FYI. Smg bermanfaat :) 

Rahma

Date: Thu, 5 Aug 2010 01:24:32 -0700
From: [email protected]
Subject: Fw: [mgombak] Kisah Sukses Redenominasi Turki
To: [email protected]





----- Forwarded Message ----
From: Sutan Emir <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, August 5, 2010 8:41:16 AM
Subject: [mgombak] Kisah Sukses Redenominasi Turki

















 



  


    
      
      
      Detik.com
 
Kamis, 05/08/2010 13:58 WIB
Kisah Turki yang Sukses 'Hilangkan' 6 Nol Mata Uangnya
Wahyu Daniel - detikFinance 



Mata uang Lira yang lama (ist) 


Jakarta - Redenominasi atau penyederhanaan rupiah tanpa mengurangi nilainya 
sedang menjadi pembicaraan hangat. Banyak pro dan kontra yang muncul di 
masyarakat. Ada baiknya kita menyimak kisah-kisah redenominasi dari negara lain 
yang sukses, diantaranya adalah Turki.

Turki tercatat pernah sukses melakukan redenominasi dengan menghilangkan 6 
angka nol pada mata uangnya. Jadi redenominasi yang dilakukan Turki adalah 
mengubah 1.000.000 lira menjadi 1 lira pada tahun 2005.

Namun redenominasi yang dilakukan Turki ini berbeda dengan yang akan dilakukan 
Indonesia. Seperti dikutip dari situs bank sentral Turki, Kamis (5/8/2010), 
kebijakan redenominasi ini dilakukan untuk menekan laju inflasi Turki yang 
sangat tinggi sejak tahun 1970-an.
 Inflasi yang tinggi ini menyebabkan
 nilai ekonomi di negara belahan Eropa tersebut mencapai hitungan triliun, 
bahkan kuadriliun.

Sebagai dampak dari inflasi tinggi ini juga, setiap 2 tahun sekali sejak 1981, 
bank sentral Turki selalu menerbitkan mata uang kertas pecahan baru yang lebih 
besar. Bahkan ada mata uang yang mencapai 20 juta lira, atau merupakan mata 
uang dengan nominal terbesar di dunia. Hal ini pula yang menyebabkan 
kredibilitas mata uang Turki menurun.

Pecahan nominal yang besar ini menyulitkan maslah dalam sistem pencatatan 
akuntansi dan statistik di negara tersebut. Hal inilah yang menjadi latar 
belakang redenominasi dilakukan.

Bank sentral Turki memberlakukan redenominasi mulai 1 Januari 2005 dengan 
memberlakukan mata uang baru yaitu 'New Turkish Lira' (YTL), dan uang logamnya 
dengan satuan 'New Kurus' (YKr). Jadi 1 YTL sama dengan 100 YKr.

Masa transisi dari mata uang lama ke mata uang baru ini dilakukan selama 1 
tahun. Dan dalam periode
 transisi tersebut, mata uang lama tetap berlaku dan ditarik perlahan-lahan 
hingga 2006. Jadi nilai 1 YTL sama  dengan 1.000.000 lira (mata uang lama). 

Proses transisi berjalan mulus. Masyarakat Turki juga tidak perlu perlu 
berebutan dan mengantre untuk menukarkan uangnya ke dalam mata uang baru, sebab 
uang lama tetap berlaku. Sehingga pertukaran antara  mata uang lama dan baru 
dilakukan secara alami.

Proses redenominasi yang dilakukan secara perlahan ini sukses dilakukan serta 
tidak membuat nilai mata uang mereka bergejolak. Bahkan perkembangan suku bunga 
perbankan pun terlihat stabil dengan kebijakan redenominasi tersebut.

Dengan redenominasi yang diberlakukan, maka nilai nominal mata uang Turki yang 
baru adalah pecahan 1, 5, 10, 20, 50, dan 100 YTL. Sementara mata uang logamnya 
adalah 1, 5, 10, 20, 50 YKr, dan 1 YTL.

Redenominasi ini juga sukses menekan laju inflasi di negara tersebut. Pada 
2008, laju inflasi
 Turki mencapai 10,1%, dan terus menurun sampai di bawah 10% pada tahun 2009. 
Padahal pada tahun 1981, inflasi di Turki pernah tembus 100%.



    
     

    
    






  










                                          

Kirim email ke