Bismillaahirrohmaanirrohiim,  assalaamu'alaikum wrwb.
 
Perkenankanlah saya ikut urun kata barangkali  ada sedikit manfaatnya. Saya 
juga pernah diajak "ngobrol" tentang khilafah. he...he...panjang sekali oleh 
saudara kita dari HTI (bagus menurut saya...insya alloh saya khusnudzon). Saya 
pribadi hanya mengingatkan kembali pada diri saya ini apa yang telah saya 
perbuat? hanya bicara saja?....apa sudah bertindak tapi parsial....dan mungkin 
salah? Ada pesan  yang pernah disampaikan almarhum kakek dan almarhum ayah saya 
IBDA' BINAFSIH (mulailah dari dirimu) dan terus terngiang.
 
Nah, kita berbicara masalah sistem ekonomi, masalah sistem pemerintahan. Di 
tingkat apa?  Menurut saya,  sebaiknya kita posisikan diri kita sesuai maqom 
kita masing-masing. Saat saya jadi pengurus RT, maka perjuangan saya adalah 
setingkat RT itu. Seluruh wilayah rt saya usahakan terbebas dari 
praktek-praktek kemunkaran.
 
Saat saya naik jadi pengurus RW/ketua rw, maka perjuangan saya adalah setingkat 
RW itu. Seluruh wilayah rw saya perjuangkan terbebas dari praktek-praktek 
kemunkaran. Dan sesekali memberi masukan kepada Bapak Lurah, bagaimana 
menghapus korupsi biaya pengurusan cari KTP, surat kelahiran, dll.
 
Kalau saya baca sejarah hijrah rasululloh saw, Beliau tidak ingin mulai 
mendirikan khilafah di Makah karena berat/dg musuh "saudara-saudara sendiri". 
Namun, di Madinah kesempatan itu ada dan ada gayung sambut dari masyarakat 
Madinah/Anshor.  Jadi, sekecil apapun usaha kita, serendah apapun posisi kita, 
mari kita mulai dari diri sendiri. Bahkan, beberapa tahun lalu terus tambah 
digemakan oleh Aa' Gym: mulailah dari hal kecil dan mulailah sekarang juga.
 
Kalau di 2009/pilihan presiden kita peroleh/memilih dan menang ........seorang 
presiden mukmin.... lalu ia merintis khilafah di tingkat nasional.... sub 
haanalloh... bisa jadi dua atau tiga periode presiden ke depannya (kalau 
terus-menerus sejalan Islam) insya alloh baru akan tercipta. Begitu juga 
rintisan yang diawali oleh Bank Muamalat Indonesia, sebagai bank yang 
memproklamirkan bank sesuai syariat Islam beberapa tahun lalu.....hingga kini 
pun hambatan, cacian, dan ketidaksetujuan banyak orang islam (sangat susah 
membedakan dengan munafik) masih terus ada. WALAUPUN, ternyata rintisan itu 
telah diikuti hampir seluruh BANK KONVENSIONAL/ribawi  yang ada di negeri kita. 
Jadi, ayo kita terus mulai berjuang sekecil apapun, sesempit wilayah apapun, 
wallohu'alam bishowab.
 
 
 
salam,
 
 
 
faisol muhammad
 


--- On Thu, 1/8/09, zeamays80 <[email protected]> wrote:

From: zeamays80 <[email protected]>
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Re: Masalah Khilafah
To: [email protected]
Date: Thursday, January 8, 2009, 11:34 PM






salam mas alihozi
sepertinya agak terhenyak juga nih melihat mas alihozi yang 
menggebu-gebu dalam membicarakan bank syariah tapi jadi "alergi" dengan 
khilafah. Sebagai orang Islam, saya percaya bahwa ide sebaik apa pun 
tidak akan berjalan tanpa sistem yang baik. Sistem perekonomian Islam 
pun tidak akan berjalan sempurna bila tidak ada institusi yang 
menerapkan sistem Islam, istilahnya daulah Islam. Saya 1000% tidak yakin 
sistem ekonomi Islam bisa sempurna di bawah sistem kapitalis. Bahwa 
pendirian khilafah sulit, itu pasti. bahwa umat harus ditingkatkan 
kualitasnya, itu jelas. Tapi, yang jadi masalah adalah ketika kita 
melupakan ide itu dan akhirnya berpikir parsial, bahkan akhirnya jalan 
sendiri-sendiri dengan idenya masing-masing. Akhirnya, ya umat Islam ini 
tidak pernah bersatu. Ada yang inginnya ekonominya dulu, ada 
pendidikannya dulu, ada aqidahnya dulu dll. Tapi, ketika semuanya sudah 
ada dan mau disatukan, tetap saja tidak bisa karena alasannya belum 
siap, takut dicap ekstrem dan teroris.Akhirnya, ide sistem Islam yang 
paripurna pun sesuatu yang utopis. Yang bahkan oleh orang Islam pun 
dianggap mustahil...
Karena itu, ketika ada diskusi soal dinar dan dirham di sini, yang 
dilupakan adalah sistem itu tidak dibayangkan berada dalam negara daulah 
Islam, tapi di negara global. Padahal, mustahil sistem dinar dirham yang 
sempurna dipraktekkan di luar sistem Islam.

Mungkin yang mengerti soal pendirian khilafah Islam dan bagaimana 
ekonomi Islam dipraktekkan dalam negara khilafah bisa ikut bicara.

Ayo dukung sistem Islam berjaya...

salam

|Z|

ali.hozi wrote:
>
> Salam rekan-rekan milis MES,
>
> Saya jadi ikutan nimbrung nih karena diskusinya jadi mengarah ke
> masalah khilafah. Saya sering diskusi dg teman-teman seiman yang ingin
> sekali mewujudkan negara khilafah. Menurut saya teman-teman saya tsb
> orang-orang yang idealis tetapi tidak realistis dengan keadaan ummat
> islam sekarang. Kualitas ummat islam sekarang jangan disamakan dengan
> kualitas ummat islam dengan jaman Rasulullah dan para sahabat dan
> salafus shalih yang sudah pasti mau dengan konsep negara khilafah.
>
> Ummat Islam sekarang harus ditingkatkan kualitas Islam dan Imannya
> serta kehidupannya terlebih dahulu agar bisa sama minimal sama dengan
> jaman para salafus shalih. Jangankan untuk mendirikan negara khilafah
> untuk mengajak sebagian besar ummat islam hijrah dari bank
> konvensional ke bank syariah saja sulit dan payah sekali, banyak
> sekali alasannya termasuk alsana karena bank sentralnya masih induk ke
> BI.
>
> Untuk mencapai kehidupan ummat islam yang ideal menurut Dr.Umar Chapra
> dalam bukunya " Sistem Moneter Islam", haruslah dilakukan secara
> bertahap (gradual) tidak bisa sekaligus, karena kalau sekaligus akan
> membahayakan ummat islam sendiri. Menurut beliau contohnya adalah
> pertama mengislamkan seluruh kehidupan ekonomi ummat islam termasuk
> sektor perbankan.
>
> Jadi mengapa harus menunggu negara khilafah berdiri kalau hanya untuk
> mendirikan sebuah baitulmaal, bisa-bisa orang-orang miskin tidak
> segera terurus karena menunggu berdirinya negara khilafah. Dengan
> mengislamkan sektor perbankan seperti sekarang dengan banyaknya
> berdiri bank syariah maka akan banyak pula baitumaal yang bisa
> didirikan. Seperti yang dilakukan oleh salah satu bank syariah ternama
> di tanah air, sudah banyak yang dilakukan oleh baitulmall bank syariah
> tsb dg program KUM3nya walaupun mungkin masih jauh dari optimal karena
> banyaknya masyarakat miskin di Indonesia.
>
> Tetapi saya yakin bila pangsa pasar bank syariah semakian besar dan
> semua bank syariah bekerjasama dalam program pengentasan kemiskinan
> melalui baitulmaalnya masing-masing, masyarakat miskin semakin
> berkurang. Menurut saya benar apa yang dikatakan oleh Pak Ascarya
> peneliti senior dari BI, kita ummat islam masing2 harus berkontribusi
> agar bank syariah pangsa pasarnya semakin besar dengan melakukan semua
> transaksi di bank syariah. Saya yakin kalau pangsa pasar bank syariah
> semakin besar akan lebih mudah didirikan bank sentral syariah yang
> bebas dari system bunga (ribawi).
>
> Sekali lagi saya ingin menyatakan masyarakat islam yang ideal hanya
> akan bisa dicapai dengan perjuangan yang bertahap dan terus menerus
> tidak bisa hanya sekali serbuan saja.
>
> Maju terus Bank Syariah, maju terus baitulmaall Bank Syariah
>
> Wallahu'alam
>
> Alihozi http://alihozi77. blogspot. com <http://alihozi77. blogspot. com>
>
> -
>
>
> 
 














      

Kirim email ke