Perusahaan-perusahaan yang memperoleh dana publik seperti Bank, Asuransi, Sekuritas, dan Emiten harus diawasi pemerintah agar tidak merugikan masyarakat. Jangan sampai ratusan trilyun uang masyarakat beralih tangan jadi deviden pemegang saham utama, gaji dan bonus luar biasa besar untuk para eksekutifnya, atau kredit macet orang yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut, kemudian jika terjadi masalah pemerintah harus mengeluarkan ratusan trilyun rupiah untuk menalanginya. Perlu aturan/regulasi untuk mencegah hal ini.
Alan Greenspan ketika ”diinterogasi” oleh Kongres AS akibat Krisis Keuangan yang ditimbulkan oleh kacaunya lembaga Perbankan AS mengaku bahwa selama ini dia menganggap para Bankir akan bertanggung-jawab dengan uang yang dikelolanya sehingga dilakukan berbagai deregulasi. Alan menganggap para Bankir seperti ”Malaikat” yang tidak perlu dikontrol penuh sehingga akhirnya justru menimbulkan kerugian sementara mereka menikmati gaji dan bonus yang luar biasa besar (mencapai puluhan juta dollar/tahun). Di Indonesia juga ada Dirut Bank Swasta yang gajinya milyaran rupiah/tahun. Alasannya wajar dong gajinya sebesar itu karena dana yang dikelola besar dan perusahaannya juga besar. Padahal uang gaji dan bonus yang di luar kewajaran besarnya itu berasal dari uang nasabah. Bukan dari keuntungan Bank karena Bank itu akhirnya rugi dan harus dibantu pemerintah sampai puluhan trilyun rupiah. Menurut saya itu sudah merupakan perampokan uang rakyat secara halus. --- Lutfi Fadila <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > INDOPOS/ 18-11-2008 > > SAMPAI berlangsungnya pertemuan puncak 20 kepala > negara yang > menguasai 90 persen ekonomi dunia di Washington ini, > Kongres Amerika > Serikat masih belum berhasil mendatangkan Joseph > Cassano, pimpinan > unit usaha AIG di London, yang dianggap sebagai > orang yang paling > bersalah dalam krisis global ini. Tapi, pekan lalu > Kongres sudah > memanggil atasan Cassano, yakni mantan CEO > perusahaan asuransi > terbesar di dunia itu, Michael Sullivan. > > Dari pemanggilan Sullivan itu tergambar bahwa AIG > memang sudah > sangat bergantung pada unit usahanya yang dia beri > wewenang luas di > London itu. Bahkan, penghasilan Cassano sendiri > sudah lebih besar > daripada gaji CEO di kantor pusatnya di New York. > Begitu > bergantungnya kantor pusat pada unit usaha yang di > London itu sampai- > sampai, ketika pada akhirnya Sullivan harus > memberhentikan Cassano > dari jabatan kepala unit pada 29 Februari lalu (saat > AIG terbukti > menderita kerugian USD 11 miliar atau sama dengan Rp > 130-an > triliun), Cassano masih mendapat pesangon USD 34 > juta atau sekitar > Rp 370 miliar! Tidak hanya itu, Sullivan masih > mengangkatnya sebagai > konsultan perusahaan dengan gaji sebulan USD 1 juta > atau sekitar Rp > 12 miliar! > > Bayangkan, orang yang paling bersalah sedunia, > ketika dipecat pun > masih punya gaji bulanan yang besarnya cukup untuk > menggaji presiden > Indonesia selama 12 tahun! Bandingkan dengan gaji > presiden Indonesia > yang hanya Rp 59 juta/bulan, atau gaji menteri kita > yang hanya Rp 19 > juta sebulan (yang kalah dengan gaji pimpinan > redaksi Jawa Pos > sekalipun). > > Padahal, menjadi presiden Indonesia pusingnya bukan > main. Bukan saja > tidak bisa lagi korupsi, membela besan pun tidak > bisa lagi. Mau > menaikkan gaji para menteri Indonesia pun selalu > khawatir dianggap > tidak peka pada keadaan rakyat. Padahal, sejak > menjadi presiden > empat tahun lalu, SBY belum pernah menaikkan gaji > menteri- > menterinya. Apalagi, kalau harus membeli pesawat > khusus > kepresidenan. Dia tidak akan mau melakukannya saat > ini. Karena itu, > perjalanan ke summit ini pun harus dilakukan dengan > cara mampir- > mampir karena pesawatnya tidak mampu menempuh jarak > jauh. Bahkan, > untuk menghadiri pertemuan puncak APEC di Peru > minggu depan, masih > harus mampir-mampir ke Meksiko, transit di Lima, > mampir ke Brazil, > dan baru ke Peru. > > Tapi, mampir di Meksiko dan Brazil masih bisa > dimanfaatkan untuk > menggalang langkah kelanjutan dari hasil pertemuan > puncak di > Washington. Untuk benar-benar bisa merumuskan > kesepakatan yang > konkret, menurut Presiden SBY, masih diperlukan > tiga-empat kali > summit lagi. Presiden mengingatkan kenyataan untuk > mencapai > kesepakatan yang disebut Bretton Wood dulu, juga > diperlukan waktu > tiga tahun. Bahkan, untuk membentuk ASEAN, > diperlukan summit selama > 17 tahun! Itulah sebabnya, Presiden SBY selalu > menekankan perlunya > usaha mati-matian di dalam negeri sendiri. > > Bayangkan, orang sedunia harus pontang-panting > gara-gara penciptaan > sistem CDS. Yang pontang-panting orang miskin dengan > gaji kecil, > yang bikin pontang-panting tetap menikmati > kekayaannya yang > berlimpah. > > Jangan dibayangkan gaji Cassano ketika masih > menjabat kepala unit. > Saat itu, selama enam tahun, gaji Cassano Rp 300 > miliar/tahun. > Dengan demikian, kalau gaji dan bonusnya selama > menjabat kepala unit > itu ditotal, sudah mencapai Rp 4 triliun dengan kurs > kemarin. Gaji > Cassano memang didasarkan pada kinerja usahanya yang > luar biasa. > Karena itu, dia terus menciptakan cara-cara baru > secara agresif agar > penghasilannya sendiri juga terus membesar. > > Rasanya orang seperti Cassano tidak akan terjerat > peraturan. Dalam > kaitan dengan CDS, dia tidak melanggar peraturan apa > pun. Credit > default swaps (CDS) yang dia lakukan selama enam > tahun itu, > sebenarnya cara Cassano untuk meraih semua itu > dengan sangat cerdik. > Tanpa menyangka kalau akibatnya sampai menyusahkan > orang seluruh > dunia. Betapa hebatnya orang yang saat diangkat > menjabat kepala unit > usianya baru 45 tahun itu. > > Transaksi CDS yang dilakukan di unit usaha pimpinan > Cassano mencapai > USD 562 miliar. Tiap tahun pertumbuhan omzet dan > laba AIG terus naik > drastis. Nama AIG menjadi amat hebatnya. CEO-nya > yang di New York > terus memuji kenaikan laba kantor pusat yang praktis > disumbangkan > oleh unit usahanya itu. Pendapatan AIG yang pada > 1999 masih USD 737 > juta, lima tahun kemudian menjadi USD 3,6 miliar. > Tingkat labanya > akan membuat siapa saja mengaguminya: 85 persen dari > revenue. Inilah > perusahaan jasa dengan tingkat laba tertinggi di > dunia. Praktis inti > bisnis AIG sudah berada di unit usahanya yang di > London ini. Yakni, > unit usaha yang disebut "unit usaha produk-produk > keuangan" di bawah > pimpinan Cassano. Itulah sebabnya, mengapa gaji > Cassano terus > dilipatgandakan. AIG memang terkenal royal memberi > bonus kepada > jajaran pimpinannya. Bonus tahunannya bisa mencapai > 30 persen dari > laba. Padahal, yang disebut laba itu masih berupa > laba di buku. Yang > jadi laba beneran atau tidak baru diketahui di > tahun-tahun > berikutnya. Sedangkan bonus tahunan yang diberikan > adalah uang cash, > yang dikeluarkan saat itu juga. > > Saya juga biasa memberi bonus kepada pimpinan anak > perusahaan > berdasar kinerja. Baik di Jawa Pos Group maupun di > PWU Group > (perusahaan daerah Jatim). Tapi, saya selalu melihat > laba tidak > seperti itu. Khusus untuk pemberian bonus, saya > selalu mendasarkan > pada laba yang dikaitkan dengan piutang ragu-ragu > (meskipun > sebenarnya bisa tertagih), umur piutang, kas/setara > kas, dan > beberapa syarat lain lagi. Itu pun masih belum > cukup. Harus dilihat > juga tingkat persediaan bahan baku maupun bahan > jadi. Sebab, kadang- > kadang, pimpinan perusahaan yang dirangsang dengan > bonus > suka "memainkan" persediaan. > > Bisa jadi sebuah perusahaan labanya kelihatan besar, > tapi ternyata > karena persediaan bahan jadinya sangat besar. > Padahal, belum tentu > bahan jadi itu bisa terjual semua. Sikap seperti ini > mungkin dinilai > pelit. Tapi, pengendalian seperti itu bukan saja > bisa mengerem > kerakusan, melainkan juga membuat perusahaan > berjalan dengan keadaan > apa adanya. > > Cassano sendiri yang mulai bekerja di AIG pada 1987 > dan mulai > menjabat pimpinan unit ini sejak 2003 sebenarnya > tidak terlalu > salah. Dia berani memberikan jaminan CDS karena > melihat yang > meminjam uang (yang dijamin) itu adalah > lembaga-lembaga keuangan > terbesar di dunia dengan rating tertinggi, AAA. > Logikanya: apalah > risiko memberi jaminan kepada orang kaya. Masak > orang kaya tidak > bisa bayar utang! Suatu kali, Cassano memang sangat > bangga > mengumumkan siapa saja klien-klien yang dia beri > jaminan itu. Tapi, > kalau mau jujur, Cassano pasti akan merasa bahwa > langkahnya itu > suatu saat akan meledak. Risikonya terlalu besar. > > Risiko itu akhirnya tiba juga. Akhir 2007, bank-bank > Eropa yang > meminjamkan uang ke lembaga keuangan AS dengan > jaminan CDS dari AIG, > mulai menagih ke AIG karena "gajah-gajah" di AS itu > ternyata mulai > tidak sanggup bayar utang. Total tagihan penjaminan > yang masuk pun > tidak kepalang tanggung: USD 11 miliar atau sama > dengan Rp 100 > triliun lebih. Tentu AIG tidak siap dengan tagihan > mendadak sebegitu > besar. Akibatnya, rating AIG turun. Kepercayaan > runtuh. Kerugian > mulai menganga. Akhir 2007 unit usaha di bawah > Cassano itu saja rugi > USD 25 miliar. > > Cassano pun diberhentikan. Tapi, hebatnya dia masih > mendapat > pesangon Rp 300 miliar! Bahkan, tak lama kemudian > AIG masih > mengangkatnya menjadi konsultan dengan bayaran Rp 12 > miliar sebulan! > Begini-beginilah yang membuat rakyat Amerika marah. > Lalu tidak > percaya lagi pada lembaga keuangan. Padahal, begitu > terjadi > ketidakpercayaan, di situlah bermula sebuah > kepanikan. Dan kepanikan > itulah yang memperparah krisis. > > Kepanikan itu mencapai puncaknya ketika Lehman > Brothers, perusahaan > keuangan terbesar di dunia menyatakan diri bangkrut > pertengahan > September lalu. Habislah harapan. Orang langsung > berpikiran begini: > Lehman Brothers saja bangkrut, pasti yang lain-lain > akan bangkrut. > Kita jadi ingat Indonesia 10 tahun lalu. Puncak > kepanikan kita waktu > itu adalah juga ketika 16 bank ditutup (atas > permintaan IMF). Orang- > orang waktu itu langsung berpikiran begini: > bank-bank yang mana lagi > yang akan ditutup berikutnya. > > Karena itu, para pembuat daftar penyebab krisis ini, > nama CEO Lehman > Brothers Richard Fuld juga dimasukkan sebagai > pendosa terbesar nomor > 2, di bawah Cassano. Sedangkan pendosa terbesar > nomor 3 adalah > Christopher Cox, chairman Komisi Securities and > Exchange di Amerika > yang seharusnya mengawasi semua kebobrokan itu. > > Dari berbagai media di dunia ini, daftar itu memang > panjang. Pendosa > terbesar nomor 10 adalah, ini dia: rakyat Amerika > Serikat. Yakni, > dosa karena keborosannya, kerakusannya, dan > kesenangannya > menggunakan kartu kredit! > > Cox, pendosa nomor 3 itu, selama ini juga dikenal > sebagai > orang "sakti". Waktu muda kecelakaan hebat di Hawaii > sampai punggung > dan kakinya patah. Dia harus enam bulan berjalan > dengan tongkat dan > dengan banyak baja di tubuhnya. Dia punya meja > khusus yang > memungkinkannya bisa bekerja sambil berdiri -karena > ada dua baja di > punggungnya. > > Dia juga diserang kanker aneh, tapi sembuh total. > Adiknya, ketika > kecil, meninggal tragis saat mau ke gereja. Waktu > itu si adik > berdiri di belakang mobil yang akan disetiri ayahnya > ke gereja. Si > ayah mengundurkan mobil tanpa tahu anaknya di > belakang mobil. > Terlindas. > > Cox kini diserang habis-habisan. "Kalau saya > presiden AS sekarang, > sudah saya pecat dia," kata McCain saat kampanye > dulu. Cox masih > bisa menghindar. Cox melihat serangan McCain itu > hanya bahan > kampanye. "Cara terbaik menghindari serangan berbau > politik seperti > itu tidak ada jalan lain kecuali menunduk," katanya > seperti > disiarkan pers. Kini Cox juga didengar keterangannya > oleh DPR AS. > Kita ingin melihat apakah dia masih sakti kali ini. > Setidaknya dia > masih selamat karena justru McCainlah yang gagal > jadi presiden. > > Yang jelas masih sakti adalah Cassano. Sampai saat > ini belum ada > media yang berhasil mewawancarai dia. Dia tinggal di > rumah tiga > lantai dekat department store terkenal di Harolds, > London, dengan > kebunnya yang tenang. Hidup Cassano! > > > === Paket Umrah 2009 Mulai Rp 16,9 juta Informasi selengkapnya ada di: http://www.media-islam.or.id Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 Untuk berhenti: UNREG SI kirim ke 3252. hanya dari Telkomsel Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com ___________________________________________________________________________ Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru. Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
