Ass wr wb Diskusi ini akan sangat menarik, bukan saja karena pembicaranya adalah personal yang sangat kompeten, akan tetapi juga dikarenakan materinya yang merupakan jantung perekonomian Islam. Sayangnya, waktunya yang kurang pas, membuat saya agak sulit untuk hadir untuk menerima berbagai pencerahan. Untuk itu izinkan saya ingin menyampaikan beberapa persepsi mengenai zakat. Mudah2an akan sedikit memperkaya wacana yang akan disampaikan pembicara.
1. Judul pengenatasan kemiskinan, adalah judul yg bombastis, enak didengar namun kurang realistis. Karena pada kenyataannya keberadaan kaum miskin akan selalu tetap ada hingga akhir zaman (cerita “sukses” suatu Negara yg tidak memiliki kaum miskin merupakan fenomena yg dibatasi oleh sempitnya batas Negara --> yg pada akhirnya akan menggiring kita pada keharusan “melirik” Negara tetangga yg miskin --> yang pada saatnya nanti kita akan sampai pada pemahaman : akan ada zakat antar Negara). Masalah sesungguhnya (sekaligus amanat yg diemban manusia) adalah keharusan adanya system yang memastikan akan adanya hubungan keuangan antara si kaya dan si miskin. Dan itulah salah satu amanat zakat. Untuk itulah judul pengentasan adalah sesuatu yang melawan kodrat. Marilah kita terima kodrat/sunnatullah itu dan fokuskan pada hubungan financial yang harus ada diantara kaum kaya dan miskin. 2. Fungsi zakat terbagi 2 : a. Fungsi makro, yaitu upaya agama (Tuhan) untuk mengendalikan sifat manusia yg mencintai harta (lihat QS 3 : 14). Efek yang diinginkan adalah menurunnya penumpukan harta (sejalan dengan ayat2 yg terkait penumpukan harta yg dibenci Tuhan) yg selanjutnya harta2 terkait diarahkan menuju aktivitas investasi (perhatikan ayat2 dan hadits yg mendorong untuk investasi/jual beli). Selanjutnya kita semua akan paham mengapa zakat merupakan “jantung” perekonomian --> karena instrument inilah yang “menghela” tumbuhnya investasi yg akan menggerakan roda perekonomian. b. Fungsi mikro, yaitu upaya agama (tuhan) untuk menghubungkan keberadaan kaum kaya kepada kaum miskin. Efek yang diinginkan adalah terbentuknya kepastian hubungan kaya-miskin (aspek system), hubungan psikologi kaya-miskin (aspek moral) dan mengalirnya harta dari kayak e miskin (aspek financial). Mengalirnya harta si kaya ke si miskin, selanjutnya akan meningkatkan daya beli si miskin --> demand meningkat --> produksi meningkat --> roda perekonomian berputar. Kedua fungsi tersebut bekerja secara bersamaan, fungsi makro akan mendorong si kaya untuk melakukan investasi, dimana hal ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya demand dari masyarakat (miskin) akibat bekerjanya fungsi mikro. Keduanya berjalan beriringan serta saling menguatkan. Masalah : Umumnya yg dipahami oleh sebagian besar kaum muslim adalah fungsi mikro. Akibatnya parameter2 efektivitas pengelolaan zakat adalah parameter yang hanya mengukur distribusi dana zakat atau mengukur efektivitas fungsi mikro. Sedangkan efektivitas fungsi makro menjadi terlupakan, padahal justru “jantung” ekonomi islam terletak di fungsi makro atas zakat. Untuk itu, peningkatan pemahaman zakat merupakan hal yg sangat penting, termasuk melalui diskusi mendatang ini. Mudah2an kebenaran akan semakin mendekati kita, amien. Wass Bh ________________________________ "This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee and could contain information that is confidential; If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of e-mail transmission through Internet.”
<<inline: image003.jpg>>
