Apa yang disampaikan oleh Pak Ali Sakti, menurut saya merupakan wacana
yang solutif. Sepengamatan saya memang gerakan-gerakan MES baru
dinikmati oleh sebagian orang saja. Khususnya para akademisi dan
komunitas perbankan.



Kalau saya berpendapat, pengurus MES seharusnya menjadi ujung tombak
pembentukan komunitas masyarakat yang mau menerapkan ekonomi syariah
dalam kehidupannya. Artinya dibutuhkan SDM pengurus yang konsen
mengupayakan berbagai gerakan kampanye ekonomi syariah. Terutama
kampanye yang diperuntukkan bagi masyarakat, bukan hanya insan-insan
yang notabene sudah aktif di organisasi ekonomi syariah..Sehingga
semakin lama semakin banyak masyarakat yang paham dan mau
mengaplikasikan ekonomi syariah dalam kehidupan...





--- Pada Sen, 5/1/09, ali sakti <[email protected]> menulis:
Dari: ali sakti <[email protected]>
Topik: [ekonomi-syariah] Masyarakat Ekonomi Syariah
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 5 Januari, 2009, 5:37 AM










    
            Masyarakat Ekonomi Syariah 
Teringat
saya dengan komentar seorang kawan yang melihat pengurus MES begitu
banyak. Apa tidak membuat organisasi sulit untuk efisien? Atau
organisasi hanya sekedar mengakomodasi sebanyak mungkin kepentingan
termasuk tokoh-tokohnya? Kalau begitu bagaimana organisasi ini mampu
mencapai tujuan dan menjalankan fungsinya, kalau untuk koordinasi saja
sulitnya mempertemukan mereka semua?



Akhir-akhir ini saya pun banyak merenung tentang hal ini. Saya mengenal
organisasi ini awal tahun 2000 lalu melalui milis. Karena memang
milislah yang menjadi jantung sekaligus nafas organisasi ini. Banyak
sudah yang didapatkan oleh anggotanya, terutama forum-forum diskusi
virtual yang melibatkan banyak anggota. Saya sendiri tidak tahu persis
berapa anggota MES, angkanya kalau tidak salah telah mencapai ratusan.



Terus mencermati dan juga bersemangat memberikan kontribusi, saya
berfikir, mungkin ada perspektif lain dalam memandang MES ini. Saya
kini lebih tertarik melihat MES bukan sebagai organisasi konvensional
(lazimnya lembaga nirlaba), tetapi sebagai komunitas tertentu yang
bertujuan mengaplikasikan prinsip-prinsip ekonomi syariah dalam
aktifitas sehari-hari. Melihat MES sebagai sebuah komunitas tentu
berbeda dengan menyikapi MES sebagai organisasi.



Berlandaskan perspektif ini (MES sebagai Komunitas), maka sudah
selayaknya anggota MES semakin banyak dan membesar. Tetapi membesar
untuk apa? Pertanyaan ini sangat krusial jawabannya karena ia akan
membedakan proses interaksi dan aktifitasnya dengan perspektif
sebelumnya (MES sebagai organisasi). Secara sederhana komunitas ekonomi
syariah membesar maka sepatutnya aplikasi ekonomi syariah semakin
memasyarakat.



Artinya aplikasi ekonomi syariah bukan hanya untuk disosialisasikan
pada masyarakat diluar MES tetapi sepatutnya dipastikan terlebih dahulu
secara detil aplikasi ekonomi syariah diaplikasikan secara konsisten
oleh anggota komunitas MES. Dengan begitu, MES pertama kali harus
menjadi wadah eksperimen atau pilot project dari aplikasi-aplikasi
ekonomi syariah.



Misalnya. di dalam komunitas MES sebaiknya secara mapan mekanisme zakat
telah teraplikasikan, jejaring aplikasi sosial, ta'awun hingga takaful
(bukan bermakna asuransi) antara anggota telah terwujud. MES jangan
terkesan hanya kumpulan anggota yang relatif tergolong muzakki tapi
tidak jelas apakah mereka menunaikan kewajiban membayar zakatnya. MES
sepatutnya komunitas lengkap dimana mekanisme tolong menolong (ta'awun)
dan saling menanggung (takaful) terwujud. Maknanya komunitas MES tidak
eksklusif berisi para eksekutif muda dan akademisi tetapi juga
masyarakat marginal yang juga semangat beraktifitas sesuai dengan
syariah.



Pada aspek konsumsi, komunitas ini mampu menjaga prilaku konsumsinya
pada barang-barang yang halal, sehingga informasi barang dan jasa yang
halal haruslah terus ter-update dalam komunitas ini. Bahkan dalam
kondisi krisis seperti sekarang ini komunitas MES mampu menggerakkan
kampanye penggunaan barang lokal/domestik dengan nilai tambah berupa
pertimbangan kehalalan.



Aspek konsumsi bahkan dapat dilengkapi dengan interaksi syariah di sisi
produksi, dimana anggota komunitas bisa saling tukar menukar informasi
tentang usaha, kerjasama investasi dan lain sebagainya. Bukankah
aktifitas utama ekonomi syariah yang berbasis bagi hasil membutuhkan
pre-requisite utama seperti understanding business & partners? dan
bukankah komunitas MES sepatutnya mampu menjadi komunitas yang
menjalankan itu, mencontohkan dan menularkan pengalaman ini.



Dengan begitu komunitas MES betul-betul menjadi komunitas panutan dalam
berinteraksi ekonomi. Menggunakan perspektif dan pendekatan komunitas
ini, tentu aktifitas MES sepatutnya konsentrasi pada pemberdayaan
anggotanya yang memang telah ratusan ini. Di milis lebih banyak anggota
yang silent daripada yang aktif berdiskusi, padahal menggunakan
pendekatan komunitas ini semua anggota akan terberdayakan dan
diharapkan perannya dalam mem-pilot projeck-kan ekonomi syariah dalam
MES.



Dengan demikian, MES tidak terkesan hanya menjadi wadah para akademisi
dan praktisi yang komunitasnya hidup hanya oleh diskusi dan diskusi.
MES harus juga berubah tidak hanya sekedar forum diskusi (majelis ilmu)
tetapi menjadi forum (komunitas) amal. MES harus mampu menunjukkan
seperti apa masyarakat yang mengaplikasikan nilai-nilai ekonomi syariah
itu sebenarnya, yaitu masyarakat yang berekonomi secara syariah.
Sehingga pada gilirannya sosialisasi akan mudah dilakukan (it goes
without saying).



Dibutuhkan komitmen menjalankan ini, dibutuhkan rasa saling percaya dan
itu tentu harus dimulai dengan ta'aruf (berkenalan) , sampai sekarang
pun saya masih belum kenal siapa saja anggota MES atau bahkan pengurus
MES. Tetapi bukan tidak mungkin suatu saat masyarakat itu bisa
terwujud. Masyarakat yang aktif secara ekonomi, muzakki yang selalu
membantu mustahiknya, masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai
moral islam dalam prilaku ekonominya, mengaplikasikan secara konsisten
ketentuan-ketentuan syariah dalam aktifitas ekonomi (produksi, konsumsi
dan distribusi). Mari kita wujudkan di komunitas kita ini dulu, di MES.



Wallahu a'lam bishawab



ali sakti

anggota Departemen Kajian dan

Pemikiran Ekonomi Islam

Masyarakat Ekonomi Syariah



PS. setidaknya saya mulai mencicil menjalankan amanah yang dipercayakan
pada saya menjadi anggota departemen kajian dan pemikiran ekonomi Islam
:-) memberikan sumbang pikir, mengkaji secara sederhana, maaf kalau
tidak berkenan.




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru. Akhirnya datang juga! 
http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke