti sedang terjun bebas tanpa parasut, yang bisa kita lakukan
cuma mengira-ngira seperti apa posisi jatuh yang paling "enak"; tengkurap,
berdiri, duduk atau apa. Atau mungkin sedikit berdoa, kalau-kalau landasan
mendarat kita terbuat dari matras yang paling empuk. tapi tetap saja pertanyaan
kita saat terjun ini adalah, dimana dasar-nya dan kapan kita sampai di dasar?
Saya jadi ingat kalimat berbau syair-nya Emha Ainun Najib: kalo pohon sakit itu
ada tiga kemungkinan penyikapannya; pertama, obati pohon itu jika masih
memungkinkan untuk sembuh. Kedua, jika tidak bisa cabut saja pohon itu ganti
dengan pohon baru, tapi mencabut pohon lama pasti menyakitkan. Ketiga, jika
menyakitkan mencabut pohon, ya biarkan saja pohon itu mati dan membusuk, toh
dari kebusukan pohon itu pasti akan ada organisme pohon baru yang tumbuh.
Nah, kita mau apakan krisis ekonomi ini, kita obati? Sudah beberapa bulan ini
obatnya tidak membuat kondisi semakin baik; bailout, penjaminan, suku bunga
sampai dengan komitmen, semuanya mentah! Bagaimana kalau kita cabut sistem yang
ada, revolusi! Pasti banyak kapitalis yang pasang badan dan siap "perang". So,
kita tunggu aja kebusukannya, kehancurannya, kemusnahannya...