Yang kadang-kadang terjadi, para santri menjadi emosi, lalu bilang,
"Maaf kiai, mulai saat ini juga saya keluar dari pondok ini. Ternyata
kiai pro-kapitalis, pro-amerika, dan tidak mendukung ekonomi syariah."

Lho...


--- In [email protected], heri sudarsono
<herisudarsono_mas...@...> wrote:
>
> Maaf, kapitalisme belum akan hancur 
>   
> 
> Kyai Fulan duduk di teras Pondok bersama 3 santrinya; 
>   
> Santri 1: 
> “Mundurnya ekonomi kapitalis menjadi kesempatan bagi ekonomi Islam
untuk maju, Kyai” 
>   
> Kyai Fulan : 
> “Memang maju mundurnya ekonomi Islam tergantung ekonomi
kapitalis...apa memang begitu....mundurnya ekonomi Islam karena
majunya ekonomi kapitalis?” 
>   
> Santri 2 
> “..... Loh, benar Kyai...tenggelamnya ekonomi Islam pada abad 15-
19 M dikarenakan kekuasaan kapitalis...... dan dulu pada abad 7 sampai
12 M,  ekonomi Islam jaya.....!” 
>   
> Kyai Fulan: 
> “Apa tidak salah kalau kamu bilang majunya ekonomi Islam karena
mundurnya kapitalis pada waktu itu...... sedangkan kapitalisme seperti
Amerika dan teman-temannya belum ada pada abad 7-12 M lalu.... 
>   
> Santri 3: 
> “Yang jelas kyai....runtuhnya kapitalisme membuktikan kemenangan
ekonomi Islam” ......” 
>   
> Kyai Fulan: 
> “....kapan ekonomi Islam dan kapitalisme perang.....memangnya
masalah ekonomi di Amerika saat ini karena serangan ekonomi
Islam.....kapan mereka berhadapan....dan kriteria kemenangan ekonomi
Islam apa yang kamu maksudkan?” 
>   
> Santri 2: 
> “...yang jelas....kapitalis jatuh dan ekonomi Islam tetap jaya....” 
>   
> Kyai Fulan: 
> “....mengapa kalau kamu bicara tentang ekonomi Islam selalu kamu
hadapkan dengan ekonomi kapitalis....sampai akhirnya tidak kamu sadari
bahwa kapitalis menjadi tolak ukur bagaimana  kamu membangun ekonomi
Islam mu....kapitalis menjadi standar pedoman bagaimana membuat
ekonomi Islam mu maju....karena segala sesuatu tentang ekonomi Islam
selalu kamu banding-bandingkan dengan kemajuan ekonomi kapitalis yang
selalu tidak lepas dari pemikiranmu....aku jadi kuatir lama-lama
 kapitalis menjadi poros dari segala perbandingan dalam menentukan
arah hidupmu..........!” 
>   
> Santri 1: 
> “Tidak mungkin.Kyai......kapitalisme  akan hancur  .........” 
>   
> Kyai Fulan: 
> “.....Kapitalis menghadapi berbagai kritikan sejak lahirnya
........ Adam Smith (1723-1790) di kritik oleh Kark Mark (1818-1883).
...namun kemudian kapitalis berhasil beradaptasi dengan Kritik Mark
melalui pemikiran Friedrich List (1789-1846). ....sampai akhirnya
krisis ekonomi pada tahun 1929 melahirkan kritik atas kapitalis, oleh
J.M Keynes (1883-1946) pada tahun 1936......dan lagi kapitalis mampu
melakukan evolusi dalam pemodelannya. .....sampai akhirnya tumbuh
ekonomi heterodok, seperti ekonomi Institusionalis, ekonomi
Australian, ekonomi Feminis, ekonomi Geselian, ekonomi Post-Keynes,
ekonomi Sraffia, ekonomi Complexity  dan lain-lain  yang mengkritik
kapitalisme. ..... 
>   
> Santri 2: 
> “..........................................” 
> 
> Kyai Fulan: 
> ”...Kapitalisme yang kau kenal di negara-negara Barat telah
beradaptasi dengan kondisi ekonomi di mana kapitalis itu hadir di
negara penerimanya. ...maka kapitalis telah melakukan transformasi
dalam berbagai bentuk...kapitalisme telah berkolaborasi dengan
berbagai kenyataan di berbagai negara....seperti model F. List
(1789-1846) yang mengkolaborasikan kapitalisme dengan negara (state
capitalism) seperti negara-negara Asia Tenggara, dalam bahasa
Yoshihara Kunio sebagian kapitalisme negara Asia Tenggara adalah
kapitalisme semu (ersatz capitalism). ...muncul juga sistem
kapitalisme model Adolf Wagner (1890-1944), kapitalisme dengan
pengaturan alokasi dana-dana pemerintah atau welfare state....ada juga
yang sistem ekonomi yang dikuasai negara tetapi memberi tempat bagi
pasar untuk berkuasa (market socialism) seperti di Cina...Robert Ozaki
(1991) juga meindentifikasi adanya ide-ide kemanusiaan di dalam
kapitalisme (human capitalism) yang di praktekkan di
>  Jepang....” 
> 
> Santri 3: 
> “....Tapi itu semua adalah kapitalis, Kyai!!!”. 
> 
> Kyai Fulan: 
> “....Rasulullah sendiri pernah mempercayakan pasar untuk
menentukan harga ...itu salah satu ciri kapitaliskan?.......saat
penduduk Madinah datang kepada Rasulullah SAW untuk menurunkan harga
gandum, namun Rasululllah menolak (HR.Abu Daud)..... Menurut Ibnu
Qudamah al-Maqdisi... tingginya harga gandum pada waktu itu disebabkan
pedagang gandum tersebut di rampok ketika mendatang gandum dari luar
Madinah sehingga mengalihkan nilai kerugian perampokan tersebut pada
harga gandum yang di jual di pasar... Di lain waktu Rasulullah juga
menentukan harga-harga. ...harga pohon yang dahannya sampai di rumah
tetangga..harga budak juga di tentukan.... juga di masa
khulafaurashidin..... Umar sampai merampas lahan milik Bilal untuk
negara karena tidak ditanami selama 3 tahun walaupun Bilal
mempertahankan tanah hadiah dari Rasulullah itu. ...harga di masa
Rasulullah dan di masa Khulafaurahidin, seperti Umar bin Khattab bukan
karena kapitalisme atau sosialisme..
>  ...tetapi, kebijakan ekonomi yang dikeluarkan adalah untuk
kemaslahatan umat...!!!.” 
> 
> Santri 2: 
> “..Amerika hancur...kapitalisme juga runtuh kyai......”  
> 
> Kyai Fulan: 
> ”Kamu selalu mengindentikkan Amerika itu dengan kapitalisme. ...
kamu selalu berusaha mencari cara supaya Amerika itu hancur...karena
kamu maknai hancurnya Amerika hancur juga kapitalisme. .....
kapitalisme sebagai musuh hidupmu dengan menyederhanakan kapitalis
dalam sebuah lembaga/negara Amerika adalah kapitalisme itu....kamu
mempersempit pandangan hidupmu dengan menilai hancurnya kapitalisme
adalah hancurnya Amerika.... Amerika yang menjadi simbol
kebencianmu.......tetapi kamu tidak sadar bahwa diam-diam kapitalisme
telah menjadi pemahaman baru dalam sikap ekonomi di negaramu!!!.” 
> 
> 
> Santri 3: 
> “Tidak mungkin!!!”
> 
> 
> Santri 1: 
> “Mustahil!!!”
> 
> ”........kapitalisme telah menjadi nafas dalam tata pergaulan
dengan sesamamu.... kapitalisme telah menjadi acuan dalam menentukan
nilai-nilai dalam etikamu....kapitalisme telah menjadi bagian yang
tidak terpisahkan dari berbagai alasanmu untuk melakukan sesuatu....
lihat di negaramu.... sistem pendidikan didasarkan sistem kapitalis...
..kau bisa masuk sekolah yang bermutu bukan didasarkan atas otakmu
tetapi didasakan atas berapa besar nilai uang yang kau berikan...
.lihatlah sistem kesehatan di negerimu bercumbu mesra dengan sistem
kapitalis... ...kau bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik
bukan berdasarkan atas kualitas sakitmu tetapi berapa berat isi
kantongmu... . lihat lembaga negara yang bersetubuh dengan sistem
kapitalis... .kau menjadi pegawai bukan karena kemampuanmu tetapi
berdasarkan besarnya sogoan kepada aparat yang menjadikan pegawai di
negaramu.... semua di dasarkan proses keseimbangan antara fungsi
permintaan dan penawaran...
>  ...apapun yang kamu bisa dijualbelikan di jualbelikan. ..apapun
yang ada pembeli kau jual.........tidak hanya makanan, pakaian, sepeda
motor, mobil atau rumah.... kalau harga diri ini bisa dijual, kamu
jual juga!!!.... 
>   
> Santri 2: 
> “.....ehmmm mmm” 
>   
> Kyai Fulan: 
> “....Dalam memperjuangkan ekonomi Islam, kamu juga tidak lepas
dengan keseimbangan permintaan dan penawaran itu........bank syariah
selalu kamu kritisi dengan membandingkan bank konvensional  karena
alasan keuntungan yang akan mengisi kantongmu...tinggin margin
pembiayaan  bank syariah dari pada tingkat bunga selalu menjadi dalih
penghindarmu....keuntungan besar menjadi  orientasimu....laba tinggi
telah  menjadi motivasimu..pragmatis menjadi sikapmu...opportunis
menjadi haluanmu....!!!” 
>   
> Santri 3: 
> “......Kyai....”. 
>   
> Kyai Fulan: 
> “...Lihat, kapitalis menjadi komponen penting penentu kebijakan
pemerintahmu....kapitalisme menjadi variabel yang tidak terpisahkan
dari segala unsur dalam kampanye tentang kesejahteraan di
negaramu.....kapitalisme menjadi ikon penting untuk menarik investasi
besar di negara mu.....dan bisa kamu lihat .peran negara atas
kesejahteraan dilumpuhkan. ..kekuasan pemerintah atas pelayanan
masyarakat dikerdilkan. ....kemaslahatan dipeti-eskan. ...peran pasar
telah dikuasakan..... dan dengan terang-terangan uang telah di
tuhankan.... !!!”
> 
> 
> Santri 1: 
> “...K...
Ki....Kyai.................................................................”
> 
> Kyai Fulan:
> ”....Berapa besar kemaslahatan yang diterima masyarakat karena
tumbuhnya ekonomi Islam yang kau sebutkan tadi........ berapa besar
peran ekonomi Islam tersebut mengeser kekuasaan laten kapitalis dalam
kehidupanmu. ......... sampai kamu tidak sadar bahwa kapitalis telah
menjadi batal, guling dan selimut di kamar kehidupanmu...... sehingga
kamu tidak sadar bahwa sistem ekonomi Islam yang kau maksudkan itu
tidak bersentuhan dengan usaha untuk mengeser kapitalisme. ... tetapi
semakin memberikan tempat bagi tumbuhnya kapitalisme di negaramu untuk
mengunakan wajah baru...!!!”
> 
> Santri 1, 2, dan 3: 
> “...Ti....ti....tidak mungkin !!!!!” 
>   
> Wallahu a’lam
> 
> 
>       Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman.
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
http://id.messenger.yahoo.com/invite/
>


Kirim email ke