Salam rekan-rekan milis MES,

Saya jadi ikutan nimbrung nih karena diskusinya jadi mengarah ke
masalah khilafah. Saya sering diskusi dg teman-teman seiman yang ingin
sekali mewujudkan negara khilafah. Menurut saya teman-teman saya tsb
orang-orang yang idealis tetapi tidak realistis dengan keadaan ummat
islam sekarang. Kualitas ummat islam sekarang jangan disamakan dengan
kualitas ummat islam dengan jaman Rasulullah dan para sahabat dan
salafus shalih yang sudah pasti mau dengan konsep negara khilafah.

Ummat Islam sekarang harus ditingkatkan kualitas Islam dan Imannya
serta kehidupannya terlebih dahulu agar bisa sama minimal sama dengan
jaman para salafus shalih. Jangankan untuk mendirikan negara khilafah
untuk mengajak sebagian besar ummat islam hijrah dari bank
konvensional ke bank syariah saja sulit dan payah sekali, banyak
sekali alasannya termasuk alsana karena bank sentralnya masih induk ke
BI. 

Untuk mencapai kehidupan ummat islam yang ideal menurut Dr.Umar Chapra
dalam bukunya " Sistem Moneter Islam", haruslah dilakukan secara
bertahap (gradual) tidak bisa sekaligus, karena kalau sekaligus akan
membahayakan ummat islam sendiri. Menurut beliau contohnya adalah
pertama mengislamkan seluruh kehidupan ekonomi ummat islam termasuk
sektor perbankan. 

Jadi mengapa harus menunggu negara khilafah berdiri kalau hanya untuk
mendirikan sebuah baitulmaal, bisa-bisa orang-orang miskin tidak
segera terurus karena menunggu berdirinya negara khilafah. Dengan
mengislamkan sektor perbankan seperti sekarang dengan banyaknya
berdiri bank syariah maka akan banyak pula baitumaal yang bisa
didirikan. Seperti yang dilakukan oleh salah satu bank syariah ternama
di tanah air, sudah banyak yang dilakukan oleh baitulmall bank syariah
tsb dg program KUM3nya walaupun mungkin masih jauh dari optimal karena
banyaknya masyarakat miskin di Indonesia. 

Tetapi saya yakin bila pangsa pasar bank syariah semakian besar dan
semua bank syariah bekerjasama dalam program pengentasan kemiskinan
melalui baitulmaalnya masing-masing, masyarakat miskin semakin
berkurang. Menurut saya benar apa yang dikatakan oleh Pak Ascarya
peneliti senior dari BI, kita ummat islam masing2 harus berkontribusi
agar bank syariah pangsa pasarnya semakin besar dengan melakukan semua
transaksi di bank syariah. Saya yakin kalau pangsa pasar bank syariah
semakin besar akan lebih mudah didirikan bank sentral syariah yang
bebas dari system bunga (ribawi).

Sekali lagi saya ingin menyatakan masyarakat islam yang ideal hanya
akan bisa dicapai dengan perjuangan yang bertahap dan terus menerus 
tidak bisa hanya sekali serbuan saja. 

Maju terus Bank Syariah, maju terus baitulmaall Bank Syariah

Wallahu'alam

Alihozi http://alihozi77.blogspot.com


--- In [email protected], dimas pamungkas
<dims_st...@...> wrote:
>
> 
> yang ditanya bu dian itu udah bener.
> Bank syariah memang tidak murni syariah. itu mesti kita sadari. Kalo
uang yang ditanam di BI, itu akan dikembalikan lagi ke bank syariah
dalam bentuk bunga, selain nilai uang tersebut.
>  
> Tapi, memang cukup miris melihat suasana perbankan di Indonesia.
Yang mesti teman-teman ketahui, bahwa bank itu pertama sekali
dikembangkan oleh Yahudi. Bahkan sampai sekarang, sistem finansial
perbankan secara global dikuasai oleh Yahudi, terkecuali Iran, Sudan,
Libya dll. Ada 6 negara.
>  
> Ketika sekarang bank sudah sangat berpengaruh, sehingga kita tidak
bisa hidup tanpa bank... maka kita akan memandang konsep BANK sebagai
suatu yang harus diterima. JIka kita ingin bebas bunga, maka kita
ciptakan Bank Syariah.
>  
> Sayangnya belum ada BI Syariah... Sehingga bank syariah masih
menginduk BI.
>  
> Tetapi lebih baik lagi bila ada KHILAFAH. Negara KHILAFAH pasti
punya baitul mal... Baitul maal yang akan mendistribusikan uang untuk
rakyat. baik untuk usaha atau hibah.
>  
> Tidak akan ada tanah yang menganggur. semua bisa dijadikan lahan
untuk produksi. Sehingga rakyat tidak ada yang menganggur. semua bisa
kembali menggarap tanah untuk perkebunan, pertanian, dll.
>  
> Dan sebagainya. Semoga Khilafah segera terwujud kembali.
>  
> Wass.wr.wb.
> Dims
> 

Kirim email ke