Menurut saya pernyataan Bang Fiz soal perbankan syariah tidak perlu disikapi
berlebihan.Saya pribadi cukup kaget dengan pilihan kata yang dipergunakan
beliau.
Tapi saya malah berpikir..jangan-jangan image perbankan syariah di sebagian
masyarakat memang masih seperti itu. Buktinya, seorang individu muslim yang
terdidik saja masih punya berpandangan seperti itu.Atau memang beliau yang
'kurang gaul' di industri ini. Ayo sesekali diundang tokoh muda ini bicara
di forum MES :)

Sepertinya PR (pekerjaan rumah) insan perbankan syariah masih banyak nih
untuk melakukan sosialiasi tentang perbankan syariah kepada masyarakat luas.
Ayo..!!

Wassalam

Ade

2009/5/26 Willy Mardian <[email protected]>

>
>
> bismillah .....
>
> mencoba menjawab yah ...kalau saya lihat dari koteksnya dan situasi
> bagaimana beliau berbicara saya rasa maksudnya bukan untuk memojokkan
> perbankan Syariah. Memang benar di tengah-tengah penggiat ekonomi islam saat
> ini pun memang memilih dua cara dalam mengembangkan bisnis dan perbankan
> syariah. Ada yang memilih langusng ke jantung poit pelarangan Bunga Bank
> sebagai Riba yang diharamkan oleh nash Qura'an di tambah ijma ulama tentang
> keharaman bunga bank dan juga di saat ang sama mereka tetap berbuat mderat
> dalam artian memberikan alternatif kepada masyarakat akan lembaga Keuangan
> yang lain dan memenuhi prinsip-prinsip Syariah. Namun di saat yang sama
> mereka juga tak sekedar mengkritik produk-produk Perbankan Konvensional
> dengan aspek keharamannya tetapi juga kerap melakukan otokritik pada
> produk-produk perbankan Syariah itu sendiri yang hanya "puas " dengan produk
> yang memang secara hukum Fiqh "Halal" akan tetapi ada "panggilan Moral "
> untuk mengkritisi keberadaanya yang dikhawatirkan menambah atau memperkuat
> kedudukan hegemoni kapitalisme di dunia muslim dengan pelbagai pembenaran2
> syara atas produk perbankan syariah. Pandangan Inilah yang dianut oleh
> Madzhab Mainstream Idealis.
>
>  Adapun tentang kritik yang diberikan oleh Dekan FEUI tadi memang kalau
> dilihat secara realita di masayarakat sudah tak masanya lagi bersikpa rigid
> dan kaku. my means kritiknya masih jauh dari kenyataan karena Zaman pun
> sudah berubah. lagi pula Bank Syariah mana yang berpenampilan seperti itu
> sekarang ???? di sisi lain ada pandangan lain yang memberikan idea
> pengembangan perbankan Syariah adalah mengedepankan nilai-nilai etika
> universal dalam Islam seperti transparansi, realibility, Good Corporate
> culture, dsb lakin saya melihat dengan pengembangan model saat ini kurang
> atau bahkan memarginalkan poin utama kemunculan Bank Syariah tadi atau
> hadirnya geliat usaha Ekonomi Syariah  di masyarakat sebagai solusi total
> atas Krisis yang lebih banyak Bunga berperan secara positif di dalamnya.
> Akhirnya, .... memang benar kurang tepat juga kita bersikap terlalu over
> dalam menyikapi fenomena keuangan syariah di dunia bahkan di Indonesia sikap
> yang baik adalah yang dewasa dan lebih banyak mengedepankan dialog. kalau
> gagasann teman2 di FoSSEI mungkin cukup menarik, strategik, dan taktis. yang
> lainnya tinggal edukasinya gencar kita lakukan dan juga persepsi orang bank
> dengan menaruh uangnya di deposito selalu berharap untung dari bunga yang
> dibayarkan oleh bank tetapi bukankah Allah SWT memandang untung dan rugi
> bukan semata hitungan spekulatif saja ?? walaupun Rugi, tetap dianggap
> beruntung oleh Allah SWT kerana telah memenuhi nilai-nilai syariah dala
> pelaksanaanya dan keikhlasan hanya mencari RidhaNya semata.
>
> --- Pada *Sen, 25/5/09, Faozan Amar <[email protected]>* menulis:
>
>
> Dari: Faozan Amar <[email protected]>
> Topik: [ekonomi-syariah] PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH BERBAU
> SARA
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Senin, 25 Mei, 2009, 8:22 PM
>
>  Berikut saya sampaikan pernyataan Dekan FE UI tentang bisnis syariah di
> Indonesia yang dimuat di Koran Tempo 25 Mei 2009.
> Menurut saya, pernyataannya sangat tendensius dan berbau SARA dan
> menimbulkan conflik di kalangan umat Islam. Rasanya sebagai org terdidik
> kurang elok kalau pernyataan menyakitkan sebagian umat.... Jadi kalu memang
> Mr. Fiz tdk suka, ya sebaikanya amalkan hadits Nabi Muhammad SAW : Falyaqul
> khairan aw yasmut : berkatalah yang baik atau diam. Apakah dia terlalu PD
> karena muda sdh jadi dekan? Mohon komentar anggota milis
>
>
>
> Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian.
> *JAKARTA* - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah
> berpendapat, masih belum bangkitnya ekonomi syariah--khususnya perbankan
> syariah--diKemasan Syariah Kurang Menarik Masyarakat Indonesia masih
> alergi dengan isu-isu sektarian.
>
> *JAKARTA* - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah
> berpendapat, masih belum bangkitnya ekonomi syariah--khususnya perbankan
> syariah--di Indonesia karena para pelaku bisnis syariah tidak mampu mengemas
> produk-produk syariah dengan menarik.
>
> "Wacananya selama ini kan hanya soal haram dan tidak haram saja," kata dia
> dalam perbincangan dengan *Tempo* di kantornya, Rabu lalu. Karena itu, ia
> menyarankan agar pelaku bisnis syariah membuka diri, membuat ekonomi syariah
> menjadi lebih keren, bersahabat, dan tidak angker.
>
> Firmanzah juga mengingatkan, asosiasi masyarakat terhadap bisnis syariah
> masih lekat dengan simbol-simbol seperti jenggot dan celana menggantung.
> Akhirnya pikiran yang muncul adalah bisnis yang seram. "Jadi, *gimana* mau
> ada yang datang ke bank syariah? Jangan-jangan nanti diceramahi," kata
> doktor bidang Strategi dan Manajemen Internasional dari University of Lille,
> Prancis, ini.
>
> Selain persepsi masyarakat yang keliru, Fiz menambahkan, masih banyak
> kendala lainnya yang membuat aset bank syariah jauh di bawah bank
> konvensional, termasuk regulasi, konsumen, dan budaya. "Ternyata masyarakat
> agak alergi dengan produk-produk yang berbau sektarian seperti Islam,"
> ucapnya.
>
> Apalagi, meski bank syariah memiliki istilah dan aturan main sendiri, benak
> konsumen masih belum lepas dari mekanisme di bank konvensional dalam membuat
> analisis investasi. Bahkan, dalam beberapa hal, mekanisme bagi hasil juga
> mengacu pada suku bunga.
>
> Bank Indonesia mengakui industri perbankan syariah tahun ini sulit
> meningkatkan persentase asetnya dari total aset perbankan nasional.
> Persoalannya adalah kurangnya tenaga profesional di bidang syariah. Saat ini
> aset bank syariah masih sebesar 2,2 persen dari total aset perbankan
> nasional.
>
> "Diharapkan tahun ini aset bank-bank syariah bisa mencapai 5 persen," kata
> Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono, Jumat lalu. Dia
> menjelaskan, pertumbuhan perbankan syariah selama tiga tahun terakhir sangat
> pesat. Namun, perbankan syariah masih kekurangan sumber daya manusia sekitar
> 15 ribu orang. *EFRI RITONGA | ENDRI KURNIAWATI*
>
>
>
> ------------------------------
> Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan. Rasakan
> bedanya! <http://id.mail.yahoo.com>
> 
>



-- 
Ade Fauzan

Kirim email ke