Daftar berita terlampir: * Lima Daerah di Bali Dukung Pengelolaan Pesisir dan Laut * Kaji Ulang Kebijakan Konservasi Gajah * Makin Banyak LSM Penentang PrepCom IV * Lingkungan Hidup dan Otonomi Daerah * Degradasi Lingkungan Ancam Lereng Gunung Slamet * Hutan, "Ibu Kehidupan" yang Terpinggirkan * Car Free Day di Surabaya, Contoh Anti-polusi di Asia * Jabar Siap Hadapi Kekeringan * EU Ratifikasi Protokol Kyoto * PT Perhutani Jangan Menjadi Regulator Pengelolaan Hutan * Negara Maju Diduga akan Ganjal Implementasi PrepCom * Tidak Miliki Pengolah Limbah Pabrik Tapioka akan Ditutup * Indonesia Akan Pamerkan Upaya Pelestarian Lingkungan * Pembahasan Protokol Kyoto Terancam "Deadlock" * Meneg LH Ajak Greenpeace Awasi Ilegal Logging
Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Lima Daerah di Bali Dukung Pengelolaan Pesisir dan Laut http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4146 Sebanyak lima daerah di Provinsi Bali, yakni Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Karangasem menyatakan mendukung deklarasi tentang strategi pengelolaan pesisir dan laut. Deklarasi ini dicanangkan di pantai Sanur, Bali, Minggu (2/6). Dalam deklarasi itu disebutkan bahwa habitat alam di pesisir dan laut di Bali seperti mangrove, terumbu karang dan padang lamun sangat berperan penting dalam melindungi keanekaragaman hayati, menjaga kualitas air dan mengamankan pantai dari erosi atau abrasi dan kerusakan alam lainnya. Sehubungan dengan itu, diperlukan upaya-upaya untuk menjaga keseimbangan pembangunan di bidang ekonomi, sosial budaya dan sumber daya alam wilayah pesisir dan laut di Bali. (Kompas, 2002-06-04) Kaji Ulang Kebijakan Konservasi Gajah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4147 Masalah konservasi gajah di Indonesia, kini semakin kompleks. Selain berubahnya habitat gajah, kapasitas Pusat Latihan Gajah (PLG) di beberapa daerah pun belum dikaji secara cermat. Sehubungan dengan itu, perlu dikaji ulang kebijakan konservasi gajah dan merumuskan kembali program yang lebih terpadu, dengan mengacu pada kondisi bio fisik habitat, sosial ekonomi masyarakat, kebijakan-kebijakan pusat dan daerah serta informasi-informasi lain yang relevan. Penegasan ini diutarakan Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA), Departemen Kehutanan, Suhariyanto pada Lokakarya Gajah Sumatera di Palembang, Senin (3/6). Pelatihan dua hari soal penanganan gajah sumatera ini antara lain diikuti para pejabat Departemen Kehutanan, Yayasan WWF In-donesia, World Conservation Society, Fauna Flora International, para pengelola kebun binatang dan lain-lan. (Kompas, 2002-06-04) Makin Banyak LSM Penentang PrepCom IV http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4154 Gerakan menentang (boikot) proses PrepCom IV Bali terus menguat. Hingga hari ke-tujuh pelaksanaan perhelatan internasional itu, sudah 107 LSM dan ormas dalam dan luar negeri yang menentangnya. Menurut anggota Komite Eksekutif Monopoly Watch, Kusfiardi, di Nusa Dua, Ahad (2/6), LSM dan ormas yang menentang PrepCom (Komite Persiapan untuk KTT Pembangunan Berkelanjutan) IV, bahkan sudah membentuk aliansi yang mereka namakan Koalisi Anti Globalisasi Untuk Boikot PrepCom. Ia menjelaskan bahwa yang mereka tentang itu adalah proses yang sedang berlangsung dalam PrepCom berikut hasil-hasil yang akan dicapai karena yang terjadi selama ini hanyalah partisipasi semu masyarakat sipil dalam pengambilan keputusan. (Republika, 2002-06-03) Lingkungan Hidup dan Otonomi Daerah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4158 Dr Hadi S Alikodra, Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB PERTUMBUHAN penduduk dan pembangunan yang pesat serta rendahnya kesadaran berwawasan lingkungan telah menimbulkan kerusakan sumber daya alam dan lingkungan yang sangat serius. Kerusakan hutan yang luar biasa dan terus meningkat, diperkirakan mencapai 1,5-2.5 juta ha per tahun. Juga terumbu karang mengalami kerusakan hebat, sehingga saat ini tinggal 6,2% kondisinya yang baik. Total luas danau menyusut dari 774.000 ha menjadi 308.000 ha, demikian pula perairan tawar menyusut dari 11,5 juta ha menjadi 5,1 juta ha. Kawasan bekas penambangan banyak menjadi tandus, bahkan di beberapa daerah seperti Hampalit di Kalimantan Tengah pada kawasan penambangan emas rakyat banyak yang telah berubah menjadi padang pasir, dan lingkungannya tercemari air raksa. (Media Indonesia, 2002-06-03) Degradasi Lingkungan Ancam Lereng Gunung Slamet http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4159 Budi daya sayur mayur dan tanaman kentang yang belakangan ini berkembang pesat di Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja, Purbalingga, sebuah desa di kaki Gunung Slamet dikhawatirkan menimbulkan degradasi lingkungan seperti dialami Gunung Dieng, Banjarnegara, dan Wonosobo. Selain dikembangkan secara swadaya oleh penduduk, di sana terdapat Proyek Pengembangan Hortikultura Tanaman Kentang (PPHTK) seluas lebih kurang 50 hektar menggunakan lahan milik Perhutani Banyumas Timur, dan kawasan itu merupakan daerah tangkapan air. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) "Komunitas" yang melihat antusiasme Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga mengkhawatirkan budi daya tanaman kentang yang dikembangkan pemkab bekerja sama dengan perusahaan swasta nasional melalui PPHTK. "Kami tahu maksud pemkab yang ingin meningkatkan dan menyejahterakan petani. Akan tetapi, masalah kelestarian lingkungan jangan diabaikan." (Kompas, 2002-06-03) Hutan, "Ibu Kehidupan" yang Terpinggirkan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4161 KLAUSUL tentang hutan selama 10 tahun terakhir setelah KTT Bumi di Rio de Janeiro, tidak membawa arah yang jelas. Dalam soal hutan, misalnya, hingga saat ini tidak ada kejelasan siapa yang berwenang mengelola hutan, berhak atas hasil hutan, dan bertanggung jawab atas "nasib" hutan. Fungsi dan peran hutan selama ini seringkali dilihat hanya dari segi ekonomis, sebagai penghasil kayu dan hasil hutan lainnya seperti rotan, damar, dan lain-lain. Padahal selain ekonomi, hutan memiliki fungsi politis, sosial, dan ekologis yang tak terpisahkan. Belum muncul kesadaran yang berbuah pada sebuah kebijaksanaan bahwa secara ekologis hutan berfungsi sebagai penjaga siklus hara tanah, reservasi air, serta penahan erosi, juga sebagai tempat untuk mempertahankan keanekaragaman hayati. (Kompas, 2002-06-03) Car Free Day di Surabaya, Contoh Anti-polusi di Asia http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4149 Sosialisasi hari bebas kendaraan (car free day) kota Surabaya mendapat respon positif dari PBB. Diperoleh khabar dari Pemkot Surabaya bahwa PBB siap menjadikan proyak sosialisasi tersebut sebagai percontohan anti-polusi se-Asia, November mendatang, di Surabaya. (Republika, 2002-06-01) Jabar Siap Hadapi Kekeringan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4153 Prediksi ancaman kekeringan yang bakal melanda Jawa Barat tak membuat khawatir Pemprov Jabar. Gubernur Jabar R Nuriana mengatakan, Pemprov Jabar siap menghadapi ancaman kekeringan yang disebabkan gejalan alam El Nino. ''Untuk menghadapi musim kering tahun ini, kita sudah siapkan terutama yang paling mudah dengan menyediakan pompa-pompa air,'' ujarnya seusai meresmikan Masjid Attaqwa di lingkungan Dispenda Jabar, Bandung, kemarin. Nuriana mengatakan, penyediaan pompa-pompa air itu merupakan cara yang termudah untuk mengatasi kekeringan. Apalagi, katanya, suplai air selama musim kering nanti ada, hanya tempatnya saja yang agak jauh di dalam tanah. (Republika, 2002-06-01) EU Ratifikasi Protokol Kyoto http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4163 Di tengah alotnya negosiasi Chairman's Text dalam pertemuan Komite Persiapan (PrepCom) IV Konferensi Tingkat Tinggi mengenai Pembangunan Berkelanjutan (WSSD), negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa (EU) meratifikasi� Protokol Kyoto di New York, Jumat (31/5) pagi, atau Jumat menjelang tengah malam WIB.Demikian ditegaskan M Jos Delbeke dari Komisi EU, Jumat, di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua. "Kami tetap pada komitmen kami," ujar Delbeke mengenai dokumen kerangka kerja untuk menyikapi perubahan cuaca global itu. "Kami berada di sini untuk menyerukan pada semua negara yang sudah menandatangani Konvensi mengenai Perubahan Iklim agar segera meratifikasi Protokol Kyoto sebelum akhir tahun. Selandia Baru, Rusia, dan Jepang juga akan meratifikasi Protokol Kyoto tahun ini. (Kompas, 2002-06-01) PT Perhutani Jangan Menjadi Regulator Pengelolaan Hutan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4165 Untuk lebih menjamin kelestarian hutan lindung, pengelolaan hutan lindung yang saat ini masih dilakukan pemerintah pusat dan PT Perhutani harus segera diserahkan kepada pemerintah daerah (pemda). Sebab, pemda merupakan pihak yang merasakan langsung dampak keberadaan hutan lindung yang ada di daerahnya dan tidak berorientasi pada keuntungan. "Perhutani jangan sampai menjadi regulator pengelolaan hutan" ungkap Gubernur Jawa Barat R Nuriana, Kamis (30/5), di Ciamis, Jawa Barat. Menurut Nuriana, saat ini Perhutani telah berubah menjadi perusahaan sehingga harus berorientasi pada keuntungan. Keadaan ini dikhawatirkan akan mengurangi konsentrasi Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan lindung. (Kompas, 2002-06-01) Negara Maju Diduga akan Ganjal Implementasi PrepCom http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4137 Salah satu batu sandungan untuk mengimplementasikan program kerja pembangunan berkelanjutan adalah komitmen negara maju untuk memberikan pendanaan dan program bantuan lainnya. Karena itu, negara sedang berkembang yang tergabung dalam G-77 harus senantiasa mempertanyakan inisiatif dan kesanggupan negara maju untuk melakukan kerja sama proyek guna mengatasi masalah yang mereka hadapi. Pemikiran tersebut disampaikan pada jumpa pers dan bincang-bincang antarpeserta di sebuah kafe di BICC, Nusa Dua, Bali, kemarin. (Media Indonesia, 2002-05-31) Tidak Miliki Pengolah Limbah Pabrik Tapioka akan Ditutup http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4126 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang merekomendasikan menutup PT Sari Tani (PT SR), sebuah industri pengolahan tepung tapioka yang berkedudukan di Jl Raya Gondanglegi. Perusahaan tersebut dinilai tidak memiliki instalasi pengolah air limbah (Ipal), tidak mengantongi izin usaha (HO), serta pengambilan air (Sipa). (Media Indonesia, 2002-05-30) Indonesia Akan Pamerkan Upaya Pelestarian Lingkungan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4121 Wakil dari Indonesia, Senegal, Kosta Rika, Mesir dana beberapa negara lainnya, Rabu (29/5/2002) akan memamerkan upaya-upaya pelestarian lingkungan dan proyek pembangunan berkelanjutan di Nusa Dua, Bali. Pameran ini dilakukan dalam acara GREEN CALL (Global Results for the Environment throught Community Action at the Local Level) disela-sela pelaksanaan KTT Dunia Pembangunan berkelanjutan yang diselenggarakan atas bantuan hibah kecil UNDP. (Detik.Com, 2002-05-29) Pembahasan Protokol Kyoto Terancam "Deadlock" http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4125 Pembahasan Protokol Kyoto yang menyangkut pengurangan emisi gas buang dalam Rapat Persiapan Pembangunan Berkelanjutan (Preparatory Committee Meeting- PrepCom IV) di Nusa Dua yang memasuki hari kedua, Selasa (28/5), terancam deadlock. Pada Rabu (29/5), rapat akan dilanjutkan. Delegasi Amerika Serikat (AS) tidak mau menandatangani perjanjian itu dan menyatakan akan mundur dari perjanjian Protokol Kyoto. Kemungkinan akan terjadinya deadlock dalam pembahasan Protokol Kyoto ini disampaikan Ketua Panitia PrepCom IV Nabiel Makarim, yang juga Menteri Negara Lingkungan Hidup usai melakukan pertemuan dengan 16 aktivis greenpeace yang datang ke Bali. Pertemuan de- n gan aktivis lingkungan yang dikenal militan ini berlangsung tertutup di Bali International Convention Center (BICC) dengan pengawalan ekstra ketat. (Suara Pembaruan, 2002-05-29) Meneg LH Ajak Greenpeace Awasi Ilegal Logging http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4123 Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim mengajak kelompok Greenpeace beserta jaringan internasionalnya turut serta mengawasi praktek penebangan liar di Indonesia. "Pada dasarnya kami welcome dengan kedatangan mereka di Indonesia dan saya minta kepada mereka sesuatu yang sebenarnya sudah mereka lakukan yakni membantu mengatasi masalah illegal logging (penebangan liar)," katanya seusai menerima sejumlah aktivis Greenpeace di Nusa Dua, Bali, Selasa. (Gatra, 2002-05-28) _______________________________________________ Envorum mailing list [EMAIL PROTECTED] http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/envorum
