Assalamu`alaikum wr wb
Untuk Pak Tedi, saya juga pernah seperti anda di salah satu bank syariah, 
mengirim uang dan tidak samapai, lama baru sebulan kembali, tapi saya juga 
pernah di bank konvensional mengirim uang juga tidak sampai dan baru sebulan 
kembali.

saya juga pernah mengurus pembiayaan rumah kakak saya, yang waktu itu beliau 
ingin ke konvensional, karena perusahaannya memakai bank tersebut, dan dia 
sudah dijamin sama manajernya cuma mendapat rate 7,5% selama 5 tahun dan itu 
fix dan flat. Setelah panjang berdiskusi, dan mencari banyak bank syariah dan 
membandingkan akhirnya kakak saya tiba pada keputusan untuk memakai bank 
konvensional, saya waktu itu bingung luar biasa, plus juga kakak saya mendapat 
perlakuan tidak mengenakan dari bank syariah. Wah tambah tambah beliaunya ndak 
suka. Akhirnya ketika dijelaskan dengan alasan logika sudah tidak sampai lagi, 
saya hanya berkata pada kakak saya, bahwa bunga bank sebagian besar ulama 
mengharamkan, bahkan MUI waktu itu sudah mengeluarkan fatwa, kebetulan kakak 
ipar orang muhammadiyah, majelis terjihnya juga sedang menggodok lho mbak, saya 
bilang begitu waktu itu. 

Paginya beliau berkata, ya udah dik tolong carikan saja buat asa (anaknya) 
rumah yang halal. 

Kalau saya pribadi, ya itu tadi , monggo sesuai keyakinan masing masing, bunga 
bank halal atau haram, lalu tentukan pilihan, bagaimanapun keadaan yang kita 
terima, kadang ada beberapa hal yang memang tidak bisa dijelaskan dengan logika 
tapi dengan keimanan. Dan kita doakan saja semoga Bank syariah semakin 
profesional dan makin syariah seperti 1400 tahun yang lalu, kan doa orang 
terdzalimi itu makbul..........he he he

Wassalamu`alaikum wr wb

Shoi





________________________________
From: Reza Baizuri <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, 12 April, 2010 21:08:32
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Re: {FoSSEI} Trs: [mediacare] Bank Syariah, Ada  
Apa Dibalik Kerudung Nan Cantik?

  

Mas, cerita aja nama banknya. Biar tak ada prasangka dari kami semua yg membaca 
sehingga men-generalisir bank syariah itu brengsek semua.



2010/4/11 <achmad.khalil@ gmail.com>

>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>  >
>
>>
> 
>>      
> 
>>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>Dear all,
>
>Mungkin inilah salah satu bentuk evolusi bank syariah menuju kondisi yang 
>ideal melebihi ekspektasi nasabah. 
>Banyak aspek yang mempengaruhi pelayanan, diantaranya aspek SDM dan IT.
>Saya yakin tidak semua bank syariah seperti itu, lagian pilih bank juga perlu 
>kecermatan. 
>>Misalnya nih untuk transfer dari malaysia ke indonesia, ada bank muamalat 
>>malaysia yang kerjasanma dgn bank muamalat indonesia yg memiliki produk Kas 
>>Kilat, transfer dari mly ke indo dlm waktu cepat. 
>Atau CIMB Islamic (malaysia) dgn CIMB Niaga Syariah (indonesia). 
>
>Sdr Teddy, untuk menumpahkan uneg2 anda seperti itu perlu juga disampaikan ke 
>surat pembaca atau ke bank syariah bersangkutan agar jelas follow up nya. 
>
>Menurut saya produk dan pelayanan bank syariah semakin baik, daln selama ini 
>saya menggunakan produk tabungan dari 3 bank syariah yg berbeda, semuanya oke. 
>
>Pilih bank konvensional aja pilih2, nah pake bank syariah juga perlu cermat 
>pilih2 juga. 
>
>Sekian. 
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>Sent from my BlackBerry®
>powered by Sinyal Kuat INDOSAT
________________________________

>From:  Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com>
>
>Date: Thu, 8 Apr 2010 20:00:10 -0700 (PDT)
>To: <fos...@yahoogroups. com>; <ekonomi-syariah@ yahoogroups. com>
>Subject: [ekonomi-syariah] Re: {FoSSEI} Trs: [mediacare] Bank Syariah, Ada Apa 
>Dibalik Kerudung Nan Cantik?
>
>  >
>
> 
>>      
> 
>Dear All,
>Pada kenyataannya memang ada bank syariah yang seperti itu.
> 
>Dan perlu diketahui bahwa sebagian besar masyarakat ber-bank adalah karena 
>alasan layanan prima (proses cepat & mudah, memanusiakan manusia, jaringan 
>luas, teknologi canggih, dll).
> 
>Semoga bank syariah bisa memperhatikan kondisi ini.
> 
>Regards,
>Ahmad Ifham Sholihin
>
>
>
>
________________________________
 From: Ozzy Mandeaz <mandeazozzy@ yahoo.co. id>
>To: fos...@yahoogroups. com
>Sent: Thu, April 8, 2010 6:29:48 PM
>Subject: {FoSSEI} Trs: [mediacare] Bank Syariah, Ada Apa Dibalik Kerudung Nan 
>Cantik?
>
>  
>
>
>
>
>----- Pesan Diteruskan ----
>Dari: teddy sunardi <teddysunardi@ gmail.com>
>Terkirim: Kam, 8 April, 2010 13:16:47
>Judul: [mediacare] Bank Syariah, Ada Apa Dibalik Kerudung Nan Cantik?
>
>http://ekonomi. kompasiana. com/2009/ 07/14/bank- syariah-ada- apa-dibalik- 
>kerudung- nan-cantik/
>
>
>Ketika Bank Syariah baru mulai bermunculan, orang islam banyak yang
>pindah bank, dari yang konvensional ke bank syariah.  BNI syariah, BRI
>syariah, Mandiri syariah, Bank Daerah dan semua bank buka cabang yang
>>syariah,
> walaupun tidak ada hubungan antara bank konvensional dengan
>syariah bentukan barunya.  Ramainya kepindahan itu, mungkin orang
>berpikir bahwa syariah itu bebas riba dan sebagainya.  Bukan itu saja.
>Bank syariah selalu dihiasi dengan wanita cantik, manis, penuh
>>senyum, raamah tamah, memberi salam, wah wah sangat islami sekali.
>
>Tetapi, dibalik itu semua apa yang terjadi sesungguhnya ?  Saya sudah
>mengalami sendiri, pengalaman yang tidak enak, bahkan sangat
>menyakitkan.  Pelayanan bank syariah (di Indonesia) dan bank Islam (di
>>Malaysia), membuat saya merenung, apa begini cara Islam melayani umat?
>Membuat saya berpikir dua kali untuk menggunakan jasa bank Islam dan
>bank syariah.  Atau, kalau boleh terus terang, saya kapok
>sekapok-kapoknya menyimpan uang atau menggunakan jasa bank syariah.
>
>Ceritanya begini, tanggal 18 juni saya kirim uang lewat bank Islam di
>Malaysia, tempat saya
> menyimpan sebagian sisa gaji saya, gaji saya
>setiap bulan juga masuk ke rekening ini,  setiap dua bulan sekali
>saya kirim uang ke Indonesia.  Pada waktu itu saya kirim sudah yang ke
>sekian kali.  Artinya saya sudah sering mengirim melalui bank ini dan
>>tanpa masalah.  Tapi celakanya uang itu tak kunjung sampai hingga
>kemarin dan baru hari ini uang saya dikembalikan, itu pun dalam bentuk
>cek yang baru bisa cair 3 hari lagi.  Kemana nyangkutnya uang itu
>selama hampir sebulan ?  Perlu diketahui, bahwa bank islam di sini
>>bermitra dengan bank syariah di Indonesia (maaf saya tidak sebut nama
>bank syariah tersebut)
>
>Hampir tiap hari saya tanya, tapi saya macam dipingpong terus oleh
>pihak the so called bank Islam.  Hey hey hey… ini bank islam atau bank
>>apa ?  Sekali waktu saya tanya, oh uang itu masih nyangkut di
>Indonesia, esoknya, oh uang itu ada di Kuala Lumpur, esoknya lagi
> oh
>uang itu sudah dikirim balik ke Indonesia.  Sampai saya sendiri heran
>dan hilang sudah kesabaran saya.  Maka minggu lalu saya tarik semua
>uang yang ada di bank itu.  Pihak bank terkaget-kaget dengan tingkah
>>saya itu.  Apa anda pikir saya tidak terperanjat dengan pelayanan yang
>anda berikan.
>
>Dengan kejadian itu (penutupan rekening saya), pihak bank bukannya
>mempercepat pengembalian uang saya yang menyangkut entah dimana.  Saya
>>makin dijadikan bulan-bulanan.  sampai saya berpikir ini bank Islam
>cuma nama saja.  Katanya proses pengembalian uang itu 24 jam, tapi
>yang terjadi hampir sebulan.  Apakah Islam seperti itu ?  Saya sudah
>rugi waktu, bolak balik ke bank menanyalkan nasib uang saya itu, rugi
>>biaya transport bolak balik ke bank islam itu, rugi karena pelayanan
>yang kurang memuaskan.  Anak istri juga terpaksa berhemat, akibat
>kiriman yang terlambat. 
> Mau pinjam ke keluarga, dimana letak maluku ?
>Katanya suaminya kerja di luar negeri kok masih utang ?
>
>Akhirnya saya minta bantuan pihak universitas tempat saya kerja untuk
>menyelesaikan ini.  Terdengar di seberang sana, sang Manager minta
>>maaf berulang-ulang.  Apa gunanya minta maaf tanpa perubahan tingkah
>laku, kata saya kepada pihak universitas.
>
>Ini pengalaman saya yang paling menyakitkan, tolong pihak bank islam
>dan bank syariah, anda-anda jangan menjual nama islam untuk berbisnis.
>>Dosanya besar membohongi umat dengan kedok macam itu.
>
>Pengalaman saya yang lain sudah lama kejadiannya.  Tahun 2001 saya
>berencana meminjam uang di salah satu bank syariah.  Prosesnya lama
>dan berbelit-belit.  Dengan The so called margin yang jauh lebih
>>tinggi dari bunga bank konsensional.  Karena prosesnya lama akhirnya
>berkas2 saya tarik dan pindah ke bank konvensional, dalam 2-3
> hari
>duit keluar dan cicilan perbulannya selisih 300.000 rupiah per bulan
>selama 60 bulan.
>
>Bunga bank konvensional lebih murah, prosesnya lebih cepat, pelayanan
>lebih bagus, tetapi memang tanpa kerudung nan cantik.  Tetapi kalau
>>kita pergi ke bank syariah, kelihatannya mereka alergi sekali
>mendengar kata bunga.  “Oh ini bukan bunga, ini margin, dsb, dll,
>dlsb….
>
>Adakah yang bisa menjelaskan dan mencerahkan “curhat” saya ini ?  Saya
>>tidak mengharapkan tulisan ini untuk masuk final, apalagi menang.
>Saya cuma bisa berharap, bank Islam dan Bank syariah, agar kembali
>kepada syariah, syariah islam tentu saja.  Semoga…
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>-- 
>Teddy
>
>
>------------ --------- --------- ------
>
>Mailing list:
>http://groups. yahoo.com/
> group/mediacare/
>
>Blog: 
>http://mediacare. blogspot. com
>
>http://www.mediacar e.biz
>
>
>Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>

 


      

Kirim email ke