Mas, cerita aja nama banknya. Biar tak ada prasangka dari kami semua yg membaca sehingga men-generalisir bank syariah itu brengsek semua.
2010/4/11 <[email protected]> > > > Dear all, > > Mungkin inilah salah satu bentuk evolusi bank syariah menuju kondisi yang > ideal melebihi ekspektasi nasabah. > Banyak aspek yang mempengaruhi pelayanan, diantaranya aspek SDM dan IT. > Saya yakin tidak semua bank syariah seperti itu, lagian pilih bank juga > perlu kecermatan. > Misalnya nih untuk transfer dari malaysia ke indonesia, ada bank muamalat > malaysia yang kerjasanma dgn bank muamalat indonesia yg memiliki produk Kas > Kilat, transfer dari mly ke indo dlm waktu cepat. > Atau CIMB Islamic (malaysia) dgn CIMB Niaga Syariah (indonesia). > > Sdr Teddy, untuk menumpahkan uneg2 anda seperti itu perlu juga disampaikan > ke surat pembaca atau ke bank syariah bersangkutan agar jelas follow up nya. > > > Menurut saya produk dan pelayanan bank syariah semakin baik, daln selama > ini saya menggunakan produk tabungan dari 3 bank syariah yg berbeda, > semuanya oke. > > Pilih bank konvensional aja pilih2, nah pake bank syariah juga perlu cermat > pilih2 juga. > > Sekian. > > > > > > > > > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > ------------------------------ > *From: * Ahmad Ifham <[email protected]> > *Date: *Thu, 8 Apr 2010 20:00:10 -0700 (PDT) > *To: *<[email protected]>; <[email protected]> > *Subject: *[ekonomi-syariah] Re: {FoSSEI} Trs: [mediacare] Bank Syariah, > Ada Apa Dibalik Kerudung Nan Cantik? > > > > Dear All, > Pada kenyataannya memang ada bank syariah yang seperti itu. > > Dan perlu diketahui bahwa sebagian besar masyarakat ber-bank adalah karena > alasan layanan prima (proses cepat & mudah, memanusiakan manusia, jaringan > luas, teknologi canggih, dll). > > Semoga bank syariah bisa memperhatikan kondisi ini. > > Regards, > Ahmad Ifham Sholihin > > ------------------------------ > *From:* Ozzy Mandeaz <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Thu, April 8, 2010 6:29:48 PM > *Subject:* {FoSSEI} Trs: [mediacare] Bank Syariah, Ada Apa Dibalik > Kerudung Nan Cantik? > > > > > > ----- Pesan Diteruskan ---- > *Dari:* teddy sunardi <teddysunardi@ gmail.com> > *Terkirim:* Kam, 8 April, 2010 13:16:47 > *Judul:* [mediacare] Bank Syariah, Ada Apa Dibalik Kerudung Nan Cantik? > > http://ekonomi. kompasiana. com/2009/ 07/14/bank- syariah-ada- apa-dibalik- > kerudung- > nan-cantik/<http://ekonomi.kompasiana.com/2009/07/14/bank-syariah-ada-apa-dibalik-kerudung-nan-cantik/> > > > Ketika Bank Syariah baru mulai bermunculan, orang islam banyak yang > pindah bank, dari yang konvensional ke bank syariah. BNI syariah, BRI > syariah, Mandiri syariah, Bank Daerah dan semua bank buka cabang yang > syariah, walaupun tidak ada hubungan antara bank konvensional dengan > syariah bentukan barunya. Ramainya kepindahan itu, mungkin orang > berpikir bahwa syariah itu bebas riba dan sebagainya. Bukan itu saja. > Bank syariah selalu dihiasi dengan wanita cantik, manis, penuh > senyum, raamah tamah, memberi salam, wah wah sangat islami sekali. > > Tetapi, dibalik itu semua apa yang terjadi sesungguhnya ? Saya sudah > mengalami sendiri, pengalaman yang tidak enak, bahkan sangat > menyakitkan. Pelayanan bank syariah (di Indonesia) dan bank Islam (di > Malaysia), membuat saya merenung, apa begini cara Islam melayani umat? > Membuat saya berpikir dua kali untuk menggunakan jasa bank Islam dan > bank syariah. Atau, kalau boleh terus terang, saya kapok > sekapok-kapoknya menyimpan uang atau menggunakan jasa bank syariah. > > Ceritanya begini, tanggal 18 juni saya kirim uang lewat bank Islam di > Malaysia, tempat saya menyimpan sebagian sisa gaji saya, gaji saya > setiap bulan juga masuk ke rekening ini, setiap dua bulan sekali > saya kirim uang ke Indonesia. Pada waktu itu saya kirim sudah yang ke > sekian kali. Artinya saya sudah sering mengirim melalui bank ini dan > tanpa masalah. Tapi celakanya uang itu tak kunjung sampai hingga > kemarin dan baru hari ini uang saya dikembalikan, itu pun dalam bentuk > cek yang baru bisa cair 3 hari lagi. Kemana nyangkutnya uang itu > selama hampir sebulan ? Perlu diketahui, bahwa bank islam di sini > bermitra dengan bank syariah di Indonesia (maaf saya tidak sebut nama > bank syariah tersebut) > > Hampir tiap hari saya tanya, tapi saya macam dipingpong terus oleh > pihak the so called bank Islam. Hey hey hey… ini bank islam atau bank > apa ? Sekali waktu saya tanya, oh uang itu masih nyangkut di > Indonesia, esoknya, oh uang itu ada di Kuala Lumpur, esoknya lagi oh > uang itu sudah dikirim balik ke Indonesia. Sampai saya sendiri heran > dan hilang sudah kesabaran saya. Maka minggu lalu saya tarik semua > uang yang ada di bank itu. Pihak bank terkaget-kaget dengan tingkah > saya itu. Apa anda pikir saya tidak terperanjat dengan pelayanan yang > anda berikan. > > Dengan kejadian itu (penutupan rekening saya), pihak bank bukannya > mempercepat pengembalian uang saya yang menyangkut entah dimana. Saya > makin dijadikan bulan-bulanan. sampai saya berpikir ini bank Islam > cuma nama saja. Katanya proses pengembalian uang itu 24 jam, tapi > yang terjadi hampir sebulan. Apakah Islam seperti itu ? Saya sudah > rugi waktu, bolak balik ke bank menanyalkan nasib uang saya itu, rugi > biaya transport bolak balik ke bank islam itu, rugi karena pelayanan > yang kurang memuaskan. Anak istri juga terpaksa berhemat, akibat > kiriman yang terlambat. Mau pinjam ke keluarga, dimana letak maluku ? > Katanya suaminya kerja di luar negeri kok masih utang ? > > Akhirnya saya minta bantuan pihak universitas tempat saya kerja untuk > menyelesaikan ini. Terdengar di seberang sana, sang Manager minta > maaf berulang-ulang. Apa gunanya minta maaf tanpa perubahan tingkah > laku, kata saya kepada pihak universitas. > > Ini pengalaman saya yang paling menyakitkan, tolong pihak bank islam > dan bank syariah, anda-anda jangan menjual nama islam untuk berbisnis. > Dosanya besar membohongi umat dengan kedok macam itu. > > Pengalaman saya yang lain sudah lama kejadiannya. Tahun 2001 saya > berencana meminjam uang di salah satu bank syariah. Prosesnya lama > dan berbelit-belit. Dengan The so called margin yang jauh lebih > tinggi dari bunga bank konsensional. Karena prosesnya lama akhirnya > berkas2 saya tarik dan pindah ke bank konvensional, dalam 2-3 hari > duit keluar dan cicilan perbulannya selisih 300.000 rupiah per bulan > selama 60 bulan. > > Bunga bank konvensional lebih murah, prosesnya lebih cepat, pelayanan > lebih bagus, tetapi memang tanpa kerudung nan cantik. Tetapi kalau > kita pergi ke bank syariah, kelihatannya mereka alergi sekali > mendengar kata bunga. “Oh ini bukan bunga, ini margin, dsb, dll, > dlsb…. > > Adakah yang bisa menjelaskan dan mencerahkan “curhat” saya ini ? Saya > tidak mengharapkan tulisan ini untuk masuk final, apalagi menang. > Saya cuma bisa berharap, bank Islam dan Bank syariah, agar kembali > kepada syariah, syariah islam tentu saja. Semoga… > > > > > > > > > > > > > > > -- > Teddy > > > ------------ --------- --------- ------ > > Mailing list: > http://groups. yahoo.com/ > group/mediacare/<http://groups.yahoo.com/group/mediacare/> > > Blog: > http://mediacare. blogspot. com <http://mediacare.blogspot.com/> > > http://www.mediacare.biz > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > >
