Pada tanggal 28/01/10, Ahmad Ifham <[email protected]> menulis: > Bank Syariah maju pesat? Pesat yang bagaimana? Pesatnya pertumbuhan Jumlah > BUS dan UUS? Pesatnya pertumbuhan Aset, Laba, PYD dan DPK? Menjamurnya trend > syariah di berbagai instrumen? Pesatnya pertambahan jumlah nasabah? > Hmmm jelas ini urusan bisnis. Bisnis alias profit itu boleh. Tapi, berapa > banyak faqir miskin yang diperhatikan oleh bank syariah? Seberapa sukses > bank syariah andil dalam mengentaskan kemiskinan? Beranikah bank syariah > memberikan tabungan gratis senilai 500rb perak kepada faqir miskin? > Beranikah bank syariah memosisikan diri sebagai pengatur distribusi > kekayaan?
wow!!!, commentnya ;) gini mas Achmad, coba kita posisikan berdiri lebih tinggi dari sebelumnya, maksudnya coba kajian ttg cita2/visi Islam dgn al Maqashid syariahnya, yg bertujuan untuk menjaga AnNafs, AdDiin, Al aql, AnNasl, dan Al maal (5 hal) ; dijadikan kerangka besar kita. Baru kita 'zoom' perangkat2, sarana, dan wasail yg akan menghantarkan itu semua. BS sebagai institusi bisnis tentu harus profit oriented ya. Namun kemudian ketika sebagian besar tugas2 al Maqashid syariah dibebankan kepada entitas yg namanya BS, ini agak berat. Hadirnya BS sependek pengetahuan saya, adalah salah satu sarana utk mewujudkan bagaimana tugas penjagaan atas 5 hal tadi, (mungkin paling banyak di Al Maal ya), bisa terlaksana sesuai pagar2 syariah Islam. Itu kenapa diawal diskusi (ketika anda menggugat BS) saya sempat menyinggung peran DPS di BS saat ini, yg sudah dikupas tuntas secara bernas oleh Bapak Agustianto,ttg Revitalisasi Syairah Complaince.. Mengkorelasikan hubungan sebab akibat pertumbuhan BS dan angka kemiskinan, syah2 saja. tapi kan pemungsian elemen lain, yaitu pemerintah, mungkin kalo dalam kajian pemerintahan Islam, yaitu kekhalifahan tentu menjadi lebih besar dan lebih mempunyai tingkat eksekusi kebijakan yg lebih mengikat. Kita ambil contoh hukum zakat, serta hukum syariah lain yg terkait wewenang khilafah dalam hal fiskal/atau kewenangan kekhalifahan dalam hal menarik dana masyarakat, dgn tujuan redistrubusi kekayaan. Sebenarnya perdebatan/comment mas Achmad ini, dari tahun ke tahun sering berulang, tahun depan juga ada lagi, dgn person yg berbeda ;) (yaah...dan malaikat pun, akhirnya kan gak tahan bertanya juga ttg penciptaan manusia) coba lihat2 arsip milis deh,tahun 2007-an, di header email : Ekonomi Syariah Harusnya Mempermudah - Rahmat Lil Alamiin http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg01492.html kalo saya sih, sampai pada suatu tahap pemahaman, gempita/semarak pertumbuhan BS, gak akan ada artinya selama sektor riil tidak menjadi perhatian utama umat Islam. karena bagaimanapun, sektor moneter dan pasar finanasial pada akhirnya kan hanya menjadi sektor ikutan dari kolam besar yg namanya sektor riil, dimana umat bertransaksi secara riil. Pemikiran ekonom konvensional neoklasik, semacam Robert Lucas, malah terkadang searah dgn hal ini. Dalam hal pertumbuhan ekonomi, mereka sangat concern terhadap sektor riil, pembentukan modal tetap, dan modal/kualitas sumber daya manusia, dan mereka gak gitu peduli dgn pertumbuhan yg terjadi di sektor finansial. Cuma sayangnya isu ini di Indonesia ttg penguasaan dan pemanfaatan sektor riil dan sumber2 pertumbuhan, masih lebih banyak berbau politis, anti neolib dan anti kapitalis, belum ada gerakan yg lebih mencerdaskan bagaimana seharusnya umat Islam bergerak (dominan) menguasai itu semua ( mungkin MES mau mengambil peran ini ??) > Harapan terhadap sistem ekonomi syariah memang terlalu susah untuk > direalisasikan. Munculnya harapan (tinggi) ini adalah wajar, seiring dengan > janji manis konsep ekonomi syariah yang sudah disampaikan ke publik. Harapan itu masih ada.............................. kalo semua elemen dan perangkat yg ada, utk mewujudkan al Maqashid syariah difungsikan dengan baik, dan tentu ini membutuhkan kontribusi kita semua,umat Islam. Bagi saya hadirnya BS mempunyai peran penting paling tidak dalam hal : 1. konsistensi dalam hal GCG (good corparate governance) pengelolaan institusi bisnis. bayangkan rambu2 syariah menjadi rujukan bekerja, ini kemajuan luar biasa. terlepas dari adanya kekurangan disana2 sini. label syariah paling tidak 'memaksa'insan yg bekerja disana menjaga prilaku sesuai rambu2 syariah. bukankah ini lahan dakwah untuk memperbaiki akhlaq, dan itulah tujuan diutus Nabi SAW, untuk menyempurnakan akhlaq manusia. 2. penerapan keadilan dalam hal berbagi hasil. again terlepas lagi adanya kekurangan disana-sini, salah satu nilai2 Islam, sudah tersyiarkan di entitas dunia bisnis. walau kadang padanan yg mirip di bank konvensional, mereka juga bisa dibilang sudah melakukan disisi aktiva, dalam hal pembentukan PPAP. jadi ya memang BS seharusnya selangkah lebih maju di bidang ini. 3....he..he.he..masih mikir2 dulu > Pernahkan penggiat bank syariah benar2 mencermati bahwa sebagian besar > masyarakat muslim yang faham Quran Hadits dan Fiqih tetap meyakini kehalalan > bank konvensional? Bahkan ada juga yang menganggap bahwa syariah kurang > lebih masih sama dengan konvensional? Apakah isu semacam ini merupakan > wacana usang yang layak untuk diabaikan? nah ini mungkin ya menjadi PR umat Islam di Indonesia. statement saya diemail sebelumnya, ketika kondisi dan perangkat yg ada belum maksimal, dan keputusan fatwa terlihat seperti belum melihat kesiapan umat, maka kewibaan institusi pembuat fatwa kan jadi dipertaruhkan. cuma saya gak punya ilmu membahas ttg hal ini. tapi kalo dalam konteks masalah pricing bank syariah, memang menjadi bahasan yg hangat dikalangan ekonom IE. perdebatannya kan kenapa sih pricing masih mengacu ke SBI, atau kalo di skala lebih luas/antar negara, kenapa sih pricing IB/Islamic Bank, masih mengacu ke JIBOR, LIBOR?? yaah ini situasi riil yg ada, jawaban mudahnya sih ya,...besarkan dulu perbankan/pasar finansial syariahnya, nanti kan kelihatan tuh persaingan antar mereka, siapa yg paling efisien, maka pricingnya yg menjadi acuan... sebagai wawasan dan merefresh kembali bisa dibaca2 lagi materi2 Prof Chepra di link ini ( sebenarnya dulu sudah pernah diposting di milist ini oleh Ibu Dian) http://www.mihe.org.uk/mihe/detail.php?what=whatson&w=24 materinya cukup komprehensif tapi simple, dari mulai vision al maqashid syariah sampai kenapa terjadi kemunduran di umat Islam. wassalam
