Saya sependapat pemdapat dari rekan-rekan semua seperti pak Yusuf, pak Faisol, pak Alihozi dan pak Zaemays.
Saya berpendapat bahwa dalam menyelesaikan permsalahan umat saat ini termasuk penzholiman negara-negara lain terhadap umat Muslim adalah adanya ukhuwah yang retak pada diri kita dan kurangnya aplikasi/penerapan ajaran Islam dalam sebagian besar kehidupan muslimin. Oleh karena itu dua hal yang harus kita tuju bersama adalah: - kembali kepada sistem khilafah atau (apapun namanya untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan dari seluruh umat manusia) - Hijrah kembali kepada penerapan ajaran-ajaran Islam. Banyak PR yang harus kita lakukan, oleh karena itu kita harus saling bahu membahu. Bagi rekan-rekan yang berada pada dunia perekonomian syariah (Bank, Asuransi, dll), mari niatkan jihad untuk membumikan syariah di masyarakat Indonesia. Bagi rekan-rekan seperti di HTI maupun Organisasi lainnya, tetaplah bersemangat untuk mengajak rekan-rekan muslimin dalam mewujudkan khilafah. Lobi-lobi (dalam pengertian positif) sangat diperlukan untuk mengajak pemimpin-pemimpin Organisasi dan Partai Islam dan meyakikan perlunya Khilafah dan Ukhuwah di antara kaum muslimin. Diskusi-diskusi dan penyusunan strategi secara global sangat diperlukan agar kita dapat bergerak bersama. Semoga Allah bersama kita. Amirul Idris (Bang Ami) --- In [email protected], "ali.hozi" <ali.h...@...> wrote: > > Salam juga Mas Zeamays, > > Pertama saya mohon maaf bila ada perkataan saya sebelumnya membuat > tidak berkenan, perlu saya luruskan di sini bahwa saya tidak alergi > terhadap sistem khilafah (daulah islamiah) sudah menjadi kewajiban > kita semua ummat muslim untuk mewujudkan hal tsb. Tetapi yang saya > tekankan adalah kalau ingin mewujudkan sistem khilafah adalah dengan > mencontoh ketauladanan Rasulullah, SAAW. Beliau berdakwah secara > bertahap (gradual) mengislamkan masyarakat arab dan sekitarnya > sehingga terwujud daulah islamiah sampai beberapa abad lamanya tetap > bertahan. > > >>>>>Tapi, yang jadi masalah adalah ketika kita melupakan ide itu dan > akhirnya berpikir parsial, bahkan akhirnya jalan sendiri-sendiri > dengan idenya masing-masing. Akhirnya, ya umat Islam ini tidak pernah > bersatu. Ada yang inginnya ekonominya dulu, ada pendidikannya dulu, > ada aqidahnya dulu dll. Tapi, ketika semuanya sudah ada dan mau > disatukan, tetap saja tidak bisa karena alasannya belum siap, takut > dicap ekstrem dan teroris.Akhirnya, ide sistem Islam yang paripurna > pun sesuatu yang utopis. Yang bahkan oleh orang Islam pun dianggap > mustahil... > > Jawab: Saya juga tidak ingin berfikiran parsial, justru saya sering > mengajak seluruh komponen ummat islam apapun alirannya/mazhabnya yang > sempat saya temui untuk saling bahu membahu sesuai dengan keahlian dan > bidangnya masing-masing untuk bersatu mewujudkan masyarakat islam yang > ideal (daulah islamiyah). Saya sampai sekarang masih mendukung > saudara-saudara saya yang ingin mewujudkan khilafah islamiyah. Tetapi > ada yang saya tidak setuju yaitu apabila ada muslim merasa dirinya > paling benar dan menyalahkan usaha muslim yang lain yang sedang > berusaha juga menegakkan system masyarakat islam yang ideal, seperti > dengan menegakkan ekonomi syariah (bank syariah). > > Demikian, > > Salam > > Alihozi > > --- In [email protected], zeamays80 <zeamays80@> wrote: > > > > salam mas alihozi > > sepertinya agak terhenyak juga nih melihat mas alihozi yang > > menggebu-gebu dalam membicarakan bank syariah tapi jadi "alergi" dengan > > khilafah. Sebagai orang Islam, saya percaya bahwa ide sebaik apa pun > > tidak akan berjalan tanpa sistem yang baik. Sistem perekonomian Islam > > pun tidak akan berjalan sempurna bila tidak ada institusi yang > > menerapkan sistem Islam, istilahnya daulah Islam. Saya 1000% tidak > yakin > > sistem ekonomi Islam bisa sempurna di bawah sistem kapitalis. Bahwa > > pendirian khilafah sulit, itu pasti. bahwa umat harus ditingkatkan > > kualitasnya, itu jelas. Tapi, yang jadi masalah adalah ketika kita > > melupakan ide itu dan akhirnya berpikir parsial, bahkan akhirnya jalan > > sendiri-sendiri dengan idenya masing-masing. Akhirnya, ya umat Islam > ini > > tidak pernah bersatu. Ada yang inginnya ekonominya dulu, ada > > pendidikannya dulu, ada aqidahnya dulu dll. Tapi, ketika semuanya sudah > > ada dan mau disatukan, tetap saja tidak bisa karena alasannya belum > > siap, takut dicap ekstrem dan teroris.Akhirnya, ide sistem Islam yang > > paripurna pun sesuatu yang utopis. Yang bahkan oleh orang Islam pun > > dianggap mustahil... > > Karena itu, ketika ada diskusi soal dinar dan dirham di sini, yang > > dilupakan adalah sistem itu tidak dibayangkan berada dalam negara > daulah > > Islam, tapi di negara global. Padahal, mustahil sistem dinar dirham > yang > > sempurna dipraktekkan di luar sistem Islam. > > > > Mungkin yang mengerti soal pendirian khilafah Islam dan bagaimana > > ekonomi Islam dipraktekkan dalam negara khilafah bisa ikut bicara. > > > > Ayo dukung sistem Islam berjaya... > > > > salam > > > > |Z| > > > > > > ali.hozi wrote: > > > > > > Salam rekan-rekan milis MES, > > > > > > Saya jadi ikutan nimbrung nih karena diskusinya jadi mengarah ke > > > masalah khilafah. Saya sering diskusi dg teman-teman seiman yang ingin > > > sekali mewujudkan negara khilafah. Menurut saya teman-teman saya tsb > > > orang-orang yang idealis tetapi tidak realistis dengan keadaan ummat > > > islam sekarang. Kualitas ummat islam sekarang jangan disamakan dengan > > > kualitas ummat islam dengan jaman Rasulullah dan para sahabat dan > > > salafus shalih yang sudah pasti mau dengan konsep negara khilafah. > > > > > > Ummat Islam sekarang harus ditingkatkan kualitas Islam dan Imannya > > > serta kehidupannya terlebih dahulu agar bisa sama minimal sama dengan > > > jaman para salafus shalih. Jangankan untuk mendirikan negara khilafah > > > untuk mengajak sebagian besar ummat islam hijrah dari bank > > > konvensional ke bank syariah saja sulit dan payah sekali, banyak > > > sekali alasannya termasuk alsana karena bank sentralnya masih induk ke > > > BI. > > > > > > Untuk mencapai kehidupan ummat islam yang ideal menurut Dr.Umar Chapra > > > dalam bukunya " Sistem Moneter Islam", haruslah dilakukan secara > > > bertahap (gradual) tidak bisa sekaligus, karena kalau sekaligus akan > > > membahayakan ummat islam sendiri. Menurut beliau contohnya adalah > > > pertama mengislamkan seluruh kehidupan ekonomi ummat islam termasuk > > > sektor perbankan. > > > > > > Jadi mengapa harus menunggu negara khilafah berdiri kalau hanya untuk > > > mendirikan sebuah baitulmaal, bisa-bisa orang-orang miskin tidak > > > segera terurus karena menunggu berdirinya negara khilafah. Dengan > > > mengislamkan sektor perbankan seperti sekarang dengan banyaknya > > > berdiri bank syariah maka akan banyak pula baitumaal yang bisa > > > didirikan. Seperti yang dilakukan oleh salah satu bank syariah ternama > > > di tanah air, sudah banyak yang dilakukan oleh baitulmall bank syariah > > > tsb dg program KUM3nya walaupun mungkin masih jauh dari optimal karena > > > banyaknya masyarakat miskin di Indonesia. > > > > > > Tetapi saya yakin bila pangsa pasar bank syariah semakian besar dan > > > semua bank syariah bekerjasama dalam program pengentasan kemiskinan > > > melalui baitulmaalnya masing-masing, masyarakat miskin semakin > > > berkurang. Menurut saya benar apa yang dikatakan oleh Pak Ascarya > > > peneliti senior dari BI, kita ummat islam masing2 harus berkontribusi > > > agar bank syariah pangsa pasarnya semakin besar dengan melakukan semua > > > transaksi di bank syariah. Saya yakin kalau pangsa pasar bank syariah > > > semakin besar akan lebih mudah didirikan bank sentral syariah yang > > > bebas dari system bunga (ribawi). > > > > > > Sekali lagi saya ingin menyatakan masyarakat islam yang ideal hanya > > > akan bisa dicapai dengan perjuangan yang bertahap dan terus menerus > > > tidak bisa hanya sekali serbuan saja. > > > > > > Maju terus Bank Syariah, maju terus baitulmaall Bank Syariah > > > > > > Wallahu'alam > > > > > > Alihozi http://alihozi77.blogspot.com <http://alihozi77.blogspot.com> > > > > > > - > > > > > > > > > > > >
