Kalau menurut saya semua tergantung niatnya mas, kalau niatnya baik untuk 
menghedging
biaya sekolah atau tabungan utk naik Haji saya rasa sah2 saja apalagi mas tiap 
tahun membayar
zakat emasnya. Yang dilarang adalah menimbun emas dengan amat sangat banyak 
agar supply emas
di masy menjadi sedikit sehingga harganya akan melonjak tajam baru dengan 
tingginya harga emas
kita memanfaatkannya untuk menjual agar mendapatkan keuntungan yang sangat 
berlipat. Toh dulu Nabi pun pernah menyimpan makanan untuk kebutuhan pangan 
keluarganya  untuk kebutuhan selama satu tahun.
Sesuatu yang dilandaskan akan niat baik InsyaAllah hasilnya akan baik pula.
CMIIW

Salam Pandji






________________________________
From: rudi hidayat <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, May 12, 2010 3:25:18 PM
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Bubble Emas

  
sbg masyarakat awam

saya membeli emas untuk menjaga nilai tabungan saya
krn jika saya menabung dan disimpan di bank - bank syariah sekalipun,
tabungan saya akan tergerus inflasi rupiah yang lebih tinggi dari bagi
hasil yg didapat dari tabungan saya.
selama emas itu masih saya simpan, tiap tahun saya bayar zakat maal
utk emas -2.5%

klo menyimpan emas dianggap melanggar larangan Allah, terus gimana dong ?

mohon saran dari temen2, mesti bagaimana saya menjaga nilai dari hasil
jerih payah saya yang saya tabung, supaya bisa tetap terjaga di masa
depan - misal hari tua saya, ataupun saat anak2 saya butuh biaya
sekolah beberapa belas tahun lagi

memang yang terbaik adalah menginvestasikan ke sektor riil, tp saya
tidak punya keahlian dan cukup waktu utk berbisnis di sektor riil

jadi gimana dong ?

****kok jadi curhat ya ? abis bingung sih :D

On 5/12/10, M Said Fathurrohman <muh.s...@gmail. com> wrote:
> Assalaamu'alaikum
>
> pak Risnandar,
>
> saya coba jawab dari pertanyaan terakhir dulu.
>
> Kalau mau beli emas untuk tujuan perhiasan,tentu tidak ada larangan.
> Namun jika tujuannya adalah lindung nilai kekayaan (hedging), saya
> khawatir bisa terkena ancaman Alloh pada orang-orang yang menyimpan
> emas dan perak. Bukankah orang-orang tersebut menyimpan emas dan perak
> dengan tujuan mengekalkan kekayaan (hedging) karena emas dan perak
> bersifat awet dan nilainya terjaga? Mohon pak Yasni atau ulama lain di
> milis ini bisa memberikan petunjuk.
>
> Untuk poin 1, saya tidak bisa menjawab apakah harga bisa kembali
> menyentuh titik  terendah tahun 2000. Begitu pula tentang timing
> pecahnya bubble apakah sudah dekat atau masih jauh, analisis
> fundamental saya tidak bisa memperkirakannya.
>
> Saya hanya bisa cerita sederhana pembentukan bubble dan pecahnya.
> Proses awal kenaikan harga komoditas yang mengalami bubble bisa
> disebabkan faktor alamiah, yakni kenaikan permintaan bermotifkan
> konsumsi, maupun faktor buatan, yakni manipulasi permintaan dengan
> jual beli berulang antar investor besar. Apapun sebab awalnya, ketika
> kenaikan harga ini berlangsung cukup lama, masyarakat luas menjadi
> yakin bahwa harga komoditas tertentu akan terus naik pesat, sehingga
> memberikan capital gain tinggi dalam waktu singkat. Mereka pun mulai
> ikut membeli komoditas tersebut, bukan karena kebutuhan konsumtif,
> tapi karena mengharapkan capital gain. Maka kenaikan harga berikutnya
> bukan lagi didorong oleh faktor kenaikan permintaan atau kekurangan
> pasokan yang alamiah, tapi didorong oleh banyaknya permintaan baru
> dengan motif spekulasi.
>
> Bubble akan pecah ketika kenaikan harga mulai melambat, karena
> tambahan permintaan spekulatif melambat. Jumlah investor yang
> irasional ada batasnya, irasionalitas investor ada batasnya, uang
> investor irasional juga ada batasnya. Harga hanya akan naik selama ada
> investor, baru maupun lama, yang mau membeli komoditas bubble dengan
> harga lebih tinggi. Ketika tidak ada lagi investor baru, atau investor
> sudah mulai berpikir harga terlalu tinggi, atau walau harga dianggap
> wajar tapi uang investor sudah menipis, maka tambahan permintaan mulai
> melambat dan harga komoditas pun enggan naik.
>
> Klimaks terjadi ketika investor mulai resah melihat harga komoditas
> yang tidak lagi naik secepat biasanya. Mereka mulai berhitung bahwa
> capital gain dari komoditas tersebut sudah lagi tidak memberikan
> tingkat imbal yang menarik. Maka investor mulai menjual komoditas
> tersebut. Permintaan yang kurang memaksa investor menjual dengan harga
> lebih rendah agar komoditas miliknya cepat laku. Penurunan harga yang
> terjadi membuat panik investor lain untuk segera menjual komoditas
> miliknya sebelum harga turun semakin jauh.
>
> Saat itulah, kurva harga terus bergerak turun. Sampai kapan? Sampai
> kepanikan mereda dan sampai harga kembali ke tingkat normal atau di
> bawahnya. Di mana tingkat normal harga komoditas? Di tingkat di mana
> terjadi keseimbangan antara pasokan dengan permintaan konsumtif, tanpa
> distorsi dari permintaan spekulatif.
>
> Dalam kasus emas, kita tidak akan bisa mengetahui timing pecahnya
> bubble kecuali jika kita mengetahui dengan pasti berapa banyak
> investor potensial yang saat ini belum ikut membeli emas, berapa
> banyak sisa uang investor, dan berapa batas irasional mereka. Inilah
> batas pengetahuan manusia yang sulit ditembus, paling tidak hingga
> saat ini.
>
> Bagaimanapun juga, kita tidak perlu mencoba peruntungan membeli emas
> dengan harapan pecahnya bubble masih lama. Spekulasi harga emas ini
> termasuk kriteria maysir yang disebutkan pak Bambang Himawan, yakni
> bahwa spekulasi harga emas tidak memberi manfaat tambahan buat
> masyarakat (tidak produktif).
>
> Wallohu a'lam
>
> Wassalaamu'alaikum
>
> Muhamad Said Fathurrohman
> Dept. Ekonomi Syariah FE Unair
>
>
>
> On 5/10/10, risnandar <risnand...@yahoo. com> wrote:
>>
>> 1. Dengan harga emas yang bubble, akankah menyentuh titik harga pada saat
>> tahun 2000 (hampir 300 USD per troy ounce) jika bubble tersebut pecah?
>> Jujur
>> saja, walau dengan perhitungan yang ada, saya masih ragu harga emas akan
>> turun drastis dalam waktu dekat, terlebih dalam situasi saat ini dengan
>> pelaku pasar yang tidak rasional. Bahkan orang yang awam sekalipun akan
>> menghargai emas sampai ke titik yang irrasional sekalipun.
>>
>> 2. Jika memang harga emas akan turun tajam, tentulah emas akan menjadi
>> mangsa empuk dari uang-uang/aset- aset yang jumlahnya triliunan dollar AS
>> yang bergentayangan bebas di pasar keuangan sana. Salah tidak jika umat
>> Islam untuk sementara ini "menimbun" emas untuk digunakan pada waktunya
>> sampai datangnya suatu kebutuhan (jika tidak boleh sampai peran emas
>> sebagai
>> komoditas hilang)? Toh dijadikan alat pembayaran juga agak sulit.
>>
>> Salam hangat,
>>
>>
>>
>> --- Pada Ming, 9/5/10, M Said Fathurrohman <muh.s...@gmail. com> menulis:
>>
>> Dari: M Said Fathurrohman <muh.s...@gmail. com>
>> Judul: [ekonomi-syariah] Bubble Emas
>> Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, "desfeua"
>> <desf...@yahoogroups .com>
>> Tanggal: Minggu, 9 Mei, 2010, 1:03 AM
>>
>>
>>
>>
>>
>> Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
>>
>> Sejak 2001, harga emas dalam US$ mengalami kenaikan rata-rata 17% per
>> tahun.
>> Sementara inflasi di US$ pada periode yang sama rata-rata 2%. Bandingkan
>> dengan data sejak 1968-2001 di mana kenaikan harga emas rata-rata hanya 6%
>> per tahun dan inflasi rata-rata 5%.
>>
>> Inflasi emas yang jauh lebih tinggi dari inflasi barang dan jasa sejak
>> tahun
>> 2001 menunjukkan 2 kemungkinan:
>> 1. Emas sedang mengalami bubble. Suatu saat ia akan kembali pada hubungan
>> jangka panjang antara harga emas dengan harga barang dan jasa lainnya.
>> 2. Jika yang terjadi adalah decoupling antara harga emas dengan harga
>> barang
>> dan jasa lain, di mana harga keduanya tidak lagi naik seiring, maka emas
>> tidak lagi cocok dijadikan mata uang. Karena ekonomi yang menggunakan uang
>> emas akan mengalami deflasi sebesar 15% per tahun (inflasi emas - inflasi
>> barang dan jasa). Deflasi double digit ini justru lebih berbahaya daripada
>> inflasi satu digit yang dialami uang kertas.
>>
>> Saya lebih cenderung pada kemungkinan pertama. Tanda-tanda satu komoditas
>> yang bubble adalah ketika banyak orang percaya bahwa komoditas tersebut
>> akan
>> mengalami kenaikan harga secara permanen dengan tingkat yang jauh lebih
>> tinggi daripada inflasi. Dengan kata lain, komoditas itu dapat memberikan
>> capital gain terus-menerus.
>>
>> If it appears too good to be true, then it is usually not true.
>>
>> Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.
>>
>> ------
>> Muhamad Said Fathurrohman
>> Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga
>> id.linkedin. com/in/msaidf
>>
>>
>> 2010/5/7 risnandar <risnand_ar@ yahoo. com>
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> > Sulit untuk membayangkan dengan kondisi saat ini, bahwa ke depan bubble
>> emas akan pecah. Dengan ketidakpastian kondisi perekonomian konvensional
>> dan
>> keterkaitan emas dengan fiat money khususnya dollar AS, emas akan menjadi
>> safe haven bagi para investor dengan dollar-nya yang melimpah di pasar,
>> terlebih dengan denominasi emas menggunakan dollar AS. Spekulasi akan
>> harga
>> emas yang akan terus meroket juga kencang didengungkan di pasar.
>> Dasar-dasar
>> keistimewaan emas di atas lah yang menjadikan emas sebagai safe haven dan
>> justru akan mendongkrak harga emas di tengah ketidakpastian ekonomi
>> konvensional saat ini. Negara-negara di Asia Selatan (India, Sri Lanka dan
>> Bangladesh) telah membeli emas IMF yang semakin membuat harga emas naik),
>> bahkan Republik Rakyat Tiongkok (RRT/Cina) juga memberikan sinyal untuk
>> juga
>> ikut membeli emas. Semakin perekonomian tidak pasti, maka emas semakin
>> menjadi pasti (dikarenakan keamanan dan kenaikan harganya). Adalah normal
>> saat uang kertas yang Anda pegang tergerus inflasi dan semakin menurun
>> nilainya, Anda beralih memegang emas. Hanya celakanya emas digunakan
>> sebagai
>> komoditas, buka sebagai medium pertukaran.
>> >
>> >
>> > Konsekuensi "sifat" emas sudah sebaiknya ditujukan pada tempatnya, yaitu
>> medium pertukaran. Sebaiknya kaum muslim dan penggiat ekonomi syariah
>> tidak
>> pula menambahkan volatilitas yang sudah terjadi pada harga emas sebagai
>> komoditi, dengan investasi yang sifatnya spekulatif dan margin trading.
>> Kelak, inshaALLAH, emas akan menjadi parameter utama dalam perekonomian,
>> bukan fiat money. Mengapa ancaman ALLAH yang begitu jelas masih juga
>> ditantang oleh para penimbun emas?
>> >
>> >
>> > Salam hangat,
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >  Rab, 5/5/10, M Said Fathurrohman <muh.s...@gmail. com> menulis:
>> >
>> >
>> > Dari: M Said Fathurrohman <muh.s...@gmail. com>
>> > Judul: Re: [ekonomi-syariah] kaya melalui investasi emas secara syariah
>> (Jurus cerdas berkebun emas)
>> > Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
>> > Tanggal: Rabu, 5 Mei, 2010, 11:14 AM
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> > Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
>> >
>> >
>> > Jangan campur adukkan wacana mata uang dinar sebagai alat transaksi
>> > dalam
>> ekonomi Islam dengan spekulasi emas yang justru tidak Islami.
>> >
>> >
>> > Kebun Emas hanya bisa membuat untung berlipat-lipat kalau harga emas
>> > naik
>> terus. Kalau harga emas turun, investor Kebun Emas akan rugi
>> berlipat-lipat
>> pula.
>> >
>> >
>> > Apakah kita sudah lupa dengan kerugian yang dialami investor saham pada
>> akhir 2008 lalu? Sebelum itu, banyak orang mendadak jadi investor saham
>> karena mereka melihat harga saham naik terus. Padahal kenaikan harga saham
>> itu sudah tidak wajar (bubble) karena tidak didukung fundamental. Saat
>> bubble saham pecah, banyak orang bangkrut.
>> >
>> >
>> > Dilihat dari sejarah harga emas, kenaikan pesat harga emas sejak tahun
>> 2000 menunjukkan tanda-tanda bubble. Saya kira pecahnya bubble emas
>> tinggal
>> menunggu waktu.
>> >
>> >
>> > Wallohu a'lam.
>> >
>> > Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.
>> >
>> > ------
>> > Muhamad Said Fathurrohman
>> > id.linkedin. com/in/msaidf
>> >
>> >
>> >
>> > 2010/5/5 abah sulthan <rusman1608@ yahoo. com>
>> >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > > Assalamu'alaikum wr wb,
>> > >
>> > > Insya ALLAH BRISYariah akan memberikan persembahan SEMINAR GRATIS buat
>> warga IBUKOTA, seminar mengenai "JURUS CERDAS BERKEBUN EMAS" akan
>> dibawakan
>> langsung oleh pakar dan pencetus idea nya yaitu Pak Rully Kustandar
>> (www.kebunemas. com).
>> > > Seminar ini akan diadakan di
>> > > Tempat    : LOUNGE RUmah iB di REI EXPO JCC Hall A
>> > > Tanggal   : Tanggal  7 Mei 2010
>> > > Pukul        : 16.00-18.00 WIB.
>> > >
>> > > Anda akan dipandu, bagaimana caranya :
>> > > 1. Membeli emas dengan modal hanya 1/3 dari harga emas
>> > > 2. Memiliki emas hingga 1.5Kg dalam waktu tiga bulan
>> > > 3. Mengamankan berapapun kekayaan anda hingga puluhan sampai ratusan
>> tahun kedepan.
>> > >
>> > > Ingat SEMINAR ini Gratis dan terbuka untuk umum, daripada anda beli
>> EBOOKNya or menghadiri seminar regularnya  biasanya harus merogoh kocek
>> 200rb-an.
>> > >
>> > > MElalui jurus cerdas ini, anda akan dipandu bisa KAYA melalui
>> > > investasi
>> emas secara Syariah, akan dipandu secara personal oleh team2 dari
>> BRISyariah.
>> > >
>> > > Silahkan sebarkan email ini ke teman-teman, saudara-saudara,
>> > > kawan-kawan
>> dll.
>> > >
>> > > Demikian informasinya, ingat TANGGAL 7 MAI JAM 4 SORE DI REI EXPO JCC
>> Hall A.
>> > > Kita ketemu disana, informasi lebih lanjut silahkan hubungi saya
>> > > japri.
>> > >
>> > > wassalam
>> > >
>> > >
>> > > Maman
>> > > 0815-11200138
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>>
>>
>>
>>
>
>
> --
> Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
>
>
> Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.
>
> ------
> Muhamad Said Fathurrohman
> Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga
> id.linkedin. com/in/msaidf
>
>
> ------------ --------- --------- ------
>
> ============ ========= ======
> SPONSOR Tahunan MES 2009 :
> 1. Bank Muamalat Indonesia
> 2. Bank Syariah Mandiri
> 3. Bank BNI Syariah
> 4. Pegadaian Syariah
> 5. Bank BRI Syariah
> 6. Bank Bukopin Syariah
> ============ ========= ========= ========= ========= ====
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

 


      

Kirim email ke