Maaf, kapitalisme belum akan hancur
Kyai Fulan duduk di teras Pondok bersama 3 santrinya;
Santri 1:
“Mundurnya ekonomi kapitalis menjadi kesempatan bagi ekonomi Islam untuk maju,
Kyai”
Kyai Fulan :
“Memang maju mundurnya ekonomi Islam tergantung ekonomi kapitalis...apa memang
begitu....mundurnya ekonomi Islam karena majunya ekonomi kapitalis?”
Santri 2
“..... Loh, benar Kyai...tenggelamnya ekonomi Islam pada abad 15- 19 M
dikarenakan kekuasaan kapitalis...... dan dulu pada abad 7 sampai 12 M,
ekonomi Islam jaya.....!”
Kyai Fulan:
“Apa tidak salah kalau kamu bilang majunya ekonomi Islam karena mundurnya
kapitalis pada waktu itu...... sedangkan kapitalisme seperti Amerika dan
teman-temannya belum ada pada abad 7-12 M lalu....
Santri 3:
“Yang jelas kyai....runtuhnya kapitalisme membuktikan kemenangan ekonomi Islam”
......”
Kyai Fulan:
“....kapan ekonomi Islam dan kapitalisme perang.....memangnya masalah ekonomi
di Amerika saat ini karena serangan ekonomi Islam.....kapan mereka
berhadapan....dan kriteria kemenangan ekonomi Islam apa yang kamu maksudkan?”
Santri 2:
“...yang jelas....kapitalis jatuh dan ekonomi Islam tetap jaya....”
Kyai Fulan:
“....mengapa kalau kamu bicara tentang ekonomi Islam selalu kamu hadapkan
dengan ekonomi kapitalis....sampai akhirnya tidak kamu sadari bahwa kapitalis
menjadi tolak ukur bagaimana kamu membangun ekonomi Islam mu....kapitalis
menjadi standar pedoman bagaimana membuat ekonomi Islam mu maju....karena
segala sesuatu tentang ekonomi Islam selalu kamu banding-bandingkan dengan
kemajuan ekonomi kapitalis yang selalu tidak lepas dari pemikiranmu....aku jadi
kuatir lama-lama kapitalis menjadi poros dari segala perbandingan dalam
menentukan arah hidupmu..........!”
Santri 1:
“Tidak mungkin.Kyai......kapitalisme akan hancur .........”
Kyai Fulan:
“.....Kapitalis menghadapi berbagai kritikan sejak lahirnya ........ Adam Smith
(1723-1790) di kritik oleh Kark Mark (1818-1883). ...namun kemudian kapitalis
berhasil beradaptasi dengan Kritik Mark melalui pemikiran Friedrich List
(1789-1846). ....sampai akhirnya krisis ekonomi pada tahun 1929 melahirkan
kritik atas kapitalis, oleh J.M Keynes (1883-1946) pada tahun 1936......dan
lagi kapitalis mampu melakukan evolusi dalam pemodelannya. .....sampai akhirnya
tumbuh ekonomi heterodok, seperti ekonomi Institusionalis, ekonomi Australian,
ekonomi Feminis, ekonomi Geselian, ekonomi Post-Keynes, ekonomi Sraffia,
ekonomi Complexity dan lain-lain yang mengkritik kapitalisme. .....
Santri 2:
“..........................................”
Kyai Fulan:
”...Kapitalisme yang kau kenal di negara-negara Barat telah beradaptasi dengan
kondisi ekonomi di mana kapitalis itu hadir di negara penerimanya. ...maka
kapitalis telah melakukan transformasi dalam berbagai bentuk...kapitalisme
telah berkolaborasi dengan berbagai kenyataan di berbagai negara....seperti
model F. List (1789-1846) yang mengkolaborasikan kapitalisme dengan negara
(state capitalism) seperti negara-negara Asia Tenggara, dalam bahasa Yoshihara
Kunio sebagian kapitalisme negara Asia Tenggara adalah kapitalisme semu (ersatz
capitalism). ...muncul juga sistem kapitalisme model Adolf Wagner (1890-1944),
kapitalisme dengan pengaturan alokasi dana-dana pemerintah atau welfare
state....ada juga yang sistem ekonomi yang dikuasai negara tetapi memberi
tempat bagi pasar untuk berkuasa (market socialism) seperti di Cina...Robert
Ozaki (1991) juga meindentifikasi adanya ide-ide kemanusiaan di dalam
kapitalisme (human capitalism) yang di praktekkan di
Jepang....”
Santri 3:
“....Tapi itu semua adalah kapitalis, Kyai!!!”.
Kyai Fulan:
“....Rasulullah sendiri pernah mempercayakan pasar untuk menentukan harga
...itu salah satu ciri kapitaliskan?.......saat penduduk Madinah datang kepada
Rasulullah SAW untuk menurunkan harga gandum, namun Rasululllah menolak (HR.Abu
Daud)..... Menurut Ibnu Qudamah al-Maqdisi... tingginya harga gandum pada waktu
itu disebabkan pedagang gandum tersebut di rampok ketika mendatang gandum dari
luar Madinah sehingga mengalihkan nilai kerugian perampokan tersebut pada harga
gandum yang di jual di pasar... Di lain waktu Rasulullah juga menentukan
harga-harga. ...harga pohon yang dahannya sampai di rumah tetangga..harga budak
juga di tentukan.... juga di masa khulafaurashidin..... Umar sampai merampas
lahan milik Bilal untuk negara karena tidak ditanami selama 3 tahun walaupun
Bilal mempertahankan tanah hadiah dari Rasulullah itu. ...harga di masa
Rasulullah dan di masa Khulafaurahidin, seperti Umar bin Khattab bukan karena
kapitalisme atau sosialisme..
...tetapi, kebijakan ekonomi yang dikeluarkan adalah untuk kemaslahatan
umat...!!!.”
Santri 2:
“..Amerika hancur...kapitalisme juga runtuh kyai......”
Kyai Fulan:
”Kamu selalu mengindentikkan Amerika itu dengan kapitalisme. ... kamu selalu
berusaha mencari cara supaya Amerika itu hancur...karena kamu maknai hancurnya
Amerika hancur juga kapitalisme. ..... kapitalisme sebagai musuh hidupmu dengan
menyederhanakan kapitalis dalam sebuah lembaga/negara Amerika adalah
kapitalisme itu....kamu mempersempit pandangan hidupmu dengan menilai hancurnya
kapitalisme adalah hancurnya Amerika.... Amerika yang menjadi simbol
kebencianmu.......tetapi kamu tidak sadar bahwa diam-diam kapitalisme telah
menjadi pemahaman baru dalam sikap ekonomi di negaramu!!!.”
Santri 3:
“Tidak mungkin!!!”
Santri 1:
“Mustahil!!!”
”........kapitalisme telah menjadi nafas dalam tata pergaulan dengan
sesamamu.... kapitalisme telah menjadi acuan dalam menentukan nilai-nilai dalam
etikamu....kapitalisme telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari
berbagai alasanmu untuk melakukan sesuatu.... lihat di negaramu.... sistem
pendidikan didasarkan sistem kapitalis... ..kau bisa masuk sekolah yang bermutu
bukan didasarkan atas otakmu tetapi didasakan atas berapa besar nilai uang yang
kau berikan... .lihatlah sistem kesehatan di negerimu bercumbu mesra dengan
sistem kapitalis... ...kau bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik bukan
berdasarkan atas kualitas sakitmu tetapi berapa berat isi kantongmu... . lihat
lembaga negara yang bersetubuh dengan sistem kapitalis... .kau menjadi pegawai
bukan karena kemampuanmu tetapi berdasarkan besarnya sogoan kepada aparat yang
menjadikan pegawai di negaramu.... semua di dasarkan proses keseimbangan antara
fungsi permintaan dan penawaran...
...apapun yang kamu bisa dijualbelikan di jualbelikan. ..apapun yang ada
pembeli kau jual.........tidak hanya makanan, pakaian, sepeda motor, mobil atau
rumah.... kalau harga diri ini bisa dijual, kamu jual juga!!!....
Santri 2:
“.....ehmmm mmm”
Kyai Fulan:
“....Dalam memperjuangkan ekonomi Islam, kamu juga tidak lepas dengan
keseimbangan permintaan dan penawaran itu........bank syariah selalu kamu
kritisi dengan membandingkan bank konvensional karena alasan keuntungan yang
akan mengisi kantongmu...tinggin margin pembiayaan bank syariah dari pada
tingkat bunga selalu menjadi dalih penghindarmu....keuntungan besar menjadi
orientasimu....laba tinggi telah menjadi motivasimu..pragmatis menjadi
sikapmu...opportunis menjadi haluanmu....!!!”
Santri 3:
“......Kyai....”.
Kyai Fulan:
“...Lihat, kapitalis menjadi komponen penting penentu kebijakan
pemerintahmu....kapitalisme menjadi variabel yang tidak terpisahkan dari segala
unsur dalam kampanye tentang kesejahteraan di negaramu.....kapitalisme menjadi
ikon penting untuk menarik investasi besar di negara mu.....dan bisa kamu lihat
.peran negara atas kesejahteraan dilumpuhkan. ..kekuasan pemerintah atas
pelayanan masyarakat dikerdilkan. ....kemaslahatan dipeti-eskan. ...peran pasar
telah dikuasakan..... dan dengan terang-terangan uang telah di tuhankan.... !!!”
Santri 1:
“...K...
Ki....Kyai.................................................................”
Kyai Fulan:
”....Berapa besar kemaslahatan yang diterima masyarakat karena tumbuhnya
ekonomi Islam yang kau sebutkan tadi........ berapa besar peran ekonomi Islam
tersebut mengeser kekuasaan laten kapitalis dalam kehidupanmu. ......... sampai
kamu tidak sadar bahwa kapitalis telah menjadi batal, guling dan selimut di
kamar kehidupanmu...... sehingga kamu tidak sadar bahwa sistem ekonomi Islam
yang kau maksudkan itu tidak bersentuhan dengan usaha untuk mengeser
kapitalisme. ... tetapi semakin memberikan tempat bagi tumbuhnya kapitalisme di
negaramu untuk mengunakan wajah baru...!!!”
Santri 1, 2, dan 3:
“...Ti....ti....tidak mungkin !!!!!”
Wallahu a’lam
Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka
dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
http://id.messenger.yahoo.com/invite/