Assalam alaikum wr wb.
Mau bertanya/mohon sharingnya,

1. Dengan harga emas yang bubble, akankah menyentuh titik harga pada saat tahun 
2000 (hampir 300 USD per troy ounce) jika bubble tersebut pecah? Jujur saja, 
walau dengan perhitungan yang ada, saya masih ragu harga emas akan turun 
drastis dalam waktu dekat, terlebih dalam situasi saat ini dengan pelaku pasar 
yang tidak rasional. Bahkan orang yang awam sekalipun akan menghargai emas 
sampai ke titik yang irrasional sekalipun.

2. Jika memang harga emas akan turun tajam, tentulah emas akan menjadi mangsa 
empuk dari uang-uang/aset-aset yang jumlahnya triliunan dollar AS yang 
bergentayangan bebas di pasar keuangan sana. Salah tidak jika umat Islam untuk 
sementara ini "menimbun" emas untuk digunakan pada waktunya sampai datangnya 
suatu kebutuhan (jika tidak boleh sampai peran emas sebagai komoditas hilang)? 
Toh dijadikan alat pembayaran juga agak sulit.
Salam hangat, 
 

--- Pada Ming, 9/5/10, M Said Fathurrohman <[email protected]> menulis:

Dari: M Said Fathurrohman <[email protected]>
Judul: [ekonomi-syariah] Bubble Emas
Kepada: [email protected], "desfeua" <[email protected]>
Tanggal: Minggu, 9 Mei, 2010, 1:03 AM















 
 



  


    
      
      
      Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Sejak 2001, harga emas dalam US$ mengalami kenaikan rata-rata 17% per tahun. 
Sementara inflasi di US$ pada periode yang sama rata-rata 2%. Bandingkan dengan 
data sejak 1968-2001 di mana kenaikan harga emas rata-rata hanya 6% per tahun 
dan inflasi rata-rata 5%.



Inflasi emas yang jauh lebih tinggi dari inflasi barang dan jasa sejak tahun 
2001 menunjukkan 2 kemungkinan:1. Emas sedang mengalami bubble. Suatu saat ia 
akan kembali pada hubungan  jangka panjang antara harga emas dengan harga 
barang dan jasa lainnya.

2. Jika yang terjadi adalah decoupling antara harga emas dengan harga barang 
dan jasa lain, di mana harga keduanya tidak lagi naik seiring, maka emas tidak 
lagi cocok dijadikan mata uang. Karena ekonomi yang menggunakan uang emas akan 
mengalami deflasi sebesar 15% per tahun (inflasi emas - inflasi barang dan 
jasa). Deflasi double digit ini justru lebih berbahaya daripada inflasi satu 
digit yang dialami uang kertas.    


Saya lebih cenderung pada kemungkinan pertama. Tanda-tanda satu komoditas yang 
bubble adalah ketika banyak orang percaya bahwa komoditas tersebut akan 
mengalami kenaikan harga secara permanen dengan tingkat yang jauh lebih tinggi 
daripada inflasi. Dengan kata lain, komoditas itu dapat memberikan capital gain 
terus-menerus.


If it appears too good to be true, then it is usually not true.
Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.

------
Muhamad Said Fathurrohman
Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga
id.linkedin. com/in/msaidf





2010/5/7 risnandar <risnand...@yahoo. com>

















 



  


    
      
      
      
Sulit untuk membayangkan dengan kondisi saat ini, bahwa ke depan bubble emas 
akan pecah. Dengan ketidakpastian kondisi perekonomian konvensional dan
 keterkaitan emas dengan fiat money khususnya dollar AS, emas akan menjadi safe 
haven bagi para investor dengan dollar-nya yang melimpah di pasar, terlebih 
dengan denominasi emas menggunakan dollar AS. Spekulasi akan harga emas yang 
akan terus meroket juga kencang didengungkan di pasar. Dasar-dasar keistimewaan 
emas di atas lah yang menjadikan emas sebagai safe haven dan justru akan 
mendongkrak harga emas di tengah ketidakpastian ekonomi konvensional saat ini. 
Negara-negara di Asia Selatan (India, Sri Lanka dan Bangladesh) telah membeli 
emas IMF yang semakin membuat harga emas naik), bahkan Republik Rakyat Tiongkok 
(RRT/Cina) juga memberikan sinyal untuk juga ikut membeli emas. Semakin 
perekonomian tidak pasti, maka emas semakin menjadi pasti (dikarenakan keamanan 
dan kenaikan harganya). Adalah normal saat uang kertas yang Anda pegang 
tergerus inflasi dan semakin menurun nilainya, Anda beralih memegang 
emas. Hanya celakanya emas
 digunakan sebagai komoditas, buka sebagai medium pertukaran. 
Konsekuensi "sifat" emas sudah sebaiknya ditujukan pada tempatnya, yaitu medium 
pertukaran. Sebaiknya kaum muslim dan penggiat ekonomi syariah tidak pula 
menambahkan volatilitas yang sudah terjadi pada harga emas sebagai komoditi, 
dengan investasi yang sifatnya spekulatif dan margin trading. Kelak, 
inshaALLAH, emas akan menjadi parameter utama dalam perekonomian, bukan fiat 
money. Mengapa ancaman ALLAH yang begitu jelas masih juga ditantang oleh para 
penimbun emas?


Salam hangat,




 Rab, 5/5/10, M Said Fathurrohman <muh.s...@gmail. com> menulis:


Dari: M Said Fathurrohman <muh.s...@gmail. com>
Judul: Re:
 [ekonomi-syariah] kaya melalui investasi emas secara syariah  (Jurus cerdas 
berkebun emas)
Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Tanggal: Rabu, 5 Mei, 2010, 11:14 AM

















 
 



    
      
      
      Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Jangan campur adukkan wacana mata uang dinar sebagai alat transaksi dalam 
ekonomi Islam dengan spekulasi emas yang justru tidak Islami. 
Kebun Emas hanya bisa membuat untung berlipat-lipat kalau harga emas naik 
terus. Kalau harga emas turun, investor Kebun Emas akan rugi berlipat-lipat 
pula.




Apakah kita sudah lupa dengan kerugian yang dialami investor saham pada akhir 
2008 lalu? Sebelum itu, banyak orang mendadak jadi investor saham karena mereka 
melihat harga saham naik terus. Padahal kenaikan harga saham itu sudah tidak 
wajar (bubble) karena tidak didukung fundamental. Saat bubble saham pecah, 
banyak orang bangkrut.




Dilihat dari sejarah harga emas, kenaikan pesat harga emas sejak tahun 2000 
menunjukkan tanda-tanda bubble. Saya kira pecahnya bubble emas tinggal menunggu 
waktu. 
Wallohu a'lam. 



 Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.
------
Muhamad Said Fathurrohman
id.linkedin. com/in/msaidf



2010/5/5 abah sulthan <rusman1...@yahoo. com>



















 



  


    
      
      
      Assalamu'alaikum wr wb,



Insya ALLAH BRISYariah akan memberikan 
persembahan SEMINAR GRATIS buat warga IBUKOTA, seminar mengenai 
"JURUS CERDAS BERKEBUN EMAS" akan dibawakan langsung oleh pakar dan 
pencetus idea nya yaitu Pak Rully Kustandar (www.kebunemas. com).

Seminar ini akan diadakan di

Tempat    : LOUNGE RUmah iB di REI EXPO
JCC Hall A
Tanggal   : Tanggal  7 Mei 2010

Pukul        : 16.00-18.00 WIB.



Anda akan dipandu, bagaimana caranya :

1. Membeli emas dengan modal hanya 1/3 dari harga emas

2. Memiliki emas hingga 1.5Kg dalam waktu tiga bulan

3. Mengamankan berapapun kekayaan anda hingga puluhan sampai ratusan tahun 
kedepan.



Ingat SEMINAR ini Gratis dan terbuka untuk umum, daripada anda beli EBOOKNya or 
menghadiri 
seminar regularnya  biasanya harus merogoh kocek 200rb-an.



MElalui jurus cerdas ini, anda akan dipandu bisa KAYA melalui investasi 
emas secara Syariah, akan dipandu secara personal oleh team2 dari 
BRISyariah.



Silahkan sebarkan email ini ke teman-teman, saudara-saudara, kawan-kawan 
dll.



Demikian informasinya, ingat TANGGAL 7 MAI JAM 4 SORE DI REI EXPO JCC Hall A.

Kita ketemu disana, informasi lebih lanjut silahkan hubungi saya japri.


wassalam




Maman

0815-11200138








      

    
     

    
    






  










    
     



 








    
     

    
    






  










    
     

    
    


 



  










Kirim email ke