Sesungguhnya kehancuran itu inheren di dlm setiap kebatilan (inna al-bathila 
kaana zahuuqa). 
Lha wong dari awal sdh dilarang riba, tetep riba juga.....



Powered by Telkomsel BlackBerry�

-----Original Message-----
From: ali sakti <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Mon, 17 Nov 2008 17:56:41 
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [ekonomi-syariah] Pasca G-20 Summit: Krisis Semakin Memburuk


Pasca G-20 Summit: Krisis Semakin Memburuk 

Eurozone dengan beberapa negara di dalamnya seperti Belanda, Jerman dan Spanyol 
telah secara resmi masuk dalam situasi resesi, dimana kondisi resesi antara 
pertumbuhan stagnan (0%) seperti yang terjadi di Spanyol hingga penurunan 
kinerja ekonomi seperti yang dialami Jerman (-0,5%). Amerika Serikat lebih dulu 
dipastikan akan mengalami kondisi yang sama. Di Asia, Singapura menjadi negara 
yang cukup menonjol mengalami resesi. Dan yang terbaru adalah raksasa ekonomi 
Jepang secara resmi juga masuk dalam kelompok ekonomi resesi.

Berita paling akhir (17 November 2008) juga menyebutkan, Citigroup yang kini 
sebagai bank terbesar kedua di Amerika setelah Bank of America, mengumumkan 
akan memangkas staff-nya sebanyak 53.000 orang, industri otomotif Amerika sudah 
menjerit kesulitan likuiditas untuk produksi, situasi ini semakin menghantui 
angka pengangguran Amerika yang telah mencapai 7,7% saat ini (survey Fedres 
Bank of Philadelphia).

Kondisi ini menjadi fakta yang kontradiktif (jika tak mau dikatakan lucu), 
karena baru saja sehari pertemuan G-20 selesai dengan kesepakatan yang begitu 
ketat, ternyata banyak anggotanya "menjerit" setelah itu. Lihat saja 
kesepakatan yang disebut-sebut sebagai the bretton woods II, ternyata tidak 
meningkatkan kepercayaan diri pasar, bahkan membuat pasar dow jones kembali 
terjun 200-an basis poin.

Kita sekarang seperti sedang terjun bebas tanpa parasut, yang bisa kita lakukan 
cuma mengira-ngira seperti apa posisi jatuh yang paling "enak"; tengkurap, 
berdiri, duduk atau apa. Atau mungkin sedikit berdoa, kalau-kalau landasan 
mendarat kita terbuat dari matras yang paling empuk. tapi tetap saja pertanyaan 
kita saat terjun ini adalah, dimana dasar-nya dan kapan kita sampai di dasar?

Saya jadi ingat kalimat berbau syair-nya Emha Ainun Najib: kalo pohon sakit itu 
ada tiga kemungkinan penyikapannya; pertama, obati pohon itu jika masih 
memungkinkan untuk sembuh. Kedua, jika tidak bisa cabut saja pohon itu ganti 
dengan pohon baru, tapi mencabut pohon lama pasti menyakitkan. Ketiga, jika 
menyakitkan mencabut pohon, ya biarkan saja pohon itu mati dan membusuk, toh 
dari kebusukan pohon itu pasti akan ada organisme pohon baru yang tumbuh.

Nah, kita mau apakan krisis ekonomi ini, kita obati? Sudah beberapa bulan ini 
obatnya tidak membuat kondisi semakin baik; bailout, penjaminan, suku bunga 
sampai dengan komitmen, semuanya mentah! Bagaimana kalau kita cabut sistem yang 
ada, revolusi! Pasti banyak kapitalis yang pasang badan dan siap "perang". So, 
kita tunggu aja kebusukannya, kehancurannya, kemusnahannya... 


      

Kirim email ke